Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan masyarakat Indonesia masih banyak yang mudah dipengaruhi oleh pemikiran tokoh melalui isi cermah atau perdebatan.

Tak hanya tokoh agama, tetapi kata Tito tokoh budaya, adat, seni, aktivis, wanita maupun pemuda, hingga tokoh aktivis sosial.

“Mudah sekali terpengaruh. Apalagi tokoh-tokoh keagamaan. Secara realistis, de facto, tokoh agama itu paling didengar nomor satu oleh publik,” kata Tito saat menghadiri acara Halal Bihalal dan silaturahmi Da’i Kamtibnas di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (17/7).

Maka dari itu, kata Tito, para Da’i tentunya memiliki peran penting dalam kehidupan bangsa dan negara. Mengingat sikap masyarakat yang tidak kritis dan nudah menyerap informasi ini.

“Masyarakat kita selain patrilinealistik dan low class, yang mungkin belum cukup secara ekonomi atau kurang secara pendidikan, sehingga, apa yang disampaikan tokoh-tokoh agama dianggap kebenaran dan tidak dikritik oleh masyarakat,” jelas Tito.

Sebagai negara yang cukup besar, dan menyandang status sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, para dai di Indonesia ini kata Tito, memiliki peranan penting, mengingat hampir 85 persen di antaranya adalag warga muslim.

“Apalagi Da’i Polri, tentu sangat penting,” katanya.

Para dai, lanjut dia, khususnya dai Kamtibnas yang merupakan mitra dari kepolisian tersebut tentu memiliki posisi strategis untuk menyebarkan kebenaran dalam setiap ceramahnya.

“Posisinya mirip sekali dengan tugas polri, kalau polri mengamankan maka dai harus memyebarkan kebaikan, bukan kebencian,” katanya.

Berpotensi Terpecah Belah

Lebih dari itu, Tito menyebut negara Indonesia memiliki potensi terpecah belah. Hal ini disebabkan karena bangsa Indonesia hingga saat ini belum mampu membangun warga kelas menengah yang besar.

“Pecahnya di mana? ada dua, dari dalam internal, dan dari eksternal. Internalnya di mana, yang paling rawan adalah kita belum mampu membangun kelas menengah,” kata Tito.

Perpecahan bangsa Indonesia dikatakan Tito bisa terjadi karena keadaan yang belum sejahtera. Kata dia, jika selama ini banyak yang mengira permasalahan agama, ras, suku bisa memicu perpecahan justru itu salah besar.

“Bukan masalah suku, ras, agama, No. masalah yang penting bagi bangsa ini yang bisa memecah belah justru kesejahteraan,” kata dia.

Lebih lanjut Tito juga mengungkapkan permasalahan kesejahteraan ini telah terjadi sejak lama, bukan hanya saat ini. Masalah itu bahkan kata dia telah dimulai sejak era kepemimpinan Soekarno.

Untuk menghindari terjadinya perpecahan dan konflik yang berlarut-larut, Tito mengatakan cara mengatasinya dengan cara meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi.

Hal tersebut pun kata dia bisa dilakukan dengan menciptakan warga kelas menengah yang lebih besar.

“Negara yang kuat adalah negara yang mampu ciptakan warga kelas menengah yang besar. Mereka (warga kelas menengah) mereka yang cukup secara ekonomi, terdidik, terlatih, memiliki daya nalar dan rasionalitas yang bagus,” katanya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kota Batam Masuk Kriteria Kota Peduli HAM

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam menerima penghargaan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) untuk kriteria kota peduli dan cukup...

Danlantamal IV Pimpin Upacara Peringatan Hari Nusantara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari...

Maraknya Pencurian Aset Gardu PLN Batam Sebabkan Listrik Padam

Metrobatam.com, Batam - Beberapa waktu ini marak terjadi pencurian aset gardu dan material listrik yang menyebabkan pelanggan mengalami gangguan padam dan kerugian material PLN...

KPU Kota Batam : Jumlah Pemilih Pemilu 2019 Kota Batam Berkurang 25.603 Orang

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam Kepulauan Riau menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 untuk pemilu 2019 sebanyak 650.876...

La Nyalla: Saya Bukan Timses, Hanya Ingin Tebus Dosa ke Jokowi

Metrobatam, Jakarta - La Nyalla Mattalitti mengaku tidak mendapatkan tugas khusus apapun dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mengaku ingin...

Disdukcapil Padang Pariaman Akui Tercecernya E-KTP karena Kelalaian Pegawai

Metrobatam, Pariaman - Ditemukannya e-KTP dalam karung bekas dekat permukiman warga di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) karena kelalaian...

Guru Honorer Siap-siap Diangkat Jadi ‘PNS’

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah dan Komisi X DPR RI kembali mencari jalan keluar untuk mengatasi guru honorer THK-2 (Tenaga Honorer Kategori 2) yang nasibnya...

Tjahjo: Kisruh e-KTP Tak Ada Hubungan dengan DPT Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan kisruh soal KTP elektronik atau e-KTP, mulai dari tercecernya seribuan e-KTP di Padang Pariaman, Sumatera...

Bencana Hidrologi Musim Hujan Kepung Sumatra

Metrobatam, Jakarta - Bencana hidrologi akibat curah hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Di Provinsi Aceh, jembatan penghubung Desa Babah Lhung dan...

PDIP Tunggu Aksi Sandiaga yang Mau Pindahkan Markas ke Jawa Tengah

Metrobatam, Jakarta - Cawapres 02 Sandiaga Uno memindahkan markas pemenagan mereka ke Jawa Tengah dengan alasan ingin lebih dikenal di kandang rival. PDIP menunggu...

PUPR: 120 Hunian Sementara Siap Dihuni Korban Gempa Palu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan 120 unit hunian sementara siap ditempati warga terdampak gempa Palu, Sulawesi...

BP Batam Tidak Jadi Bubar, Ini Penjelasan Menko Perekonomian Darmin

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution buka-bukaan mengenai hasil rapat terbatas terkait pengembangan ekonomi Batam, Rabu (12/12). Berbicara di kantornya, Darmin mengemukakan...