Kemenkes Duga Virus Zika di Singapura Lebih Ganas

epa05519773 Arriving passangers walk past a banner with writing 'Be ware mosquitos caused Zika, Dengue, Chikunguya, and Yellow Fever' at Soekarno-Hatta International Airport in Tangerang, outskirt of Jakarta, Indonesia, 02 September 2016. According to media reports, Indonesia's health official is monitoring travelers coming from Singapore for Zika. At least 115 cases of patients affected with the Zika virus have been discovered in Singapore with most of the cases involving local transmission of the mosquito borne disease. Countries such as South Korea, Taiwan, Australia, the United Kingdom and the USA have issued travel advisories warning their citizens of the Zika outbreak in Singapore. EPA/MAST IRHAM

Metrobatam, Jakarta – Direktur Surveilance dan Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jane Soepardi, mengatakan masyarakat Indonesia perlu mewaspadai penularan virus Zika dari Singapura. Virus Zika di Singapura diduga lebih ganas dari virus Zika yang sebelumnya ada.

Menurut Jane, pada pertengahan Mei lalu, satu warga negara Singapura terdeteksi mengalami penularan virus Zika ketika kembali dari Brasil. Kondisi ini dinilai berbahaya karena virus Zika yang merebak di Brasil dan negara Amerika Latin lainnya berisiko menyebabkan bayi lahir dengan kepala kecil (microchephali) pada bayi dan penyakit guillain barre syndrome (kelumpuhan GBS) bagi orang dewasa.

“Virus Zika yang merebak di Brasil ini sebelumnya berasal dari Asia. Bagaimana bisa tiba di sana itu belum diketahui pasti. Yang perlu dicatat, setelah merebak di Brasil, virus diduga bermutasi sehingga efeknya lebih buruk bagi kesehatan,” jelas Jane kepada Republika di Jakarta, Rabu (7/9).

Sementara itu, virus Zika yang sebelumnya ditemukan di Asia atau Afrika, tidak memiliki efek buruk. Dalam dokumentasi penelitian kesehatan sebelumnya, penularan virus Zika di Asia dan Afrika bahkan berdampak cukup ringan bagi tubuh seperti demam dan nyeri pada persendian.

Mengingat letak geografis Singapura yang sangat dekat dengan Indonesia, Jane mengingatkan jika penularan virus Zika yang berbahaya sangat mungkin terjadi. Sebab, saat ini mobilitas warga Indonesia ke Singapura mencapai ribuan orang dalam satu hari.

Selain itu, Indonesia merupakan habitat nyamuk Aedes Aegypti dalam jumlah besar. Nyamuk inilah yang menjadi vektor penular virus Zika ke manusia.

Jane pun mengingatkan status Indonesia yang hingga saat ini masih belum tuntas memberantas demam berdarah. Jika dibandingkan dengan Brazil yang berstatus hyper endemic demam berdarah, maka situasi Indonesia kurang lebih sama.

“Bukan tidak mungkin jika ramalan beberapa pihak tentang wabah Zika di Indonesia bisa saja terjadi, mengingat situasi di atas. Karena itu, masyarakat yang baru pulang dari luar negeri, utamanya Singapura harus lebih waspada dan proaktif memantau kondisi tubuhnya,” tambah Jane.(mb/republika)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Habibie: Pilih Presiden yang Mampu dan Rekam Jejaknya Nyata

Metrobatam, Jakarta - Presiden ke-3 RI BJ Habibie bicara soal Pilpres 2019. Dia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih Presiden yang mampu dan mempunyai kerja...

Menanti Langkah Kemenkum HAM Usai Minta Maaf Soal OTT Sukamiskin

Metrobatam, Jakarta - Sel mewah di Lapas Sukamiskin terbongkar. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dijalankan KPK di Lapas Sukamiskin membuka dugaan adanya suap untuk...

Ekonom Senior Bank Dunia Tewas Tenggelam di Pantai Double Six Bali

Metrobatam, Kuta – Ekonom senior Bank Dunia tewas tenggelam di Pantai Doubel Six Bali. Korban diketahui bernama Aakansha Pande(38) yang dinyatakan tewas saat dalam...

19 Pintu Tol Jakarta Ditutup Selama Asian Games 2018

Metrobatam, Jakarta - Sebanyak 19 pintu tol di DKI Jakarta akan ditutup selama Asian Games 2018 berlangsung. Uji coba penutupan 19 pintu tol itu...

Jokowi: Janurnya Belum Melengkung, Silakan Bersaing Jadi Cawapres 1-2 Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan belum memutuskan nama cawapresnya di Pilpres 2019. Jokowi memberikan kesempatan bagi kandidat untuk berkompetisi. "Seperti disampaikan Pak...

International Champions Cup: Sempat Unggul, Liverpool Dikalahkan Dortmund 1-3

Charlotte - Liverpool mengawali pramusimnya di International Champions Cup dengan kekalahan. The Reds tumbang 1-3 dari Borussia Dortmund setelah sempat unggul duluan. Dalam pertandingan di...

Kalapas Sukamiskin Tersangka, Komisi III: Jual Beli Fasilitas Lapas Kecilkan Efek Jera

Metrobatam, Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding menyebut praktek suap di lembaga pemasyarakatan (lapas) akan mengakibatkan terjadinya diskriminasi...

Sidak Lapas Sukamiskin, Kemenkum HAM Temukan Rp 102 Juta

Metrobatam, Jakarta - Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami memimpin sidak di Lapas Sukamiskin. Dari sidak tersebut, ada uang dengan...

Mesut Oezil Umumkan Pensiun dari Timnas Jerman

Berlin - Keputusan mengejutkan datang dari Mesut Oezil. Oezil memutuskan untuk pensiun dari timnas Jerman, saat usianya baru 29 tahun. Pengumuman itu dilakukan Oezil tidak...

KPU: Lima Bakal Caleg Eks Koruptor Dikembalikan ke Parpol

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengembalikan berkas lima bakal calon anggota legislatif ke partai politik asalnya karena merupakan eks narapidana kasus korupsi. "Berdasarkan...

Hidupkan Merpati, Investor Tanggung Utang Rp 10,7 Triliun

Metrobatam, Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) kini dalam kondisi 'mati suri'. Maskapai pelat merah ini tidak beroperasi sejak tahun 2014. Bukan tanpa sebab,...

Tangkap Kalapas Sukamiskin, KPK Sita Uang Tunai dan Mobil

Metrobatam, Jakarta - Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen lewat operasi tangkap tangan (OTT) Jumat malam. Dalam...
BAGIKAN