Metrobatam, Makassar – Ketua tim pemenangan calon anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman, tewas dipanah orang tidak dikenal. Korban dipanah dengan busur setelah memasang bendera PBB bersama dua rekannya yang juga caleg PBB.

Peristiwa korban terkena anak panah itu terjadi pada Selasa (12/3/2019) siang di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Korban saat itu keluar dari rumah mengendarai motor untuk memasang bendera PBB.

“Terus dia rencananya setelah (memasang bendera PBB) itu mau pergi ke (Kabupaten) Bulukumba. Di tengah jalan, mereka diikuti (orang tidak dikenal) sekitar 2 kilometer, tiba-tiba (dipanah) pada saat sepi,” ujar Wakil Ketua DPW PBB Sulsel, Anwar, saat dimintai konfirmasi pada Jumat (15/3).

Korban bersama rekannya saat itu tidak mencurigai orang yang membuntutinya sepanjang 2 kilometer karena hari yang sudah siang. Karena terkena anak panah, korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, korban dinyatakan meninggal pada Kamis (14/3) akibat luka panah di bagian punggung yang menembus dada kanan.

Menurut caleg yang bersama korban saat peristiwa terjadi, Sudirman diketahui tidak memiliki masalah dengan para pelaku yang diketahui berjumlah lebih dari satu orang.

“Tidak ada masalah, menurut laporan, saya tanya calegnya atas nama Pak Kaharudin, tidak ada persinggungan, tidak ada cekcok. Makanya, sewaktu dipepet, tidak ada kecurigaan. Pelakunya dua motor, satu berboncengan, dan satu saling berboncengan,” ungkap Anwar.

Partai Bulan Bintang telah melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Bantaeng. “Sudah dilaporkan. Yang melaporkan Ketua DPC PBB Bantaeng,” kata Anwar.

Sementara Polisi telah menangkap empat pelaku yang memanah ketua tim pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman hingga tewas. Keempat pelaku ditangkap di Makassar.

“Tim T4P Polres Bantaeng, yang di-backup oleh Tim Resmob Polda Sulsel, mengamankan pelaku penganiayaan secara bersama di Makassar,” ujar Kasubdit IV Ditkrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto, Jumat (15/3/2019).

Keempat pelaku berinisial RI, AR, IR, dan HE itu dibekuk oleh tim gabungan dari T4P Polres Bantaeng dan Resmob Polda Sulsel, yang langsung melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.

Dari informasi yang diterima polisi, para pelaku diketahui telah melarikan diri ke rumah salah satu anggota keluarganya di Kota Makassar setelah melakukan aksi kejahatannya.

“Mendapat informasi terkait keberadaan masing-masing pelaku di mana setelah kejadian pelaku langsung melarikan diri ke luar kota Kabupaten Bantaeng, tepatnya di Kota Makassar, anggota langsung menangkap pelaku di rumah salah satu anggota keluarganya,” jelas Suprianto.

Selain menangkap pelaku, polisi turut menyita dua unit motor milik pelaku. Polisi juga masih berkoordinasi dengan pihak forensik Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, untuk mengambil anak panah yang menembus dada kanan Sudirman yang menyebabkannya tewas.

“Turut disita dua unit motor pelaku dan masih berkoordinasi dengan pihak forensik rumah sakit untuk mengambil anak panah,” sebut Suprianto. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Barcode akan Gantikan Tanda Tangan Pejabat di Kartu Keluarga

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil siapkan peralatan pendukung untuk menerapkan tanda tangan digital berbasis kode batang (Barcode) pada Kartu Keluarga. Kepala...

KPU Kota Batam Temukan 2.028 Lembar Surat Suara Rusak

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam temukan 2.028 lembar surat suara rusak dari hasil pelipatan yang berakhir Senin (18/3) lalu. Komisioner...

Kejari Batam Serahkan Uang Hasil Tindak Pidana Korupsi SMPN 10 ke Wali Murid

Metrobatam.com, Batam - Kejaksaan Negeri Batam menyerahkan uang hasil tindak pidana korupsi yang terjadi di SMP Negeri 10 Kota Batam. Lima terpidana tersebut telah...

Inilah Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’

Metrobatam, Jakarta - Pilot pesawat Lion Air JT 610 bernomor PK-LQP dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bhavye Suneja, hanya terdiam sesaat sebelum pesawat yang...

Eksepsinya Ditolak Hakim, Bahar bin Smith: Saya Terima

Metrobatam, Bandung - Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Bahar bin Smith melalui tim kuasa hukumnya. Habib Bahar mengaku menerima seluruh...

Suami Pergoki Istri Selingkuh di Kamar Mandi, Golok Melayang

Metrobatam, Brebes - Seorang suami di Brebes, Jateng, tak bisa menahan emosinya setelah mengetahui istrinya usai melakukan hubungan intim dengan pria lain di kamar...

Pengamat: Gagasan Ma’ruf Lebih Konkret dari Sandi Dalam Debat

Metrobatam, Jakarta - Pengamat politik Emrus Sihombing menyatakan cawapres 01 Ma'ruf Amin mengungguli cawapres 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres Pilpres 2019. Ia menilai...

Ini 5 Fakta Terduga Teroris Wanita Y: Rakit Bom Mobil hingga Bunuh Diri

Metrobatam, Jakarta - Sepak terjang terduga teroris wanita asal Klaten, Jawa Tengah, Y alias Khodijah, terungkap. Y yang ditangkap Densus 88 Antiteror ini diduga...

Pengemis di Bogor Punya Sopir Pribadi, Sehari Raup Rp1,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Herman alias Enur setiap harinya biasa mangkal di simpang lampu merah Yasmin Kota Bogor, Jawa Barat. Tak ada yang menyangka pengemis paruh...

Danau Sentani Meluap Sebabkan Sampah dan Jenazah Hanyut

Metrobatam, Sentani - Tak hanya Banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat aman, meluapnya air Danau Sentani yang naik setinggi 2 meter...

Uni Eropa Denda Google Rp 23 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Uni Eropa menjatuhkan denda USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23,9 triliun pada raksasa internet Google. Ini adalah ketiga kalinya...

Wulan Andarini Cabut Laporan Setelah Mimi Minta Maaf

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Mimi, Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tanjungpinang yang diduga telah mencemarkan nama baik Wulan Andarini salah satu karyawan CK Tanjungpinang melalui...