Kapal Tengker Membawa Limbah Berbahaya Ditangkap Tim WFQR lantamal IV di Perairan Batam

823

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV/Tanjungpinang menangkap Kapal MT GRID-1, jenis kapal tanker mini yang membawa 220 ton limbah berbahaya di Batam, Kepulauan Riau.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan penangkapan kapal tanker mini berbendera Indonesia itu dilakukan di Perairan Teluk Sanimba Tanjung Riau, Batam.

“Selasa sore (19/3), Tim WFQR menindaklanjut informasi kapal tanker dengan kapasitas 250 GT bermuatan limbah minyak hitam (sluge oil). Mereka berhasil menangkapnya,” katanya.

Irawan mengemukakan saat memeriksa, petugas tidak menemukan nakhoda dan anak buah kapal. Di dalam kapal hanya ada dua orang atas nama Justinus Khatliau dan Ibrahim Lestaluhu, yang bertugas sebagai penjaga kapal.

“Saat diperiksa, dokumen kapal nihil dan kondisi mesin kapal rusak. Pemilik kapal tersebut tidak diketahui dan agen pelayaran tidak diketahui alias misterius,” ujarnya.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, diperoleh informasi, Suandi menjabat sebagai Kepala Operasional PT CPT Batam Kapal MT GRID-1. Namun Suandi tidak menunjukkan dokumen kapal.

Padahal kapal tersebut sudah 8 bulan berada di lokasi PT CPT Batam.

“Pelayaran terakhir melalui bawah Jembatan 2 Barelang menuju Perairan Teluk Seniba Batam dalam kondisi tidak bermuatan,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Suandi mengungkapkan setelah tiba di lokasi PT CPT, kapal tersebut dijadikan sebagai tempat penampungan limbah minyak hitam hasil “tank cleaning” kapal.

“Sedangkan surat izin menampung limbah di kapal MT GRID-1 tidak ada,” katanya.

Sementara itu dari keterangan Asis, staf operasional PT CPT Batam, Irawan mengatakan dokumen kapal dari MT GRID-1 tidak ada, termasuk surat izin dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Batam tidak ada.

“Dari berbagai data yang dihimpun Tim WFQR Lantamal IV dapat diduga kapal MT GRID-1 melakukan penyimpanan limbah B3 tanpa memiliki izin dan melanggar Pasal 12 ayat  Undang-undang Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah,” katanya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut Kapal MT GRID-1 dibawa pengawasan Tim WFQR Lantamal IV/Tanjungpinang, dan selanjutnya akan dikawal menuju Pangkalan Angkatan Laut Batam.

“Penangkapan kapal ini membuktikan bahwa laporan dari masyarakat Bintan itu benar adanya bahwa di sepanjang pantai Trikora dan Lagoi terdapat banyak gumpalan limbah minyak hitam,l katanya.

Limbah tersebut mematikan ekosistem di perairan Bintan, termasuk merusak keindahan yang di pesisir Bintan.

“Kami masih selidiki apakah ada keterkaitan Kapal MT GRID-1 yang membuang limbah ke laut yang mencemari lingkungan Pantai Kepri,” katanya.

Sumber: antarakepri.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Sindikat Saracen Punya Ribuan Akun untuk Sebar Kebencian dan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Mereka diketahui berbagi peran dalam melancarkan...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

Kemenhub: Ruangan Seorang Dirjen Disegel KPK

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan ruangan yang disegel KPK adalah ruangan seorang Direktur Jenderal (Dirjen). KPK diketahui melakukan penyegelan itu terkait operasi...

Whatsapp Punya Fitur Baru, Nantikan Akhir Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Whatsapp menerapkan fitur status dengan latar warna-warni ala Facebook. Dengan fitur baru ini, pengguna Whatsapp bisa memvariasikan status yang mereka poskan...

Kompolnas Minta Polisi Usut Tuntas Sindikat Penyebar Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Kompolotan ini memiliki ribuan akun. Komisi...

Bisakah RI Jadi Negara Besar? Ini Kata Sri Mulyani

Metrobatam, Yogyakarta - Menjadi negara besar dengan masyarakat adil dan makmur memang banyak tantangannya. Namun, Indonesia memiliki modal tersebut. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan, Sri...

Mendag Tegur India Soal Upaya Jegal Produk Kelapa Sawit RI

Metrobatam, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, telah menyampaikan perhatian Pemerintah Indonesia terkait kenaikan tarif bea masuk komoditas minyak kelapa sawit (crude palm...

MA Sebut Banyak Pihak Eksternal Campur Tangan Seleksi Hakim

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung (MA) Takdir Rahmadi mengatakan proses seleksi calon hakim pengadilan tingkat pertama tak sepenuhnya dilakukan pihaknya. Sejak awal...

Penyebar Kebencian dan Isu SARA, Sindikat Saracen Dibayar Puluhan Juta

Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap sindikat Saracen, yang kerap menyebarkan isu SARA di media sosial. Sindikat Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait...

Mendikbud: Madrasah Berkurang karena Islamic Full Day School

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa keberadaan Islamic Full Day School berpotensi mengurangi jumlah madrasah diniyah. "Ini yang menurut saya...

OTT Pejabat Kemenhub, KPK Amankan Dolar Amerika, Singapura hingga Rupiah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang berbentuk mata uang asing dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Ada...

Duh! Panitera yang Ditangkap KPK Punya Hubungan Keluarga dengan Hakim Agung

Metrobatam, Jakarta – Panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Tarmizi, dikabarkan mempunyai hubungan keluarga dengan salah...

Khofifah Klaim Kantongi ‘Tiket’ Parpol untuk Pilgub Jatim

Metrobatam, Jakarta - Nama Khofifah Indar Parawansa mencuat sebagai salah satu calon kontestan yang bakal maju dalam arena Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Menteri...