Kemendikbud Klaim Nadiem Rela Tak Populer Demi Majukan PAUD

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim Mendikbud Nadiem Makarim rela tak banyak disorot media massa dan tak populer demi memajukan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Klaim itu datang dari Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar. Dia menyebut Nadiem telah menyampaikan kerelaan dirinya agar tak banyak disorot media massa karena sepak terjang dan programnya di kementerian pendidikan.

Muat Lebih

Kata Harris, hal itu karena konsep dan program yang akan diterapkan Nadiem untuk jangka panjang yang ukuran keberhasilannya baru terasa 20 hingga 30 tahun mendatang.

“Beliau rela untuk tidak popular kalau untuk mempersiapkan bangsa Indonesia ini untuk 20 sampai 30 tahun ke depan,” kata Harris di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

“Jadi ya pada hari pertama beliau sampaikan bahwa apa pun yang dilakukan harus dipikirkan for the next 30 year,” jelasnya.

Nadiem sendiri, kata Harris di hari pertamanya bekerja sebagai Mendikbud memang sengaja mengumpulkan dan mendengar masukan dari tokoh-tokoh masyarakat, akademisi, dan praktisi di dunia pendidikan.

Hal ini dilakukan Nadiem agar bisa mengetahui secara pasti apa saja yang perlu dilakukan demi memenuhi standar dan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik.

“Jadi saat ini, tiga bulan ini beliau mendengar, dari semua pakar, tokoh masyarakat, dari semua lapisan masyarakat tentang bagaimana bagusnya untuk kelola pendidikan di Indonesia ini,” kata dia.

Harris sendiri mengaku belum bisa merinci program apa yang akan dilakukan oleh Nadiem. Yang jelas terobosan demi meningkatkan kualitas pendidikan tersebut berupa peningkatan mutu pendidikan.

“Spesifikasinya, yang kami sudah diskusikan itu adalah peningkatan mutu Beyond quality, beyond acses, itu juga yang jadi konsen kita selama ini. Kita maju dalam aksesnya, satu desa satu PAUD,” katanya.

Hal sama juga dijelaskan oleh Direktur PAUD Kementerian Pendidikan, Muhammad Hasbi. Pernyataan Nadiem soal rela tak popular ini berkaitan dengan investasi di bidang PAUD yang memang tidak popular. Sebab hasil dari investasi tersebut baru akan terasa setelah jangka waktu 30 tahun ke depan.

Butuh waktu setidaknya lima belas tahun agar hasil investasi tersebut terasa, sedangkan dalam jangka waktu tersebut belum tentu Nadiem masih menjabat sebagai menteri pendidikan.

“Makanya pak Menteri Nadiem katakan bahwa beliau rela tidak popular karena memang tidak bisa dilihat dalam jangka pendek untuk menghasilkan generasi unggul 20 tahun lagi ke depan,” jelasnya. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Pos terkait