Kapolri Antisipasi Strategi Bahrun Naim Hindari Buruan Polisi

1424

Metrobatam, Jakarta – Polri belum bisa memastikan kabar kematian anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia Muhammad Bahrun Naim alias Abu Rayyan alias Abu Aishah. Kepolisian juga tetap waspada dengan kemungkinan strategi Bahrun agar tak lagi dikejar kepolisian.

“Sampai saat ini sudah dicek Densus 88, intelijen, mereka belum mengkonfirmasi. Namun, dari media sosial memang berkembang isu itu bahwa dia meninggal. Kami belum bisa memastikan, kecuali bisa mendapatkan orang tertentu yang tahu dari mata kepalanya sendiri di jaringan itu, baru kita pastikan,” kata Kapolri jenderal Tito Karnavian, di pangkalan udara Pondok Cabe, Tangerang, Selasa (5/12).

Tito menyebut, pihaknya mengetahui bahwa kabar kematian Bahrun itu hanya dari media sosial yang digunakan kelompok teroris. Namun, katanya, Polri harus mencari sumber resmi yang akurat untuk memastikan kematian Bahrun. Sumber tersebut adalah lembaga yang memiliki akses ke Suriah, seperti Interpol, Amerika, Rusia, Inggris dan Arab.

Verifikasi melalui sumber resmi diperlukan untuk menghindari kabar bohong. Sebab bisa jadi kabar kematian itu dihembuskan sebagai bentuk strategi teroris. “Bisa ini dia benar-benar meninggal, bisa tidak. Ini trik dia supaya tidak dikejar,” ungkap Tito.

Polri juga melakukan pencarian terhadap penyebar informasi kematian Bahrun di media sosial. Namun, ia enggan menyampaikannya secara rinci demi kepentingan pencarian.

“Saya ngomong begini kan pasti sampai ke mereka juga. Itu (informasi rinci) enggak saya sampaikan dulu sekarang,” imbuhnya.

Jika memang kabar itu benar, Tito membenarkan bahwa kematian bahrun berpotensi mengurangi aksi teror di Indonesia.

“Sangat (berpotensi mengurangi teror). Peran dia adalah intermediary (perantara) antara ISIS elite, ISIS central, dengan kelompok pimpinan dan tokoh-tokoh, bahkan kepada operatif, artinya pelaku langsung yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Tito mencontohkannya dengan kasus bom di Jl. MH. Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016. Bahrun dituding sebagai dalang insiden yang menewaskan delapan orang. Ia diyakini menjadi penyuplai dana untuk para pelaku. Kasus lainnya adalah penangkapan teroris di Balong, Ponorogo, Jawa Timur. Teroris tersebut tergabung dalam grup Telegram bernama “Warkop” yang juga dihuni Bahrun.

“Jadi peran dia mirip dengan peran Hambali pada saat jaman Al-Qaeda dengan JI (Jamaah Islamiyah) Indonesia, perantara itu disini (adalah) Bahrun Naim,” imbuhnya.

Sebelumnya, tersebar cuplikan layar (screenshot) melalui aplikasi pesan Whatsapp soal kabar kematian Bahrun. Dalam pesan itu terdapat keterangan (caption) yang disertakan bersama foto Bahrun bahwa pria kelahiran 1983 itu tewas pada Jumat (30/11).

“Inalilahi wa inna ilahi raji’un, telah gugur syahid saudara kita mujahid Bahrun Naim di Abu Hamam pada tanggal 30 November,” tulis keterangan dalam cuplikan layar dari grup WhatsApp yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (4/12).

Bahrun mulai dikenal luas setelah polisi menyebutnya sebagai dalang aksi teror di Jl. MH. Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016. Ia bergabung dengan ISIS dan dipercaya mengendalikan jaringan teror di Indonesia.

Di dunia teror, Bahrun bukan benar-benar baru. Tahun 2010, ia dipenjara dua tahun atas kepemilikan ratusan butir peluru milik salah seorang anggota Jemaah Islamiyah. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN