Kelompok ISIS Melirik Poso untuk Dijadikan Markas

    Metrobatam, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan mengungkapkan adanya informasi bahwa kelompok Islamic State Irak and Syria (ISIS) ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis kekuatanya setelah kalah Filipina.

    Pengamat Terorisme, Zaki Mubarak mengungkapkan, informasi pemindahan basis kekuatan ISIS di Indonesia memang menguat. Menurutnya, kelompok radikal itu melirik Kota Poso, Sulawesi Tengah sebagai markas di Indonesia.

    Menurut Zaki, alasan ISIS untuk menduduki Poso lantaran, jaringan Mujahidin Indonesia Timur MIT) sekaligus sekutu ISIS itu memiliki kekuatan yang solid di bawah kepemimpinan Santoso alias Abu Wardah.

    “Betul, jadi selain Filipina, Marawi, maka Indonesia yang dilirik sebagai basis. Terutama di Poso, karena saat itu MIT di bawah Santoso sangat kuat,” kata Zaki saat berbincang dengan Okezone, Jakarta, Rabu (16/5).

    Selain itu, Zaki menyebut, kondisi sosial di Poso juga menjadi kesempatan ISIS berniat menempati kota itu sebagai markas di Indonesia. Tak hanya itu, sambung Zaki, adanya fenomena konflik Agama di Poso juga menjadi celah untuk dimanfaatkan ISIS.

    “Beberapa jihadis dari Uighur dan Turki juga telah bergabung dengan MIT. Juga kondisi sosiologis masyarakat yang terfragmentasi akibat konflik Islam-Kristen di Poso menjadikannya sangat kondusif (untuk jadi markas ISIS),” papar Zaki.

    Zaki mengungkapkan, jauh sebelumnya, Kota Poso memang sudah diincar oleh kelompok Al-Qaeda untuk dijadikan basis kekuatan dari jaringan tersebut. Bahkan, hal ini yang diindikasikan kuat sebagai lahirnya kelompok MIT di Indonesia.

    “Sebelumnya awal 2000an Jemaah Islamiyah (JI), sudah merancang proyek Uhud untuk menjadikan Poso sebagai basis Al-Qaeda. Proyek Uhud, itulah yang menjadi salah satu cikal bakal munculnya MIT,” ungkap Zaki.

    Aparat kepolisian sendiri telah membentuk tim untuk memburu kelompok MIT dengan sandi Operasi Tinombala. Bahkan, sampai saat ini, tim gabungan Polri dan TNI masih terus mengincar beberapa kelompok MIT di Poso.

    Rencana pemindahan basis ISIS ke Indonesia sendiri diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Informasi itu diperoleh dalam kerja sama operasi enam negara dengan sandi ‘Our Eyes’.

    Adapun enam negara itu, yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darusalam, Thailand, Singapura, dan Filipina.

    JAD Kelompok Teroris Paling Aktif

    Ia juga mengungkapkan, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merupakan kelompok teroris di Indonesia yang menjadi dalang dalam rentetan aksi ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo. Jaringan itu diketahui bersekutu dengan Islamic State in Irak and Syria (ISIS).

    Melihat hal tersebut, Pengamat Terorisme, Zaki Mubarak menyebut bahwa, JAD merupakan kelompok teroris di Indonesia yang paling aktif dalam melancarkan aksi terornya saat ini. Zaki menegaskan penegak hukum harus mewaspadai pergerakan kelompok tersebut.

    “Ya, diantara kelompok-kelompok jihadis yang melakukan Baiat kepada ISIS, memang JAD menjadi kekuatan paling dominan dan aktif,” kata Zaki.

    JAD, kata Zaki, juga memiliki koneksi dengan beberapa kelompok radikal lainnya di Indonesia, seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT), juga Mujahidin Indonesia Barat (MIB). Kelompok ini akan mendukung satu sama lain dalam melancarkan aksi teror.

    “Ada faksi di ring Banten. Ada Mujahidin Indonesia Timur (MIT), juga Mujahidin Indonesia Barat (MIB). Kelompok ini merupakan kompatriot atau mitra JAD. Salam aksi-aksi saling membantu,” tutur Zaki.

    Zaki melanjutkan, semangat JAD dalam melancarkan aksi terornya tak lepas dari sosok Aman Abdurahman alias Oman. Aman sendiri saat ini tengah menjalani sidang kasus perencanaan bom Thamrin.

    Menurutnya, daya tarik Aman sebagai pentolan ISIS di Indonesia tak lepas dari sel-sel JAD melancarkan aksi radikal. Apalagi, seluruh ideologi dan pemahaman Aman soal jihad yang dituangkan ke dalam buku, menjadi pedoman para anggota JAD.

    “Tulisan-tulisan Aman terutama yang dihimpun dalan seri materi tauhid menjadi referensi bagi mereka (kelompok JAD) dalam memahami, makna tauhid, jihad, dan amaliahnya. Konsep takfiri, penghukuman sebagai Thaghut atas pemerintah dan aparatnya, banyak bersumber dari tulisan itu,” papar Zaki.

    Dengan menganut pemahaman itu, menurut Zaki, rentetan aksi bom bunuh diri di Surabaya, merupakan pelampiasan JAD yang tidak bisa ikut berperang bersama ISIS di Suriah dan Irak.

    “Jadi bila aksi di Surabaya diduga kuat merupakan jaringan JAD yang sedang melakukan amaliah jihad di dalam negeri, karena terhalang untuk hijrah ke Suriah dan Irak, saya kira betul,” ucap dia. (mb/okezone)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Di Asian Games 2018, Wushu Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia

    Metrobatam.com, Jakarta - Indonesia berhasil meraih medali pertama di Asian Games 2018. Xavier Edgar Marvelo menggondol perak dari wushu di nomor changquan.  Dalam final changquan di...

    Anak Krakatau Berada pada Status Waspada, Setelah Erupsi

    Metrobatam.com, Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada Sabtu pukul 18.09 WIB. Menurut BMKG, bersumber...

    Harga Minyak Dunia Mulai Memanas

    Metrobatam.com, New York - Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun jatuh untuk periode minggu ini, karena kekhawatiran bahwa...

    Kenalkan Kapal Perang, TNI AL Gelar NBOD di Tanjung Uban

    Metrobatam.com, Bintan - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, TNI AL dalam hal ini Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi bersama Satuan Kapal...

    BNN Tangkap Sindikat Narkoba Internasional di Riau, 2 Kg Sabu Disita

    Metrobatam.com, Riau - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap lima anggota sindikat narkotika internasional dari halaman parkir dua hotel di Pekanbaru, Riau. Dari tangan para...

    HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 1.685 Warga Binaan Kepri Dapat Remisi

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 1.685 warga binaan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau menerima remisi pada peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Pemberian remisi atau pemotongan...

    Danlantamal IV Pimpin AKRS di Wilayah Tanjungpinang

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya Apel Kohormatan dan...

    Hilang Selama Sepakan, Jenazah Kiatwansyah Akhirnya Ditemukan

    Metrobatam.com, Manokwari - Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perairan Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat, Jumat pekan lalu akhirnya ditemukan setelah Tim Search...

    MUI Vonis Kerajaan Ubur-Ubur Sesat dan Menista Agama

    Metrobatam, Serang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang memutuskan ajaran Kerajaan Ubur-ubur sesat dan menyesatkan. Kerajaan ini dinilai dapat dikenalan pasal penistaan agama....

    Spanduk PKS-HTI Dukung #2019GantiPresiden di Bandung Dibongkar

    Metrobatam, Bandung - Spanduk duet Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berisi dukungan gerakan #2019GantiPresiden sempat mejeng di Kabupaten Bandung. Namun...

    ABG 12 Tahun di Jambi Jadi Ibu, Pemprov Ngaku Kecolongan

    Metrobatam, Jambi - ABG 12 tahun di Jambi tak seperti anak biasanya. Di usianya yang masih cilik itu, ABG tersebut sudah menjadi ibu 1...

    Rotasi 14 Pegawai Berujung Polemik di Internal KPK

    Metrobatam, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana melakukan rotasi terhadap 14 pegawai pada awal Agustus 2018. Namun, rencana perpindahan posisi para pegawai...
    BAGIKAN