Kemlu soal Rizieq: Hanya Negara yang Bisa Bersengketa ke PBB

    1775

    Metrobatam, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI tak berbicara banyak menanggapi pernyataan tim kuasa hukum tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab, yang berencana membawa isu kriminalisasi ulama dan kasus dugaan percakapan berkonten pornografi yang menjerat imam besar FPI itu ke ranah internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan hanya negara yang bisa mengajukan sengketa atau mengangkat isu ke ranah internasional seperti forum PBB atau Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sekali pun.

    [Mengangkat] isu di PBB itu kan ada mekanisme sendiri. Dari segi substansi dan prosedural itu ada caranya sendiri. Kami tidak tahu apa yang dimaksud oleh yang bersangkutan sehingga tak bisa berkomentar secara detail tentang ini,” kata Arrmanatha di Gedung Kemlu, Jakarta, Kamis (18/5).

    Kami tidak tahu substansi yang dilaporkan pihak yang bersangkutan ini seperti apa. Biasanya mengangkat isu ke PBB itu dalam konteks [sengketa] antar negara. Hanya negara yang bisa angkat isu ini di tingkat seperti ini,” ucapnya menambahkan.

    Tanggapan ini dilontarkan Arrmanatha menyusul pernyataan Ketua Tim Advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera yang mengatakan bahwa pihaknya akan membawa kasus ini ke PBB.

    Kapitra bahkan mengatakan Rizieq sudah bertemu salah satu perwakilan PBB saat berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Dia beralasan kasus yang menimpa Rizieq telah menyorot perhatian internasional hingga pentolan FPI itu sempat ditawarkan datang ke markas PBB di Jenewa, Swiss, untuk merepresentasikan kasus yang menimpanya tersebut.

    “Malahan ada pengacara internasional menawarkan diri untuk membawa ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda,” ujar Kapitra di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Namun, keinginan tim advokasi Rizieq ini nampaknya mustahil, sebab dalam situs resmi Mahkamah Internasional tertulis, hanya negara yang bisa menjadi pihak dalam suatu sengketa di lembaga peradilan dunia tersebut.

    Hanya negara anggota PBB dan negara lain yang menjadi anggota Statuta Mahkamah Internasional—dan yang menerima yurisdiksinya di bawah syarat tertentu—bisa mengajukan sengketa ke pengadilan tersebut.

    Kepolisian saat ini masih terus menyelidiki kasus dugaan percakapan mesum yang melibatkan Rizieq dan Ketua Yayasan Solidaritas Cendana Firza Husein.

    Polda Metro Jaya sudah mengirimkan dua kali surat panggilan kepada Rizieq untuk diperiksa sebagai saksi, namun tokoh FPI itu tak kunjung datang memenuhi panggilan polisi.

    Bahkan, seakan lari dari kewajiban hukum, sejak akhir April lalu Rizieq masih berada di Arab Saudi dengan alasan umroh dan menghindari kegaduhan menjelang bulan Ramadan.

    Polri mengimbau Rizieq segera pulang ke tanah air untuk memberikan kesaksian dan mengklarifikasi seluruh dugaan yang menyeret namanya tersebut.(mb/cnn indonesia)

    BERITA TERKINI

    Guru Gugat UU Perlindungan Anak, Ahli: Kenapa Harus Takut?

    Metrobatam, Jakarta - Ahli hukum pidana Agustinus Pohan menilai guru tidak perlu takut dikriminalisasi oleh UU Perlindungan Anak. Mereka seharusnya mereka dapat lebih menyikapi...

    Mantap! TNI AD Juara Umum Lomba Tembak Antarnegara di Australia

    Metrobatam, Tangerang – TNI AD berhasil menjadi juara umum dalam turnamen Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM), yakni lomba tembak bergengsi antar-angkatan...

    Serang Kapal Petugas Bea Cukai, Penyelundup Pakaian Bekas Malaysia Berhasil Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Kapal BC20002 milik Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Operasi Jaring Sriwijaya Direktorat Bea dan Cukai, menangkap satu unit kapal barang di...

    Diduga Matikan Listrik saat Berbuka, Warga Rusak Kantor PLN

    Metrobatam, Pekanbaru - Ratusan warga Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu, Riau mengamuk dan mendatangi Kantor PLN, Minggu (28/5). Aksi ini sebagai tindak kekecewaan warga...

    Rudal Balistik Korea Utara Meluncur dan Mendarat di Laut Jepang

    Metrobatam, Jakarta - Korea Utara menguji coba peluncuran rudal balistik pada Minggu (28/5) waktu setempat. Ini adalah uji coba teranyar. Rudal jatuh di teritori...

    Polres Bogor Ancam Pidana Ormas yang Sweeping Selama Ramadan

    Metrobatam, Bogor – Kepolisian Resor Bogor melarang keras organisasi masyarakat (ormas) melakukan segala bentuk aksi sweeping selama Ramadan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolres...

    Kewenangan TNI Masuk RUU Terorisme, Wiranto: Kita Harus Total

    Metrobatam, Jakarta - Panja Revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme DPR RI sepakat memasukkan kewenangan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kewenangan TNI akan...

    Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini Penampakannya

    Moskow - Mengikuti jejak China yang membuat pesawat C919 saingan Airbus dan Boeing, Rusia juga melakukan hal yang sama. Pada hari Minggu kemarin, Rusia...

    Isak Tangis Warnai Kecelakaan Maut, Tiga Korban Tewas Satu Keluarga

    Metrobatam, Medan - Tiga jasad korban tewas dalam kecelakaan maut truk trailer pengangkut alat berat di medan, Sumatera Utara, disemayamkan di ruang instalasi jenazah,...

    Polisi Tangkap Admin muslim_cyber1, FPI: Bukan Anggota FPI

    Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap HP (23), salah satu admin akun Instagram muslim_cyber1. Meski kebanyakan postingannya membela Imam Besar FPI Habib Rizieq, HP bukanlah...

    Aceh Diguncang Gempa 5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

    Metrobatam, Jakarta - Pagi ini, masyarakat Aceh dikagetkan dengan gempa bumi. Gempa tersebut dirasa cukup keras dengan kekuatan 5 Skala Richter. "Gempa bumi 5 SR...

    Pengembang Rumah Rakyat Tanggung ‘Biaya Siluman’ Rp6,5 Miliar

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) menduga terdapat sejumlah oknum nakal dari kalangan pemerintah daerah (pemda) yang membebankan biaya tidak resmi atau 'biaya...