Ketum PPP Ungkit Obor Rakyat, Partai Gerindra Bereaksi

1122

Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) blak-blakan soal Obor Rakyat, tabloid kontroversial yang terbit di tahun politik jelang Pilpres 2014. Partai Gerindra mempertanyakan maksud Rommy.

“Pernyataan Ketua PPP Rommy soal ada oknum pendukung Prabowo menyampaikan gagasan membawa dummy (desain awal majalah) Obor Rakyat kepadanya perlu dipertanyakan. Kami khawatir ini dapat dipersepsikan sebagai character assasination kepada Pak Prabowo, karena Romy saat ini adalah pendukung Pak Jokowi,” tutur Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman dalam keterangan persnya, Minggu (15/4).

Habiburokhman adalah Direktur Timkamnas Prabowo-Hatta semasa kampanye Pilpres 2014 lampau. Ada dua hal yang dia pertanyakan soal sikap blak-blakan Rommy.

“Pertama, mengapa Rommy tidak menyampaikan informasi tersebut kepada Timkamnas Prabowo-Hatta? atau kepada kami di Direktorat hukum dan Advokasi? karena ini menyangkut masalah hukum yang amat serius dan justru bisa jadi bumerang. Kalau benar waktu itu ada oknum yang berniat melancarkan fitnah tentu akan kami tindak dengan tegas,” kata Habiburokhman.

“Kedua, mengapa Romy juga tidak menyampaikan keterangan pada saat kasus Obor Rakyat disidang di PN Jakarta Pusat? Yang saya tahu dalam amar putusan baik tingkat pertama ataupun banding tidak ada satu kalimatpun yang menyatakan keterlibatan Tim Prabowo-Hatta,” kata dia.

Sebelumnya, Rommy berbicara dalam sambutan di Munas Alim Ulama PPP di Hotel Patrajasa Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4) kemarin.

Rommy menceritakan, pada masa kampanye Pilpres 2014 dirinya masih menjabat Ketua Divisi Strategi Kampanye Prabowo-Hatta, karena PPP masih masuk dalam Koalisi Merah Putih.

Ketika itu banyak masukan mulai dari yang produktif hingga provokatif. Beberapa hal yang provokatif yaitu Jokowi keturunan Tionghoa dan aktivis PKI. Isu itu ternyata sudah dibuat dalam bentuk cetak bernama Obor Rakyat.

“Di antara pemikiran provokatif itu adalah bahwa Pak Jokowi adalah anak seorang Tionghoa bernama Oey Hong Liong dan dia adalah aktivis PKI. Itu dibukukan dalam satu tabloid bernama Obor Rakyat,” kata Rommy.

Bahkan Rommy diminta untuk mengedit tablid tersebut namun langsung ditolak karena setelah membaca kontennya ia merasa kalau itu adalah fitnah.

“Saya mengatakan ini fitnah. Kalau nanti Prabowo tidak menang, kita bakal dapat masalah. Maka saya tidak mau melakukan koreksi,” kata Rommy.

Meski tanpa koreksi dari Rommy, tabloid itu sudah diproduksi sebanyak 1 juta eksemplar kemudian disebar ke 28 ribu pondok pesantren dan 724 ribu Masjid. “Saya berada di jantung pertarungan itu dan saya baru cerita kali ini,” ujar Rommy.

Rommy menambahkan, kini PPP berusaha meluruskan hoax yang sudah ditelan oleh masyarakat itu, Klarifikasi terus dilakukan termasuk di hadapan para ulama karena fitnah-fitnah itu merupakan pembunuhan karakter untuk Jokowi.

“Terus berusaha kita luruskan dan klarifikasi. Karena itu betul karakter assassinantion kepada Pak Jokowi,” tegas Rommy. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
BAGIKAN