Metrobatam, Brebes – Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari bicara tentang sosok Muhamad Subkhan yang ramai dibicarakan setelah videonya curhat ke Sandiaga Uno beredar. Juwari menegaskan Subkhan adalah petani bawang tulen yang memiliki kegiatan lain sebagai aktivis pergerakan.

Subkhan, kata Juwari, merupakan warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes yang tetap menekuni usaha bidang pertanian meski sibuk sebagai aktivis LSM.

“Saya kenal sekali, dia itu petani. Keluarga dia juga petani. Hanya saja dia punya kegiatan sampingan sebagai aktivis LSM dan bahkan pernah menjadi Komisioner KPU Brebes,” tegas Juwari, dihubungi detikcom, Rabu (13/2).

Meski demikian, lanjut Juwari, Subkhan tidak masuk dalam keanggotaan Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) yang dipimpinnya. Namun dia menegaskan status Subkhan sebagai petani tak perlu diragukan.

Juwari menjelaskan tidak semua petani bawang masuk dalan keanggotaan ABMI. Juwari memperkirakan, hanya 5 persen petani bawang yang masuk dalam keanggotaan ABMI.

“Kebetulan yang masuk ABMI itu adalah petani yang sering berkumpul dan aktif di sosmed. Namun yang tidak masuk ABMI jumlahnya sangat banyak,” ungkapnya.

Usaha di bidang penanaman bawang merah, tidak hanya dijalani oleh warga yang berprofesi sebagai petani. Tidak sedikit warga Brebes yang berprofesi sebagai PNS, Polri, TNI dan pedagang juga ikut berkecimpung dalam pertanian bawang merah.

Juwari lebih lanjut menerangkan, petani bawang terbagi dalam beberapa golongan. Petani dengan lahan garapan di bawah 0,2 Ha, jumlanya paling banyak dan masuk dalam golongan menengah bawah. Mereka yang menggarap sawah 0,2 hingga 0,5 ha termasuk golongan menengah. Sedangkan lahan garapan 0,5 ha ke atas masuk kategori petani menengah ke atas.

“Saya prediksi jumlah petani golongan menengah ke bawah ada 60 persen, menengah 30 persen dan kalangan atas 10 persen,” terangnya.

Untuk petani golongan menengah ke bawah merupakan kelompok paling riskan terkena dampak fluktuasi harga. Karena mereka menanam dengan modal yang cekak dan uangnya bersumber dari pinjaman bank.

Diuraikan lebih lanjut, sumber modal petani juga bermacam-macam. Ada yang utang di bank, jual aset dan kerjasama dengan toko obat.

“Jadi tidak heran jika pas rugi karena harga anjlok mereka terlilit utang bank,” tandasnya.

Namun demikian, banyak juga petani petani Brebes yang masuk kategori golongan kaya. Mereka memiliki modal berlipat dan tidak begitu merasakan dampak yang besar saat harga anjlok.

“Ada yang menanam bawang hingga ratusan hektar dan modalnya kuat. Mereka kaya-kaya punya mobil bagus dan rumah mewah. Jadi saya tidak setuju kalau orang menstigma bahwa petani bawang itu identik dengan miskin. Mengenakan topi caping celana komprang dan memanggul cangkul,” pungkasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pemko Batam dapat Hibah Lahan untuk Bangun BLK

Metrobatam.com, Batam - Perusahaan Citramas Group akan menghibahkan lahan ke Pemerintah Kota Batam untuk pembangunan balai latihan kerja (BLK). Lahan yang disiapkan seluas 5...

Luhut: Saya Hanya Bilang Jangan Ribut di Arena Debat Capres

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan buka suara terkait keriuhan di sela-sela debat capres kedua pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Luhut...

Tim Prabowo Sempat Mau Boikot Debat Capres Kedua

Metrobatam, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean sempat menyarankan kepada calon presiden Prabowo Subianto memboikot debat capres kedua. Hal ini menyusul keributan para...

PDIP Seret Nama Amien Rais Terkait Isu Lahan Prabowo

Metrobatam, Jakarta - PDIP menyeret nama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terkait polemik isu lahan milik capres Prabowo Subianto yang bergulir sejak debat...

Prabowo Sebut Kasus Ahmad Dhani Dendam Politik, Kejari: Murni Hukum

Metrobatam, Jakarta - Capres Prabowo Subianto menyebut kasus yang melibatkan Ahmad Dhani sebagai bentuk dendam politik. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan mengatakan kasus tersebut...

Polisi Dalami Dugaan Joko Driyono Terlibat Kasus Lain

Metrobatam, Jakarta - Polisi menyatakan masih mendalami dugaan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono terlibat kasus lain selain dugaan perusakan barang bukti pengaturan skor....

Gugat Prabowo, ‘Harjo’ Ingin Bongkar Hoaks Selang Cuci Darah

Metrobatam, Jakarta - Advokat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan Harimau Jokowi (Harjo) menggugat perdata calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Pengadilan Negeri...

Ajudan Kapolres Nyaris Tewas Dikeroyok Warga, 3 Pelaku Ditangkap 2 Kabur

Metrobatam, Jayapura - Ajudan Kapolres Jayawijaya, Briptu Agus Dalyono nyaris tewas setelah dikeroyok warga. Peristiwa itu terjadi di di ruangan laboratorium RSUD Wamena, Senin...

Disoal Dahnil, Mendes Tegaskan Jalan Desa 191 Ribu Km Bukan ‘Simsalabim’

Metrobatam, Jakarta - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan klaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pembangunan jalan...

‘Pengkhianatan’ Facebook pada WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp dibeli Facebook tepat 5 tahun lampau. Kala itu, Jan Koum dan Brian Acton selaku pendirinya ikut bergabung dengan perusahaan milik...

Jokowi Menyerang Prabowo, JK Buka Fakta

Metrobatam, Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menyerang Prabowo Subianto dengan besarnya lahan Hak Guna Usaha (HGU) sang rival. Wapres Jusuf Kalla (JK)...

Hashim Jenguk Ahmad Dhani: Dia Mendapat Tekanan yang Berat

Metrobatam, Surabaya - Adik Kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo membesuk terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' Ahmad Dhani di Rutan Klas 1...