Kasus Korupsi Sapi, Hakim Agung Ini Tolak Fathanah Dibui 16 Tahun

243

Metrobatam, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara kepada Ahmad Fathanah dalam kasus korupsi kuota impor sapi. Belakangan MA melansir satu hakim agung menolak hukuman 16 tahun penjara itu.

Kasus bermula saat Fathanah menerima suap Rp 1,3 miliar untuk pengurusan penambahan kuota impor daging sapi. Uang itu juga mengalir ke Presiden PKS kala itu, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Gerak-gerik Fathanah membuat radar KPK berbunyi dan segera menggelar operasi senyap.

Pada 29 Januari 2013, KPK menangkap Fathanah di Hotel Le Meridien malam dan bertemu seorang mahasiswi bernama Maharani Suciyono. Penangkapan ini menyeret LHI, pucuk pimpinan partai Islam yang kala itu juga anggota DPR. Mereka akhirnya diadili dalam sidang terpisah.

Awalnya Fathanah hanya dituntut 7,5 tahun penjara oleh jaksa KPK. Tapi Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman selama 14 tahun penjara. Hukuman Fathanah diperberat di tingkat banding menjadi 16 tahun penjara.

Vonis dibacakan oleh ketua majelis hakim Achmad Sobari dengan hakim anggota Elang Prakoso Wibowo, Roki Panjaitan. Hakim Tipikor Ad Hoc Pengadilan Tinggi Jakarta M. As’Adi Alma’ruf dan Sudiro serta dibantu oleh David Dapa Langgu selaku panitera pengganti.

Atas vonis itu, Fathanah mengajukan kasasi tetapi ditolak pada 17 September 2014. Duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Leopold Luhut Hutagalung. Belakangan terungkap hakim agung yang khusus mengadili perkara korupsi Leopold Luhut Hutagalung menolak hukuman 16 tahun kepada Fathanah.

“Memidana terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun penjara. Barang bukti terkait pencucian uang dikembalikan kepada Terdakwa,” kata Leopold Luhut Hutagalung sebagaimana dilansir website MA, Minggu (28/8).

Menurut Leopold Luhut Hutagalung, Fathanah tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pembuktian terbalik, padahal ia dikenakan pidana pencucian uang. Selain itu, asal usul harta kekayaan Fathanah tidak bisa dibuktikan sehingga haruslah dibebaskan dari dakwaan kedua.

“Saya berpendapat mengabulkan permohonan kasasi dan menolak permohonan kasasi KPK,” ucap Leopold Luhut Hutagalung.

Tapi setelah dilakukan musyawarah, pendapat Leopold Luhut Hutagalung kalah sehingga Fathanah tetap dijatuhi hukuman 16 tahun penjara. Adapun aset Fathanah yang dirampas di antaranya sebuah Marcedes Class C200, sebuah rumah di Perum Pesona Khayangan Depok, sejumlah uang dalam bentuk dolar dan rupiah, dua jam tangan rolex, sebuah jam tangan Cartier, sebuah jam tangan Roger Dubuise, dua buah jam tangan Gucci, dan sejumlah perhiasan. Di kasus itu, LHI divonis 18 tahun penjara.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tangkap Supir Taksi Online Pengantar ‘Penumpang Tuyul’

Metrobatam, Makassar - Petugas Subdit Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan menangkap tujuh pemuda karena memanipulasi sistem elektronik perusahaan angkutan daring, Grab, akhir pekan lalu. Tujuh...

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 3 Km

Metrobatam, Medan - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pagi ini, Gunung Sinabung kembali erupsi. Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung,...

HUT ke-71 Megawati, PDIP Suguhkan Teater Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menampilkan teater kebangsaan bertajuk 'Satyam Eva Jayate' untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-71 sang Ketua...

Bintan akan Terima DAK Rp6,2 Miliar dari Pemerintahan Pusat untuk Pendidikan

Metrobatam.com, Bintan - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, M.Pd mengatakan bahwa pada tahun 2018 ini, setidaknya Dana Alokasi Khusus Pendidikan sebesar 6,2 Milyar...

Kecanduan Judi Online, Karyawan Ini Gelapkan Uang Perusahaan

Metrobatam.com, Jember - Saat ini banyak bertebaran situs judi online yang memasang deposit sangat murah, bahkan sangat tidak masuk akal. Jika tak hati-hati, akan...

Jaksa Tampilkan Percakapan Johannes Marliem dan FBI di AS, Seperti Ini Isinya

Metrobatam, Jakarta - Percakapan Johannes Marliem (bos PT Biomorf Lone Indonesia dan PT Biomorf Mauritius) dengan anggota FBI di Los Angeles, Amerika Serikat (AS),...

Usai Saling Pecat, Konflik Hanura Kini Berujung Saling Lapor Polisi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) kubu Manhattan melaporkan tiga orang kader kubu Ambhara yakni Ari Mularis, Sudewo, dan...

WNI Diduga Ikut ISIS Ditangkap di Malaysia, Mabes Polri Tak Mau Ikut Campur

Metrobatam, Jakarta - Polri tak mau ikut campur atas tertangkapnya Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia yang diduga terlibat ke dalam jaringan ISIS. "Kalau itu...

Penjual Pulau RI di Situs Online Sudah Dikontak KKP

Metrobatam, Jakarta - Website privateislandonline.com memasang iklan penjualan pulau di Indonesia. Menanggapi hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah menghubungi sang penjual. Dirjen...

Keceriaan Ibu-ibu PKK di Fisherism Tanjungriau Batam

Metrobatam.com, Batam - Ibu-ibu PKK Sei Temiang mengikuti kelas edukasi menghias cookies yang diadakan BP Batam bekerjasama dengan UMKM, bertempat di Fisherism Tanjungriau 22...

Polisi Tembak Mati Tiga Anggota Jaringan Narkoba Internasional

Metrobatam, Medan - Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, menembak mati tiga anggota sindikat narkoba internasional Malaysia-Indonesia, dalam sebuah drama penangkapan yang dilakukan...

Siap-siap, 31 Januari Gerhana Bulan Total Bakal Sapa Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Gerhana Bulan Total diprediksi terjadi pada 31 Januari 2018. Fenomena alam tersebut bisa diamati di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Berdasarkan siaran...
BAGIKAN