Keluarga Tersangka Teroris Kelompok Batam Melapor ke Komnas HAM

476
Kuasa hukum tersangka teroris Batam melapor ke Komnas HAM (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Metrobatam.com, Jakarta – Polri menetapkan lima terduga teroris yang tergabung dalam kelompok Kitabah Gigih Rahmat (KGR) yang ditangkap di Batam, Kepulauan Riau pada Jumat 5 Agustus 2016 sebagai tersangka. Mereka diduga terkait dengan simpatisan ISIS, Bahrun Naim.

Keluarga tersangka teroris itu pun melaporkan penangkapan tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, pada Rabu 10 Agustus 2016.

“Peristiwa atas Siyono takut terulang menimpa Gigih (GRD), dengan berbagai landasan itulah motivasi pihak keluarga akhirnya melaporkan ke pihak Komnas HAM,” kata pengacara tersangka teroris Batam Agus Purwanto saat dikonfirmasin wartawan pada Rabu malam.

Agus mengatakan, pihak keluarga tersangka GRD menilai, polisi belum menunjukkan bukti keterlibatan GRD dengan Bahrun Naim.

“Adanya isu yang digembar-gemborkan pembuatan roket dan akan melakukan penyerangan hingga saat ini tidak bisa dibuktikan oleh pihak kepolisan,” kata dia.

Dia menuturkan, sebelum GRD diterbangkan ke Jakarta, pihak polisi menutup akses keluarga yang ingin mengetahui kondisi keluarganya itu.

“Kami dan pihak keluarga mengapresiasi dan mendukung kepolisian dalam menegakkan hukum, termasuk pemberantasan terorisme, namun berharap agar semuanya dilakukan secara profesional. Meminta agar kepolisian tidak menimbulkan teror baru di masyarakat dengan informasi-informasi yang justru kemudian diralat sendiri,” kata dia.

Agus mengimbau seluruh keluarga penangkapan 6 terduga teroris di Batam agar menghubungi timnya. Dia menambahkan, keluarga GRD akan ke Jakarta.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama jajaran Polda Sulawesi Tengah menangkap enam terduga teroris di Batam, Jumat 5 Agustus lalu.

Keenam orang yang ditangkap di beberapa lokasi berlainan berinisial GRD (31), TAR (21) dan ES (35) diringkus di kawasan Batam Center, TS (46) dibekuk di Nagoya, HGY (20) dan MTS (19) dicokok di Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji, Batam.

Namun, MTS dibebaskan. Sebab, ia tak terbukti terkait dengan jaringan teroris tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, kelompok ini pernah merencanakan untuk menyerang Singapura dengan roket.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Agus Rianto di kantornya, Jakarta, Jumat 5 Agustus 2016 mengatakan, Densus 88 menduga GRD merupakan pimpinan KGR. GRD juga diduga kuat pernah menampung 2 anggota kelompok jaringan teroris yang berasal dari Uighur, atas nama D dan A.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya telah menggeledah sejumlah tempat yang diduga sebagai markas kelompok KGR. Namun, pihaknya tidak menemukan bahan peledak maupun roket untuk melancarkan aksi teror.

“Masih dilakukan pengembangan lebih lanjut karena dari keterangan yang mereka sampaikan, kita belum bisa sepenuhnya mempercayai begitu saja,” kata Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin 8 Agustus 2016.

 

Sumber: Liputan6

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Partai Kalangan Golput Daftar ke KPU Usung Jokowi di 2019

Metrobatam, Jakarta - Partai Indonesia Kerja (PIKA) ikut memeriahkan deretan partai baru yang resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019 ke KPU RI, Senin malam...

Menjelang Akhir Tahun, Bupati Bintan Himbau Nelayan Waspada Saat Melaut

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau agar para nelayan di Kabupaten Bintan untuk ekstra waspada saat melaut. Himbauan tersebut dilontarkannya...

Pesawat AirAsia Perth – Bali Terjun 20 Ribu Kaki di Udara, Penumpang Panik

Metrobatam, Jakarta - Pesawat AirAsia dengan rute Perth menuju Bali terpaksa kembali ke Australia di tengah perjalanan setelah mengalami keadaan darurat pada Minggu (15/10). Sejumlah...

Bentuk Densus Tipikor, Kapolri Tawarkan 2 Metode Pemberantasan Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menawarkan adanya dua metode kerja Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Dua metode ini diharapkan dapat...

7 Sindikat Narkoba Diringkus Polisi, Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

Metrobatam, Jambi - Sebanyak 7 orang sindikat peredaran narkoba antarprovinsi diringkus anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda jambi. Dari tujuh pelaku, salah satunya wanita berinisial...

Sri Rahayu Penghina Jokowi Terancam Penjara 6 Tahun

Metrobatam, Cianjur - Sidang terdakwa kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menghadirkan terdakwa Sri Rahayu Ningsih digelar di Pengadilan Negeri Cianjur (PN Cianjur). Sri...

Perahu Pengungsi Rohingya Tenggelam Dekat Bangladesh, 8 Orang Tewas

Dhaka - Sebuah perahu yang dipenuhi pengungsi Rohingya tenggelam saat berlayar ke Bangladesh, dari Myanmar. Sedikitnya 8 orang tewas tenggelam dan puluhan orang lainnya...

Anggota DPRD Ini Lima Tahun Bisnis BBM Ilegal

Metrobatam, Bandung - JI (53), anggota DPRD Kabupaten Pangandaran nyambi menjadi penjual BBM ilegal. JI menjalankan bisnisnya sudah lima tahun. "Yang bersangkutan sudah 5 tahun...

PPP Cari Figur yang Bisa Dongkrak Elektabilitas Jokowi di 2019

Metrobatam, Jakarta - PPP kembali mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan belum memilih siapa yang akan diusung...

Mantan Ketua Fraksi Demokrat Ngaku Terima Rp970 Juta dari Nazaruddin

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah mengaku menerima uang Rp970 juta dari mantan Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPR RI...

KPK Segera Rilis Evaluasi Praperadilan Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan hasil kajian atas kekalahan dalam praperadilan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov. Ketua KPK Agus Rahardjo...
BAGIKAN