Metrobatam, Jakarta – Kemenpora mengecek internal terkait uang Rp 2 miliar yang dikembalikan oleh Pemuda Muhammadiyah berkenaan dengan kegiatan apel dan kemah pemuda Islam 2017. Kemenpora memastikan uang Rp 2 miliar itu belum diterima.

“Belum ada, baru saya cek, kontak PPK nya, pejabat pembuat komitmennya, yang membuat perjanjian dengan pak Fanani itu,” kata Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa S Broto saat dihubungi, Rabu (28/11).

   

Gatot mengatakan pihaknya tidak tahu kemana Pemuda Muhammadiyah mengirimkan uang Rp 2 miliar itu. Menurut dia, pengembalian uang kepada lembaga negara mempunyai aturan tersendiri.

“Prosesnya gini, dari pihak penerima ini, siapapun ya, karena sudah diatur dalam peraturan menteri keuangan ya, harus berhubungan dengan internal pemberi, dalam hal ini kan ada PPK,” ujar Gatot.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Kembalikan Rp 2 M, Polisi Tetap Lanjut Penyidikan

Gatot menjelaskan, jika Pemuda Muhammadiyah ingin mengembalikan uang maka harus berkoordinasi dengan PPK terlebih dahulu. Setelah itu, PPK akan berkomunikasi dengan bagian keuangan Kemenpora untuk menerbitkan billing number.

Billing number itu kemudian diberitahukan kepada PPK dan disampaikan kepada bendahara. Pemuda Muhammadiyah seharusnya mengembalikan uang tersebut sesuai billing number yang diberikan.

“Ke Kemenpora hanya melaporkan saja tanpa harus membawa uangnya, nanti sama Kemenpora dikasih billing number. Billing number itu ke bank berapa, ke nomor berapa, harus setor ke kas negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani mengakui PP Pemuda Muhammadiyah mengembalikan uang Rp 2 miliar ke Kemenpora. Uang ini dikembalikan karena dua alasan, salah satunya Pemuda Muhammadiyah tak mau dituding melakukan penyimpangan dana dalam kegiatan kemah pemuda Islam pada 2017.

“Kami tim Pemuda Muhammadiyah tertanggal hari ini kami mengembalikan. Ini bukan perkara apa-apa, tapi soal harga diri yang selama ini kami perjuangkan untuk core gerakan PP Muhammadiyah untuk melawan korupsi,” kata Ahmad Fanani setelah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyimpangan dana kemah pemuda di Polda Metro Jaya, Jumat (23/11).

Alasan kedua pengembalian duit, lanjut Fanani–yang ditunjuk sebagai ketua kegiatan kemah pemuda dari perwakilan PP Pemuda Muhammadiyah–adalah terjadi perbedaan program kegiatan. Semula PP Pemuda Muhammadiyah mengajukan usulan kegiatan pengajian akbar, tapi belakangan berubah menjadi kegiatan kemah pemuda Islam pada 2017. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Disebut Prabowo BUMN Bangkrut, Ini Curhatan Dirut Garuda

Metrobatam, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto belum lama ini melontarkan penyataan yang cukup menghebohkan. Dia bilang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu persatu...

Lelang Jabatan Pemprov Jabar, 114 Orang Berebut 15 Posisi

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat meloloskan 114 pendaftar untuk melanjutkan proses seleksi terbuka pengisian 15 jabatan pimpinan tinggi pratama...

BPN Prabowo Ingin Selesai Damai, Kill the DJ Ngaku Belum Ditemui

Metrobatam, Yogyakarta - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di DIY menginginkan agar perkara lagu 'Jogja Istimewa' diselesaikan dengan musyawarah. Namun Marzuki Mohamad atau...

Yusril Ungkap Alasan Masuk Tim Pakar Debat Capres Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengonfirmasi klaim Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang menyebut namanya masuk dalam...

Awak Maskapai Malindo Air Terlibat Penyelundupan Narkoba ke Australia

Melbourne - Polisi di Melbourne berhasil membongkar sindikat narkoba internasional yang menggunakan awak maskapai Malindo Air dari Malaysia untuk menyeludupkan narkoba ke Australia selama...

Polisi Ungkap Gudang Narkoba di Apartemen Park View Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Anggota Unit Narkoba Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat mengungkap gudang penyimpanan narkoba di Apartemen Park View, Kembangan Jakarta Barat. Kepala Polsek...

Ikatan Dai Aceh Sambangi KPU, Koordinasi soal Tes Baca Alquran

Metrobatam, Jakarta - Ikatan Dai Aceh menyambangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pagi ini. Mereka ingin berkoordinasi soal tes baca Alquran bagi capres-cawapres 2019. "Buat ngomongin...

Pesta Sabu , Aris Idol Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Priok menangkap Januarisman Runtuwenen (JR) alias Aris 'Indonesia Idol' atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Kabid...

Deputi KSP Tegaskan Jokowi Tak Biarkan Kasus HAM Terlantar

Metrobatam, Jakarta - Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani menegaskan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak pernah membiarkan kasus pelanggaran HAM masa...

6 Fakta Kill The DJ yang Murka Lagunya Dipakai Kampanye Tim Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Kill The DJ alias Marzuki Mohamad, murka lagu 'Jogja Istimewa' dipakai kampanye tim Prabowo. Siapa Kill The DJ? Berikut fakta-fakta pria kelahiran...

Bawaslu Tegur KPU Soal Jokowi dan Prabowo Curi Start Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegur Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan capres Joko Widodo dan Prabowo...

Ditawar Jadi PSK, Cita Citata Marah Banget

Metrobatam, Jakarta - Cita Citata rupanya pernah ditawar untuk jadi pekerja seks komersial (PSK). Marah besar, ia pun menolaknya mentah-mentah. "Banyak banyak banget, contohlah beberapa...