Kejari Batam akan Periksa Kadis DKP Batam, Ini Alasannya

697
Kasi Pidsus Kejari Batam, M Iqbal

Metrobatam.com, Batam – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam segera memanggil Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam, Sulaiman Nababan untuk diperiksa terkait dugaan korupsi lelang pengangkutan sampah tahun 2011-2015.Kasi Pidsus Kejari Batam, M Iqbal menjelaskan pemanggilan Kadis DKP masih sebagai saksi.

“Belum ditetapkan agendanya, tapi yang pasti, Insya Allah dalam waktu dekat kami kita panggil dan lanjutkan pemeriksaan,” kata M Iqbal, Jumat (15/7).

Kata Ikbal, kasus dugaan korupsi DKP sedang dilakukan pengembangan. Dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa puluhan supir dan lainnya. Pemeriksaan kembali dilanjutkan usai Ulang Tahun Kejaksaan yang ke-56,ujarnya.

Di tempat terpisah, Kajari Batam, Muhammad Mikroj mengatakan, kasus korupsi tetap dijadikan atensi di Batam secara bertahap. Meski demikian ada yang diprioritaskan dan perlu penyelesaiannya digesa pengungkapannya. Karena SDM di Kejari terbatas. Namun tidak berarti kasus korupsi diabaikan.

Dikatakannya,  pihaknya saat ini tengah fokus terhadap pencegahan korupsi sesuai intruksi Presiden Jokowi dan sudah ada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bermitra. Khususnya dalam proyek-proyek besar Kejari mendampingi agar jangan terjadi korupsi.

“Kalau masih terjadi korupsi lagi akan saya sikat,”katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Ppidsus Kejari Batam M Iqbal menegaskan, pihaknya tidak melakukan penghentian pengusutan dugaan korupsi di DKP. Justru pihaknya kembali mendapat laporan pengaduan masyarakat maupun LSM, ada dugaan korupsi lainnya.

“Justru kami dapat laporan lagi bahwa ada dugaan korupsi lainnya di dinas itu,” ujarnya.

Namun kendalanya saat ini yang dihadapi, pihak harus menyelesaikan terlebih dahulu kasus korupsi Alkes karena personil terbatas.

“Sebelumnya sudah sempat kami periksa beberapa saksi dari internal DKP dan intinya target kami tetap jalan,” tegasnya .

Sebelumnya Kejari telah memeriksa saksi pelapor, 16 sopir perusahaan pemenang lelang sampah, PT Royal Gensa Asih (RGA). Bahkan saat ini, pemanggilan terhadap saksi lain terus dilakukan.

“Selain saksi, dokumen kontrak lelang dari tahun 2011-2013 sudah kita dapat,” kata Iqbal. Dokumen kontrak lelang pengangkutan sampah tahun 2014 dan 2015, kata Iqbal, sampai saat ini belum diserahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Batam. Padahal, surat permintaan dokumen kontrak itu telah dikirim sejak jauh-jauh hari.

“Sambil menunggu dokumen, saksi-saksi kita periksa dulu,” ujarnya.

Dugaan korupsi lelang pengangkutan sampah di Kota Batam, bermula adanya laporan sejumlah LSM dan Ormas di Batam. Mereka menuding, proses lelang ada permainan atau adanya dugaan kongkalikong antara pemenang lelang dengan Walikota Batam Ahmad Dahlan yang menjabat saat itu sehingga mengakibatkan kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah.

Kendati pengangkutan sampah telah dilelang, menurut para pelapor fakta di lapangan armada yang mengangkut sampah dan pekerja masih dari DKP Batam. Sehingga, para pelapor menduga proses lelang hanya modus untuk mengeruk APBD Kota Batam.

 

mb//haluankepri

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bareskrim Polri Kembali Tangkap Penyelundup Miras Ilegal Jariangan Batam

Metrobatam.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim menangkap 2 tersangka penyelundupan miras jaringan BH alias Kwkn. Kedua tersangka berinisial F dan...

Seluruh Fraksi di DPRD Kepri Sepakat Perda Pendidikan Perjuangkan Guru Honorer

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri sepakat untuk melanjutkan hak inisiatif pengelolaan pendidikan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Ketua DPRD...

36 PTIS Riau-Kepri Ramaikan PIOS Ke-6 di Batam

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 36 Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) Riau-Kepulauan Riau mengikuti Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) Ke-6, Senin (23/10). Kegiatan yang...

AS Tolak Panglima TNI, Media Australia: Ini Bencana Diplomatik

Canberra - Media-media asing ramai memberitakan penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Media Australia menyoroti alasan misterius di balik penolakan...

Dicecar Hakim, Eks Dirut PNRI Menangis di Sidang e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Mantan Direktur Utama PNRI Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang dugaan korupsi e-KTP. Isnu menangis saat dicecar hakim soal peran Andi...

Dubes AS Minta Maaf, Menlu Retno: Tak Cukup, Perlu Penjelasan

Metrobatam, Jakarta - Dubes AS untuk RI Joseph Donovan meminta maaf atas insiden penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun, bagi pemerintah...

Pilkada 2018 Diprediksi Sedot Kas Negara Sampai Rp20 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Dana hibah yang disepakati akan dikucurkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di 171 daerah sudah mencapai Rp15,2 triliun. Belasan triliun dana...

Istana akan Gelar Rapat Bahas Densus Tipikor

Metrobatam, Bandung - Usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) oleh Polri menuai kritikan dari berbagai pihak. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)...

Papua Mencekam! 4 Anggota Brimob Ditembak saat Evakuasi Jenazah Rekannya

Metrobatam, Jayapura - Pasca teror penembakan di kawasan Freeport, hingga kini aksi penembakan terus terjadi. Pagi ini, empat anggota Brimob Polda Papua tertembak saat...

Soal Penolakan pada Panglima TNI, Wiranto Tunggu Penjelasan AS

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan masih menunggu klarifikasi dari pihak Amerika Serikat terkait dengan penolakan Panglima TNI...

Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Terjaring Razia Narkoba di Diskotek

Metrobatam, Medan - Petugas Gabungan Polisi dan Badan Narkotika Nasional, yang dipimpin Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Medan, berhasil menjaring sebanyak 80 orang...

PBNU: Yang Menolak Pancasila, Silakan Hidup di Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bahwa ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tak bisa diganggu...
BAGIKAN