Kemendagri Pastikan Bisa Cetak 22 Juta Blanko e-KTP

Metrobatam, Jakarta – Sebanyak 22,75 juta blangko e-KTP baru akan disediakan Kementerian Dalam Negeri pada 2017 dan 2018. Jumlah itu didapat berkat pengadaan tanpa tender dengan sistem katalog elektronik (e-katalog) sektoral. Sistem ini menutup peluang kelangkaan blangko seperti sebelumnya.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh merinci, pengadaan blangko untuk tahun ini mencapai 6,75 juta lembar. Pada tahun depan, pengadaan blangko e-KTP mencapai 16 juta blangko.

Menurutnya, keberhasilan penyediaan ini tak lepas dari perubahan sistem pengadaan barang, dari sistem tender ke sistem katalog elektronik sektoral.

“Perlu waktu dua tahun untuk mendorong menjadi katalog sektoral. Mudah-mudahan tak ada lagi kegagalan (lelang), karena 2018 pilkada yang meliputi 2/3 wilayah dan ada Pileg serta Pilpres. KTP sangat dibutuhkan untuk itu,” ujar dia, di Gedung C Kemendagri, Jakarta, Selasa (14/11).

Dengan e-katalog sektoral ini, harga pencetakan blangko e-KTP adalah Rp9.457 per lembar. Ini lebih murah dibanding pengadaan terdahulu, dengan nilai per lembar blangko bisa mencapai Rp10 ribu hingga Rp11 ribu.

Dalam proses ini, tiga perusahaan menjadi rekanan Kemendagri. Yakni, PT. Pura Barutama, PT. Jasuindo Tiga Perkasa, dan PT Trisakti Mustika Graphika.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo menimpali, pengadaan blangko e-KTP sebelumnya dilakukan melalui proses lelang. Hal itu memicu kelangkaan blangko e-KTP di berbagai daerah. Proses lelang membuka peluang adanya gagal lelang akibat disanggah perusahaan yang kalah tender.

“(Terlambat) karena gagal lelang. Kedua, kalau sudah ada yang menang lelang masih disomasi, masih disanggah. Proses lelangnya panjang. Padahal masyarakat membutuhkan terus menerus, berkelanjutan, kaitannya dengan blangko e-KTP,” jelas dia.

Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Sarah Sadiqa menjelaskan, e-katalog sektoral bak supermarket barang dan jasa yang membuat Kementerian/Lembaga dapat membeli barang atau jasa sesuai kebutuhan.

“Pengadaan e-katalog sektoral itu membantu Kemendagri. Kapan saja membutuhkan e-KTP, (barang) itu sudah tersedia, tinggal masuk dalam sistem. Jadi kita tidak lagi berbicara lelang yang gagal,” ujarnya.

Kegagalan lelang blangko e-KTP pernah terjadi pada 4 Februari 2017. Ketika itu, Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP) Kemendagri menyatakan pelelangan E-KTP sebanyak 7 juta blangko dinyatakan gagal lelang. Sebab, tidak ada perusahaan yang lulus uji teknis.

Di sejumlah daerah, warga mengeluhkan keterlambatan yang berlarut dalam hal penerbitan e-KTP. Pemerintah setempat menyebut bahwa kelangkaan blangko e-KTP menjadi penyebabnya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....

Sri Mulyani Dilaporkan soal Pose 1 Jari, Kemenkeu: Itu Bukan Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu karena pose satu jari saat penutupan IMF-World Bank di Bali beberapa waktu lalu. Kementerian...

Pemerintah Tegaskan Dana Saksi dari APBN Hanya Pelatihan

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan tidak menganggarkan atau mengalokasikan dana untuk saksi dari partai politik pada pelaksanaan pemilu 2019 dalam Anggaran...
SHARE