Kasus Skripal: Rusia Tutup Konsulat AS dan Pulangkan 60 Diplomat

Moskow – Rusia membalas sanksi diplomatik negara-negara Barat dengan memulangkan 60 diplomat AS dan menutup konsulat di St. Petersburg. Sanksi diplomatik terhadap negara-negara lain akan menyusul.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada Duta Besar AS di Moskow, Jon Huntsman, bahwa Rusia mengusir 60 diplomat AS, meliputi 58 pejabat di Moskow dan dua pejabat di konsulat AS di Yekaterinburg. Selain itu, Rusia memerintahkan penutupan konsulat AS di St. Petersburg (foto artikel).

Konsulat AS di St. Petersburg harus memberhentikan semua kegiatan sampai hari Sabtu, 31 Maret. Sementara para diplomat AS harus meninggalkan Rusia selambatnya minggu depan, 5 April 2018. Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa jika AS mengambil “tindakan permusuhan” lebih lanjut terhadap misi diplomatik Rusia, maka Rusia akan membalasnya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan dalam konferensi pers Kamis (29/3) di Moskow, Rusia akan mengusir jumlah diplomat yang sama dari masing-masing negara yang melakukan pengusiran, sebagai langkah balasan. Berarti ada empat diplomat Jerman yang juga akan diusir dari Rusia.

Perang dingin Rusia – AS

Pemicu konflik terbaru, adalah tudingan serangan terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal. Mantan agen itu dan anak perempuannya ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku taman di kota Salisbury, Inggris, 4 Maret lalu. Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit.

Pihak berwenang Inggris kemudian menyatakan mereka telah diserang dengan agen saraf Novichok yang dirancang militer di zaman Uni Soviet. Inggris menuduh Rusia berada di balik serangan itu dan menuntut keterangan bagaimana senjata kimia itu “bisa ke luar dari Rusia”.

Penasihat keamanan nasional Inggris, Mark Sedwill, mengatakan kepada wartawan ketika berkunjung ke Washington, serangan terhadap Skripal adalah bagian dari “perang hibrida” Rusia, yang beroperasi di bawah tingkat konflik bersenjata. Itu sebabnya barat harus bereaksi tegas terhadap serangan itu.

Solidaritas mitra Inggris

Lebih dari 20 negara, termasuk AS, banyak negara UE dan NATO, kemudian mengusir lebih dari 150 diplomat Rusia sebagai tanda solidaritas terhadap Inggris. Rusia tetap bersikeras membantah semua tuduhan dan menyebut sanksi diplomatik barat sebagai “tindakan permusuhan”.

Duta Besar AS di Moskow, Jon Huntsman, dalam sebuah pernyataan mengatakan, “tidak ada pembenaran” untuk langkah Rusia. Dia menerangkan lebih lanjut, bahwa Moskow tidak tertarik untuk berdialog dengan AS tentang hal-hal penting.

“Rusia seharusnya tidak bertindak seperti seorang korban,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, di Washington. Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders menyatakan, langkah balasan Moskow “menandai kemunduran lebih lanjut dalam hubungan Amerika Serikat-Rusia.”

Sementara itu, Rumah sakit tempat Sergei Skripal dan anaknya dirawat mengatakan hari Kamis (29/3), kondisi Yulia yang berusia 33 tahun sudah “meningkat pesat dan tidak lagi dalam kondisi kritis. Kondisinya sekarang stabil.”

“Dia telah merespon dengan baik langkah perawatan, tetapi akan terus menerima perawatan klinis tim ahli selama 24 jam,” kata Dr Christine Blanshard, direktur medis di Salisbury District Hospital. Sementara Sergei Skripal, 66 tahun, dilaporkan masih tetap berada dalam kondisi kritis. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....

Sri Mulyani Dilaporkan soal Pose 1 Jari, Kemenkeu: Itu Bukan Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu karena pose satu jari saat penutupan IMF-World Bank di Bali beberapa waktu lalu. Kementerian...

Pemerintah Tegaskan Dana Saksi dari APBN Hanya Pelatihan

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan tidak menganggarkan atau mengalokasikan dana untuk saksi dari partai politik pada pelaksanaan pemilu 2019 dalam Anggaran...
SHARE