Kasus Korupsi Sapi, Hakim Agung Ini Tolak Fathanah Dibui 16 Tahun

239

Metrobatam, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara kepada Ahmad Fathanah dalam kasus korupsi kuota impor sapi. Belakangan MA melansir satu hakim agung menolak hukuman 16 tahun penjara itu.

Kasus bermula saat Fathanah menerima suap Rp 1,3 miliar untuk pengurusan penambahan kuota impor daging sapi. Uang itu juga mengalir ke Presiden PKS kala itu, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Gerak-gerik Fathanah membuat radar KPK berbunyi dan segera menggelar operasi senyap.

Pada 29 Januari 2013, KPK menangkap Fathanah di Hotel Le Meridien malam dan bertemu seorang mahasiswi bernama Maharani Suciyono. Penangkapan ini menyeret LHI, pucuk pimpinan partai Islam yang kala itu juga anggota DPR. Mereka akhirnya diadili dalam sidang terpisah.

Awalnya Fathanah hanya dituntut 7,5 tahun penjara oleh jaksa KPK. Tapi Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman selama 14 tahun penjara. Hukuman Fathanah diperberat di tingkat banding menjadi 16 tahun penjara.

Vonis dibacakan oleh ketua majelis hakim Achmad Sobari dengan hakim anggota Elang Prakoso Wibowo, Roki Panjaitan. Hakim Tipikor Ad Hoc Pengadilan Tinggi Jakarta M. As’Adi Alma’ruf dan Sudiro serta dibantu oleh David Dapa Langgu selaku panitera pengganti.

Atas vonis itu, Fathanah mengajukan kasasi tetapi ditolak pada 17 September 2014. Duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Leopold Luhut Hutagalung. Belakangan terungkap hakim agung yang khusus mengadili perkara korupsi Leopold Luhut Hutagalung menolak hukuman 16 tahun kepada Fathanah.

“Memidana terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun penjara. Barang bukti terkait pencucian uang dikembalikan kepada Terdakwa,” kata Leopold Luhut Hutagalung sebagaimana dilansir website MA, Minggu (28/8).

Menurut Leopold Luhut Hutagalung, Fathanah tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pembuktian terbalik, padahal ia dikenakan pidana pencucian uang. Selain itu, asal usul harta kekayaan Fathanah tidak bisa dibuktikan sehingga haruslah dibebaskan dari dakwaan kedua.

“Saya berpendapat mengabulkan permohonan kasasi dan menolak permohonan kasasi KPK,” ucap Leopold Luhut Hutagalung.

Tapi setelah dilakukan musyawarah, pendapat Leopold Luhut Hutagalung kalah sehingga Fathanah tetap dijatuhi hukuman 16 tahun penjara. Adapun aset Fathanah yang dirampas di antaranya sebuah Marcedes Class C200, sebuah rumah di Perum Pesona Khayangan Depok, sejumlah uang dalam bentuk dolar dan rupiah, dua jam tangan rolex, sebuah jam tangan Cartier, sebuah jam tangan Roger Dubuise, dua buah jam tangan Gucci, dan sejumlah perhiasan. Di kasus itu, LHI divonis 18 tahun penjara.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...

Kecewa Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Mantan Pegawai Bakar Kampus Universitas Malikussaleh

Metrobatam, Aceh Utara – Pelaku pembakaran Gedung Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gampong (Desa) Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara, berinisial S mengaku kecewa...

Bekuk 5 Bandar Narkoba di Aceh Utara, BNN Sita 40 Kg Sabu

Metrobatam, Lhokseumawe - Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk 5 bandar narkoba di Aceh. Sebanyak 40 kilogram sabu disita dalam penangkapan tersebut. Awalnya, penangkapan dilakukan terhadap...

FPI Doakan Musuh Rizieq Shihab Dihancurkan, Anis Doakan Rizieq Panjang Umur

Metrobatam, Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) mendoakan semua musuh dan orang yang memfitnah Rizieq Shihab dalam perayaan hari ulang tahun ke-19 FPI. Berdasarkan...

Korban First Travel Minta Pemerintah Bantu Kembalikan Uang Jemaah

Metrobatam, Jakarta - Jemaah korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel meminta pemerintah turun tangan membantu pengembalian dana jemaah yang sudah disetorkan. Hingga saat...

Zaskia Gotik Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat Kabupaten Bintan 2017 sempena HUT Kemerdekaan RI ke 72 berlangsung sangat meriah. Hal itu terlihat,...

DPRD Kepri Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi DPRD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Hak-Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota...

Dibandingkan Batam, Turis Singapura Pilih Liburan ke Johor Baru Malaysia

Metrobatam.com, Batam - Masyarakat Singapura ternyata masih memilih Johor Baru, Malaysia sebagai destinasi akhir pekan mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan Singapura yang...

Curhat Jemaah First Travel di DPR: Uang Habis hingga Ibu Meninggal

Metrobatam, Jakarta - Korban jemaah umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR. Korban mengadu dengan kerugian yang bervariasi bahkan ada keluarganya yang meninggal...

Ketua MUI: Indonesia Bukan Darul Islam

Metrobatam, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin menyata0kan bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dari berbagai golongan masyarakat, hingga akhirnya merdeka...