Kapolda Kepri Melarang Leleng Bahan Peledak yang Disita

257

Metrobatam.com, Karimun – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian melarang pelelangan bahan peledak yang disita Bea Cukai Kepri. Pasalnya, pemenang lelang bahan peledak sebelumnya ternyata adalah pelaku penyelundup itu sendiri dengan mengatasnamakan orang lain.

“Saya melarang bahan peledak ini dilelang. Karena, pemenang lelang sebelumnya ternyata penyelundup itu sendiri yang memakai perusahaan orang lain. Misalnya, saya menyelundupkan barang, begitu ada lelang saya beli pakai nama orang. Itu hasil penyelidikan saya sendiri,” ungkap Kapolda didampingi Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kakanwil DJBC Khusus Kepri Parjiya saat ekpos penangkapan ini.

Dijelaskan, dia bukan arogan melelang proses lelang bahan peledak. Namun, jika itu dilakukan maka berapa banyak kerusakan alam Indonesia yang diakibatkan dengan beredarnya ammonium nitrate sebagai bahan dasar pembuat bom ikan. Berapa banyak biota laut yang akan hancur karena ulah manusia yang menggunakan bahan peledak.

“Ketika ada proses lelang itu, saya larang jangan diserahkan (ammonium nitrate). Lalu ada yang bertanya, kenapa Kapolda kok arogan melarang, bukan arogan saudaraku. Tapi coba lihat, berapa berapa kerusakan lingkungan yang akan terjadi, berapa banyak biota laut yang mati karena bahan peledak ini,” tutur Kapolda.

Kapolda mengatakan, besarnya resiko itulah salah satu alasan kenapa dia melarang menyerahkan ammonium nitrate kepada pemenang lelang. Lebih baik kembalikan saja uang hasil lelang kepada si pemenang daripada uangnya masuk ke kas negara tetapi peruntukkan ternyata untuk menimbulkan kerusakan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menyebut kalau Kanwil DJBC Khusus Kepri telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang disinyalir tujuan akhir dari ini semua ternyata masuk ke kelompok-kelompok yang membuat bahan peledak dari bahan baku ammonium nitrate.

“Sangat tidak lazim, ketika orang membuat pupuk dari bahan ammonium nitrate ini, bahkan sampai harus diimpor secara ilegal dari Malaysia untuk dibawa ke pulau-pulau terpencil di Sulawesi sana. Kalau hitungan ekonomis kan sangat tidak wajar. Makanya, ada dugaan ammonium nitrate ini untuk keperluan bom ikan,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku penyelundupan bahan peledak jenis ammonium nitrate tersebut bakal dikenakan Undang-undang Darurat tentang Terorisme. “Kalau Bea Cukai akan menindak pelaku dan kapal terkait penyelundupan, maka polisi akan menindak pelaku dengan UU Darurat. Penyelidikan dilakukan secara terpisah,” pungkasnya.

Sebelumnya, aparat Bea Cukai Kepulauan Riau menangkap Kapal Motor (KM) Harapan Kita B.29 No.769 yang ingin menyelundupkan 51 ton atau 21.050 karung bahan peledak atau ammonium nitrate senilai Rp6,6 miliar asal Pasir Gudang, Malaysia.

KM Harapan Kita ditangkap kapal patroli BC-20005 dengan komandan patroli Erwin Bangun MT di peraian sekitar 30 mil Timur Laut Berakit, Sabtu (16/4), kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) Parjiya di Kanwil BC Kepri, Meral, Kabupaten Karimun, Kepri, Rabu (20/4).

“Berdasarkan keterangan kru kapal, ammonium nitrate tersebut hendak dibawa ke Sulawesi,” jelas dia didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi R Evy Suhartantyo. Saat diperiksa petugas, nakhoda Hsnd tidak dapat menunjukkan dokumen pelindung muatan yang sah, sehingga petugas patroli menarik kapal tersebut ke Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri di Meral, Kabupaten Karimun.

Ia mengatakan, ammonium nitrate muatan kapal tersebut disamarkan dengan cara menggunakan kemasan luar yang bertuliskan “Mitsubishi Japan”, sedangkan kemasan asli berada di bagian dalam yang bertuliskan “Ammonium Nitrate”. “Tujuannya untuk mengelabui petugas,” kata dia.

Ia menjelaskan, ammonium nitrate merupakan bahan baku peledak yang termasuk barang larangan dan pembatasan (lartas). Izin impor dan pengangkutan ammonium nitrate diatur secara khusus oleh pemerintah.

“Karena masuknya secara ilegal, maka bukan tidak mungkin penggunaannya juga untuk kegiatan ilegal, seperti peledakan ikan, termasuk juga aksi terorisme yang dapat mengancam pertahanan dan keamanan negara,” kata dia.

Perkiraan nilai ammonium nitrate tersebut, lanjut dia, sekitar Rp6,6 miliar dengan asumsi harga Rp130.000 per karung yang masing-masing berukuran 25 kilogram.

R Evy Suhartantyo menambahkan, nakhoda dan lima ABK ditetapkan sebagai tersangka dengan pelanggaran Pasal 102 huruf (a) Undang-undang No 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, yaitu mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest, dapat diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

“Ke enam tersangka dititipkan penahanannya di Rutan Tanjung Balai Karimun. Sedangkan kapal dan muatannya kita limpahkan ke bidang penyidikan dan penanganan barang hasil penindakan,” ucap Evy Suhartantyo.

Sumber: Haluankepri.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ibu Hj Deby Apri Sujadi : Manfaatkan Fasilitas Puskesmas dan Posyandu Terdekat

Metrobatam.com, Bintan - Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Apri Sujadi mengatakan bahwa dirinya mengharapkan agar masyarakat terutama kaum ibu, benar-benar dapat...

Wow! Bright PLN Batam Promo Granada dan Pasang Baru Selama PLN Fair

Metrobatam.com, Batam - PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam akan memperlihatkan berbagai produk dan program teranyar pada  pameran kelistrikan (PLN Fair) yang digelar selama...

Bupati Bintan Instruksikan Kedes Gunakan Dana Desa dengan Benar dan Sesuai Aturan

Metrobatam.com, Bintan - Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kepolisian Republik Indonesia resmi telah melakukan Memorandum Of Understanding...

Komisi III DPRD Kepri Dan BALP Pemprov Kepri Studi Banding ke Bandung

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komisi III DPRD Provinsi Kepri bersama dengan BALP (Biro Administrasi Layanan Pengadaan) Pemerintah Provinsi Kepri, melaksanakan studi banding ke Pemerintah Kota...

HUT Partai Golkar Ke-53, Tetap Jaya dan Bersatu

Metrobatam.com, Batam - Ketua DPD II Partai Golkar Kota, Ruslan M Ali Wasyim memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader dan keluarga besar Partai Golkar....

90 Kapal Maling Ikan Antre Ditenggelamkan Susi

Metrobatam, Jakarta - Penenggelaman kapal merupakan salah satu kebijakan tegas yang dilakukan pemerintah guna melawan pencurian ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia. Per Agustus...

BBM Satu Harga Tekan Harga Solar di Natuna

Metrobatam, Natuna - Program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menuai hasil. Beberapa wilayah di Indonesia timur...

Negara Lain Mulai Lirik Cara Susi Berantas Maling Ikan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, selama ini gencar memberantas maling ikan di. Mulai dari menyita hingga menenggelamkan kapal maling ikan...

Penyelundupan Pil Koplo Dalam Tahu Goreng Berhasil Digagalkan

Metrobatam, Blitar - Petugas Lapas Kls 2B Blitar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pil koplo. Pil koplo ditemukan di dalam tahu goreng yang dikirim pembesuk. "Insting...

Memalukan! Belasan Oknum Polisi Keroyok Siswa SMA Gara-Gara Rebutan Cewek

Metrobatam.com, Serang - Aksi penganiayaan menimpa salah seorang siswa SMK di Kota Serang bernama AS (17). Penganiayaan diduga dilakukan oleh belasan oknum anggota Polda...

Curi Kulit Manis di Kebun Mendagri, Arief Dihajar dan Motornya Dibakar

Metrobatam, Merangin - Aksi pencurian yang dilakukan oleh tiga pemuda di perkebunan kulit manis milik Mendagri (39) warga Desa Nilo Dingin kecamatan Lembah Masurai,...

Jokowi Dinilai Berhasil, PDIP Kawal Hingga Habis Masa Jabatan

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) mengklaim Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla berhasil merombak perekonomian Indonesia menjadi lebih kompetitif. Pasangan itu...
BAGIKAN