Kasus Korupsi Sapi, Hakim Agung Ini Tolak Fathanah Dibui 16 Tahun

240

Metrobatam, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara kepada Ahmad Fathanah dalam kasus korupsi kuota impor sapi. Belakangan MA melansir satu hakim agung menolak hukuman 16 tahun penjara itu.

Kasus bermula saat Fathanah menerima suap Rp 1,3 miliar untuk pengurusan penambahan kuota impor daging sapi. Uang itu juga mengalir ke Presiden PKS kala itu, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Gerak-gerik Fathanah membuat radar KPK berbunyi dan segera menggelar operasi senyap.

Pada 29 Januari 2013, KPK menangkap Fathanah di Hotel Le Meridien malam dan bertemu seorang mahasiswi bernama Maharani Suciyono. Penangkapan ini menyeret LHI, pucuk pimpinan partai Islam yang kala itu juga anggota DPR. Mereka akhirnya diadili dalam sidang terpisah.

Awalnya Fathanah hanya dituntut 7,5 tahun penjara oleh jaksa KPK. Tapi Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman selama 14 tahun penjara. Hukuman Fathanah diperberat di tingkat banding menjadi 16 tahun penjara.

Vonis dibacakan oleh ketua majelis hakim Achmad Sobari dengan hakim anggota Elang Prakoso Wibowo, Roki Panjaitan. Hakim Tipikor Ad Hoc Pengadilan Tinggi Jakarta M. As’Adi Alma’ruf dan Sudiro serta dibantu oleh David Dapa Langgu selaku panitera pengganti.

Atas vonis itu, Fathanah mengajukan kasasi tetapi ditolak pada 17 September 2014. Duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Leopold Luhut Hutagalung. Belakangan terungkap hakim agung yang khusus mengadili perkara korupsi Leopold Luhut Hutagalung menolak hukuman 16 tahun kepada Fathanah.

“Memidana terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun penjara. Barang bukti terkait pencucian uang dikembalikan kepada Terdakwa,” kata Leopold Luhut Hutagalung sebagaimana dilansir website MA, Minggu (28/8).

Menurut Leopold Luhut Hutagalung, Fathanah tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pembuktian terbalik, padahal ia dikenakan pidana pencucian uang. Selain itu, asal usul harta kekayaan Fathanah tidak bisa dibuktikan sehingga haruslah dibebaskan dari dakwaan kedua.

“Saya berpendapat mengabulkan permohonan kasasi dan menolak permohonan kasasi KPK,” ucap Leopold Luhut Hutagalung.

Tapi setelah dilakukan musyawarah, pendapat Leopold Luhut Hutagalung kalah sehingga Fathanah tetap dijatuhi hukuman 16 tahun penjara. Adapun aset Fathanah yang dirampas di antaranya sebuah Marcedes Class C200, sebuah rumah di Perum Pesona Khayangan Depok, sejumlah uang dalam bentuk dolar dan rupiah, dua jam tangan rolex, sebuah jam tangan Cartier, sebuah jam tangan Roger Dubuise, dua buah jam tangan Gucci, dan sejumlah perhiasan. Di kasus itu, LHI divonis 18 tahun penjara.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kane Dua Gol, Spurs Lumat Liverpool 4-1

London - Tottenham Hotspur tampil gemilang kala menghadapi Liverpool. Lewat torehan dua gol Harry Kane, The Lilywhites menang dengan skor 4-1. Pada laga yang dihelat...

Spanyol akan Bubarkan Pemerintah regional dan Gelar Pemilu Catalonia

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Spanyol berencana membubarkan pemerintah regional Catalonia dengan segera menggelar pemilihan umum daerah. Langkah ini dilakukan pemerintah Madrid demi membungkam keinginan...

Astaga! Guru SMA Dihajar Orangtua Siswa, Ini Penyebabnya

Metrobatam, Kendari - Seorang Guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Hayari dianiaya orangtua siswanya pada Jumat 20 Oktober 2017...

10 Pemain Juventus Hancurkan Udinese 6-2, Khedira Hat-trick

Udine - Bermain dengan sepuluh orang, Juventus tetap mampu menang 6-2 atas Udinese di pekan kesembilan Serie A. Sami Khedira mencatat hat-trick di laga...

Presiden Catalonia Tegas Menolak Dikontrol Pemerintah Spanyol

Metrobatam, Jakarta - Pemimpin Catalonia menegaskan mereka tidak akan menerima aturan yang dipaksakan oleh pemerintah Spanyol di tengah krisis politik yang terjadi. Presiden Catalonia Carles...

Masuk Zona Degradasi, Semen Padang Masih Optimistis

Metrobatam, Bekasi - Kekalahan dari Persija Jakarta membuat Semen Padang turun ke zona degradasi Liga 1. Namun begitu, Kabau Sirah tetap optimistis bisa selamat...

Dor! Anggota Brimob Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

Metrobatam, Timika – Seorang personel Brimob Batalyon B Polda Papua meninggal dunia setelah tertembak dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus...

Rossa “The Journey Of 21 Dazzling Years” di Esplanade Singapore

Metrobatam.com, Jakarta - Tahun 2017 merupakan tahun yang sangat special bagi Rossa. Pasalnya, tahun ini merupakan 21 tahun Rossa berkarir dan berkarya di kancah...

Said Aqil Minta Pencatut Logo PBNU di Iklan LGBT Ditangkap

Metrobatam, Jakarta - Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan logo PBNU yang dicatut di iklan kondom untuk LGBT adalah...

Soal Gol Kontroversial Barca, Pelatih Malaga: Sudah Jelas Sekali

Barcelona - Pelatih Malaga Michel Gonzalez merasa tak perlu lagi mengomentari gol kontroversial Barcelona karena menurutnya apa yang terjadi di lapangan sudah sedemikian jelas. Gol...

KPK Lelang Resort Milik M Sanusi di Bogor Senilai Rp 4,9 Miliar

Metrobatam,Jakarta - KPK kembali melelang tanah dan bangunan yang dirampas dari terpidana kasus korupsi. Kali ini giliran aset milik mantan anggota DPRD DKI Jakarta...

MU Akhirnya Tumbang di Markas Tim Promosi Huddersfield Town

Huddersfield - Rentetan tidak terkalahkan Manchester United akhirnya putus. Bertandang ke markas tim promosi Huddersfield Town, MU dipaksa menyerah dengan skor akhir 1-2. Pada pertandingan...
BAGIKAN