Kapolda Kepri Melarang Leleng Bahan Peledak yang Disita

255

Metrobatam.com, Karimun – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian melarang pelelangan bahan peledak yang disita Bea Cukai Kepri. Pasalnya, pemenang lelang bahan peledak sebelumnya ternyata adalah pelaku penyelundup itu sendiri dengan mengatasnamakan orang lain.

“Saya melarang bahan peledak ini dilelang. Karena, pemenang lelang sebelumnya ternyata penyelundup itu sendiri yang memakai perusahaan orang lain. Misalnya, saya menyelundupkan barang, begitu ada lelang saya beli pakai nama orang. Itu hasil penyelidikan saya sendiri,” ungkap Kapolda didampingi Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kakanwil DJBC Khusus Kepri Parjiya saat ekpos penangkapan ini.

Dijelaskan, dia bukan arogan melelang proses lelang bahan peledak. Namun, jika itu dilakukan maka berapa banyak kerusakan alam Indonesia yang diakibatkan dengan beredarnya ammonium nitrate sebagai bahan dasar pembuat bom ikan. Berapa banyak biota laut yang akan hancur karena ulah manusia yang menggunakan bahan peledak.

“Ketika ada proses lelang itu, saya larang jangan diserahkan (ammonium nitrate). Lalu ada yang bertanya, kenapa Kapolda kok arogan melarang, bukan arogan saudaraku. Tapi coba lihat, berapa berapa kerusakan lingkungan yang akan terjadi, berapa banyak biota laut yang mati karena bahan peledak ini,” tutur Kapolda.

Kapolda mengatakan, besarnya resiko itulah salah satu alasan kenapa dia melarang menyerahkan ammonium nitrate kepada pemenang lelang. Lebih baik kembalikan saja uang hasil lelang kepada si pemenang daripada uangnya masuk ke kas negara tetapi peruntukkan ternyata untuk menimbulkan kerusakan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menyebut kalau Kanwil DJBC Khusus Kepri telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang disinyalir tujuan akhir dari ini semua ternyata masuk ke kelompok-kelompok yang membuat bahan peledak dari bahan baku ammonium nitrate.

“Sangat tidak lazim, ketika orang membuat pupuk dari bahan ammonium nitrate ini, bahkan sampai harus diimpor secara ilegal dari Malaysia untuk dibawa ke pulau-pulau terpencil di Sulawesi sana. Kalau hitungan ekonomis kan sangat tidak wajar. Makanya, ada dugaan ammonium nitrate ini untuk keperluan bom ikan,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku penyelundupan bahan peledak jenis ammonium nitrate tersebut bakal dikenakan Undang-undang Darurat tentang Terorisme. “Kalau Bea Cukai akan menindak pelaku dan kapal terkait penyelundupan, maka polisi akan menindak pelaku dengan UU Darurat. Penyelidikan dilakukan secara terpisah,” pungkasnya.

Sebelumnya, aparat Bea Cukai Kepulauan Riau menangkap Kapal Motor (KM) Harapan Kita B.29 No.769 yang ingin menyelundupkan 51 ton atau 21.050 karung bahan peledak atau ammonium nitrate senilai Rp6,6 miliar asal Pasir Gudang, Malaysia.

KM Harapan Kita ditangkap kapal patroli BC-20005 dengan komandan patroli Erwin Bangun MT di peraian sekitar 30 mil Timur Laut Berakit, Sabtu (16/4), kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) Parjiya di Kanwil BC Kepri, Meral, Kabupaten Karimun, Kepri, Rabu (20/4).

“Berdasarkan keterangan kru kapal, ammonium nitrate tersebut hendak dibawa ke Sulawesi,” jelas dia didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi R Evy Suhartantyo. Saat diperiksa petugas, nakhoda Hsnd tidak dapat menunjukkan dokumen pelindung muatan yang sah, sehingga petugas patroli menarik kapal tersebut ke Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri di Meral, Kabupaten Karimun.

Ia mengatakan, ammonium nitrate muatan kapal tersebut disamarkan dengan cara menggunakan kemasan luar yang bertuliskan “Mitsubishi Japan”, sedangkan kemasan asli berada di bagian dalam yang bertuliskan “Ammonium Nitrate”. “Tujuannya untuk mengelabui petugas,” kata dia.

Ia menjelaskan, ammonium nitrate merupakan bahan baku peledak yang termasuk barang larangan dan pembatasan (lartas). Izin impor dan pengangkutan ammonium nitrate diatur secara khusus oleh pemerintah.

“Karena masuknya secara ilegal, maka bukan tidak mungkin penggunaannya juga untuk kegiatan ilegal, seperti peledakan ikan, termasuk juga aksi terorisme yang dapat mengancam pertahanan dan keamanan negara,” kata dia.

Perkiraan nilai ammonium nitrate tersebut, lanjut dia, sekitar Rp6,6 miliar dengan asumsi harga Rp130.000 per karung yang masing-masing berukuran 25 kilogram.

R Evy Suhartantyo menambahkan, nakhoda dan lima ABK ditetapkan sebagai tersangka dengan pelanggaran Pasal 102 huruf (a) Undang-undang No 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, yaitu mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest, dapat diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

“Ke enam tersangka dititipkan penahanannya di Rutan Tanjung Balai Karimun. Sedangkan kapal dan muatannya kita limpahkan ke bidang penyidikan dan penanganan barang hasil penindakan,” ucap Evy Suhartantyo.

Sumber: Haluankepri.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Desa Toapaya Selatan dan Kelurahan Toapaya Asri Raih Juara III Terbaik Tingkat Nasional

Metrobatam.com, Bintan - Desa Toapaya Selatan dan Kelurahan Toapaya Asri Kabupaten Bintan berhasil meraih Juara III Lomba Desa Tingkat Nasional Regional Wilayah 1 Sumatera...

Pensiunan PNS Dapat THR Tahun Depan

Metrobatam.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, gaji pokok untuk pegawai negeri sipil ( PNS) tidak mengalami kenaikan pada tahun 2018. Namun demikian,...

Anak-anak Gaza Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia 2017

Metrobatam.com, Palestina - Genap 72 tahun Indonesia menikmati manisnya kemerdekaan. Genap 72 tahun yang lalu pula ucapan 'Selamat Kemerdekaan' datang dari Mufti Besar Palestina,...

Upacara Peringatan HUT RI ke 72 Polda Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirgahayu Republik Indonesia. Hari ini tepat pada tanggal 17 Agustus 2017 adalah hari  Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 72 tahun. Seluruh...

Panguyuban Punggowo akan Gelar Silaturahmi Bersama Warga Jawa di Dataran Engku Putri

Metrobatam.com, Batam - Paguyuban Among Wargo Jowo (Punggowo) berencana akan menggelar Halal Bihalal bersama warga Jawa yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/8)...

Perusahaan Asal Singapura Investasi Rp50 Miliar di Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Fagioli Indonesia Corp, perusahaan asal Singapura berinvestasi sebesar Rp50 miliar di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dengan memanfaatkan...

25 Orang Atlet Olahraga Air Lantamal IV Dilepas Danlantamal IV

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksma TNI R. Eko Suyatno melepas 25 orang Atlet kontingen Olahraga Air yang terdiri...

Pemkab Bintan Anugerahi Satyalancana Karya Satya Kepada ASN

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan menganugrahi Satyalencana Karya Satya X tahun kepada 281 orang, Satyalencana Karya Satya XX tahun berjumlah 98 orang, dan...

Jokowi Tegaskan Dukung Penguatan KPK

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan, keputusan pemerintah untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi tidak pernah berubah. Jokowi bahkan menegaskan, pemerintahannya akan terus mendukung...

Berhasil Ledakkan Bom Kimia di Istana Negara, Teroris Bandung akan ‘Jihad’ ke Marawi

Metrobatam, Bandung - Densus 88 Antiteror menangkap lima orang terduga teroris di Bandung, Jawa Barat, kemarin. Mereka diduga ingin berangkat ke Marawi, Filipina untuk...

Pejabat Kemendes Saweran Duit Suap ke Auditor BPK, Ini Rinciannya

Metrobatam, Jakarta - Duit suap yang diberikan Irjen Kementerian Desa PDTT Sugito ke auditor BPK Rochmadi Saptogiri disebut jaksa pada KPK berasal dari saweran...

Ayah Menangis Histeris Gendong Anaknya yang Tewas, Warga Malah Cuek Menonton

Metrobatam, Batam - Sangat mengherankan fenomena sosial yang terjadi di sebuah ruas jalan di Kota Batam ini. Belum lama ini beredar sebuah video yang...