Kemenhub Investigasi Lion Air Senggol Tiang, Pilot Di-grounded

oleh

Metrobatam, Jakarta – Pesawat Lion Air PK-LGY rute Bengkulu-Jakarta menyenggol tiang lampu di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, yang menyebabkan sayap kirinya rusak. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung melakukan investigasi.

“Untuk kejadian ini akan dilakukan investigasi oleh Inspektur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Inspektur Bandar Udara, dan Inspektur Navigasi Penerbangan guna melihat penyebab kejadian dan langkah tindak lanjut yang tepat,” demikian kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara M Pramintohadi Sukarno dalam keterangan pers yang disampaikan Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Sindu Rahayu, Rabu (7/11).

Pesawat yang sayapnya menyenggol tiang berjenis Boeing 737-900 ER dengan nomor registrasi PK-LGY. Pesawat sedianya dijadwalkan berangkat dari Bengkulu ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT 633 pukul 18.20 WIB.

Ada tujuh kru pesawat dan 143 penumpang dalam pesawat. Karena insiden ini, para penumpang dialihkan dengan pesawat lainnya.

“Saat ini pesawat dan pilot telah di-grounded untuk keperluan investigasi,” kata Pramintohadi dalam keterangan pers itu.

Kondisi sayap pesawat itu rusak. “Kami telah menerima laporan awal dari Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu bahwa sayap pesawat Lion Air JT 633 yang akan berangkat dari Bandara Fatmawati Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta menyenggol tiang parking stand 3 yang berada di depan gedung VIP Bandara tersebut sehingga sayap pesawat sebelah kiri mengalami kerusakan,” kata Pramintohadi.

Sementara Lion Air menyebut pesawat digerakkan pilot dipandu petugas bandara. “Ketika pesawat bergerak menuju landas pacu (runway), ternyata ujung sayap menyenggol tiang lampu koordinat landas parkir (apron) bandar udara, sehingga mengalami kerusakan. Pesawat digerakkan oleh pilot dengan panduan dan petunjuk serta tanda yang diberikan oleh petugas aircraft movement control (AMC),” ujar Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro, Rabu (7/11). (mb/detik)