Kepala Imigrasi Kelas I Batam Lucky Agung Binarto, berserta staf.

Metrobatam.com, Batam – Terkait dengan dugaan Pungutan Liar yang dilakukan Imigrasi Kelas I Batam kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang melewati Pelabuhan Harbour Bay.

Kepala Imigrasi Kelas I Batam Lucky Agung Binarto menjamin tidak ada penghapusan cap NTL (Tidak boleh masuk lagi Malaysia lagi, red) oleh Imigrasi Batam.

   

“Biarpun di paspor dihapus, data NTL tersebut tak akan hilang,” tegas Lucky, Kamis (3/1) pagi.

Kata Lucky, data NTL tersebut sudah direkam melalui mata dan sidik jari saat TKI tersebut membuat paspor.

“Sekalipun nama anda dirubah, atau cap tersebut hilang tak akan menghilangkan cap NTL ini. Karena sekarang sudah terekam melalui retina mata dan sidik jari,” katanya.

Sebelumnya, Ketua LSM Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) Provinsi Kepri Jusri Sabri mengatakan, diduga masih banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masuk keluar melalui Pelabuhan Batam, dengan menggunakan izin berwisata.

Praktek ini pun diduga dibekingi oleh Oknum Imigrasi yang bertugas di Pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbour Bay, Pulau Batam.

“Bahkan sudah ada yang banyak dari TKI ini paspornya sudah dicap NTL (tidak boleh masuk lagi, red) oleh Imigrasi Malaysia. Tapi sama imigrasi dan mafia TKI Indonesia cap kotor paspor tersebut bisa dihilangkan dengan bahan kimia,” ungkap Jusri, Senin(31/12) pagi.

Untuk meloloskan Paspor ini, Mafia TKI dan Imigrasi memunggut biasa Rp100.000 hingga Rp200.000 /orang.

“Tergantung kotornya juga, kalau banyak ya pastinya biayanya lebih dan satu hari TKI illegal yang lewat tersebut bisa 300 sampai 600 orang per hari,” ucapnya.

Karena, kata Jusri, Sesuai degan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang telah disahkan DPR akhir Oktober lalu, pelaku yang terlibat pengiriman pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri secara illegal, dapat diancam pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 15 miliar.

“Ini harus jadi perhatian bagi serius bagi para stakeholder dalam penempatan pekerja migran. Ancaman pidana dan denda diberlakukan bersama-sama. Bukan pidana atau denda,” katanya.

Jusri menegaskan, saat ini ia telah membuat laporan langsung ke Dirjen Imigrasi untuk menindak Praktek Pungutan Liar (Pungli) ini.

“Kemarin suratnya sudah kita layangkan ke Dirjen Imigrasi,” sebutnya.

Ia juga berharap agar Polda Kepri melalui tim Saber Pungli. Segera menindak lanjuti adanya praktek pungli ini.

“Tangkap dan Tindak para mafianya,” tutupnya. (Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Survei: NasDem Bakal Salip Posisi Demokrat di Pileg 2019

Metrobatam, Jakarta - Charta Politika Indonesia merilis hasil survei yang menyebutkan bahwa Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bakal masuk di lima besar pemenang Pemilihan Legislatif...

5 Aturan Makan Tak Lazim Ini Diterapkan Untuk Keluarga Kerajaan Inggris

Metrobatam, Jakarta - Keluarga kerajaan Inggris punya aturan tak lazim terkait makanan yang dikonsumsi. Sederet peraturan itu harus dipatuhi seluruh anggota keluarga di Buckingham...

Polres Bengkalis Amankan Kapal Berisi 37 Kg Sabu, Pelaku Ternyata Mantan Sipir

Metrobatam, Pekanbaru - Sebuah pompong (kapal kayu) diamankan Polres Bengkalis di Peraian Kembung, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kapal tersebut diamankan karena di dalamnya...

Ini Penyebab Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Mendarat di Batam

Metrobatam, Batam - Proses pemeriksaan terhadap pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines masih terus berlangsung. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pesawat cargo tersebut mengangkut mesin...

Buron 8 Tahun, Terdakwa Kasus Korupsi Pembuatan Perda Diamankan di Bandung

Metrobatam, Serang – Seorang buron bernama Nandang Suryana, terdakwa kasus korupsi pembuatan perda dan non perda serta markup pembayaran pajak pengadaan barang dan jasa...

Yusril: Ma’ruf Amin akan Fokus Jawab Pertanyaan Debat soal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Penasihat hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan sang cawapres akan berfokus menjawab pertanyaan debat soal terorisme. Apa alasannya? "Karena lebih banyak...

Kesbangpol Lingga Gelar Sarasehan Harmonisasi Antar Etnis 2019

Metrobatam.com, Lingga - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lingga mengelar Sarasehan, di Lela Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Rabu (16/1/2019), sekitar pukul 09.30 WIB. Wakil...

Pemkap Lingga dan IPB Perkuat Kerjasama Pertanian

Metrobatam.com, Bogor - Tekad Pemerintah Kabupaten Lingga untuk menjadikan bumi Bunda Tanah Melayu sebagai daerah yang unggul di bidang pertanian terus digesa dengan menggandeng...

Capai 2,5 Miliar Batang, Ketua KPK: Kuota Rokok di Batam Melebihi Jumlah Penduduk

Metrobatam, Batam - Berdasarkan penelitian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kuota rokok di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melebihi kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua KPK Agus...

Profil Moderator Debat Capres Perdana 2019

Metrobatam, Jakarta - Debat capres-cawapres untuk Pilpres 2019 edisi perdana akan digelar nanti malam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tema pada debat perdana mengangkat...

Legiman Pengemis yang Ngaku Punya Kekayaan Rp.1,425 Miliar, Benar atau Bohong?

Metrobatam, Pati - Seorang pengemis di Kabupaten Pati, Legiman, mengakui memiliki kekayaan sebesar Rp1,425 miliar. Kekayaannya yaitu berupa tabungan yang disimpan di salah satu...

Ini yang Bikin Sri Mulyani Khawatir di 2019

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai tahun ini perekonomian global masih akan mengalami gejolak. Hal itulah yang menjadi kekhawatirannya dalam menjaga ekonomi...