Metrobatam, Jakarta – Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen buka suara soal permintaan duit kepada Wiranto pada 1998. Kivlan mengakui dirinya pernah meminta uang pada Wiranto.

Menko Polhukam Wiranto sebelumnya menyebut Kivlan pernah meminta uang padanya. Namun tak dijelaskan kapan dan untuk apa permintaan uang itu disampaikan.

Menurut Kivlan, uang itu adalah haknya atas penggantian biaya pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) atas perintah Wiranto yang ketika menjabat Panglima ABRI (TNI).

Organ paramiliter itu dibentuk ABRI untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR tahun 1998.

“Betul saya minta duit karena Wiranto waktu itu perintahkan saya bentuk Pam Swakarsa. Tapi dia tidak bayar saya sepeser pun,” ucap Kivlan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/2).

Ia mengaku harus menjual rumah untuk membiayai Pam Swakarsa. Padahal, menurutnya, Wiranto memperoleh uang Rp10 miliar dari Perum Bulog untuk membiayai pasukan tersebut.

“Dia itu mengaku terima uang Rp10 miliar dari Bulog, tapi enggak kasih ke saya. Ada perintah tertulisnya. Saya berhak minta dong,” tuturnya.

Kivlan menuding Wiranto telah melakukan korupsi lantaran menggunakan uang dari Bulog untuk kepentingan pribadi. Bahkan hingga saat ini, Kivlan mengaku tak pernah menerima uang tersebut.

“Sampai sekarang saya enggak pernah dikasih, makanya saya minta, terakhir empat bulan lalu. Uang itu dikantongi sendiri, korupsi dong. Jenderal apaan tuh (Wiranto) bikin saya miskin,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Wiranto enggan menanggapi lebih lanjut. Ia meminta agar semua pihak fokus pada persiapan pemilu April mendatang.

“Sudah cukup saya komentari itu. Kita lagi pemilu begini. Semua sedang konsentrasi ke bangsa, bukan ke urusan-urusan seperti ini. Saya sudah jawab, cukup,” ucapnya.

Perdebatan antarkeduanya ini bermula ketika Kivlan menuding Wiranto sebagai dalang kerusuhan peristiwa Mei 1998 dan turut melengserkan Presiden RI ke-2 Soeharo.

Wiranto membantah tudingan tersebut dan menantang Kivlan serta Prabowo untuk membuktikan siapa dalang kerusuhan Mei 1998 dengan melakukan ‘sumpah pocong.’

Wiranto mengatakan perlu melakukan ‘sumpah pocong’ agar masalah tersebut jelas. Ia juga meminta Kivlan tak asal menuduh. Wiranto mengklaim melakukan berbagai langkah agar kerusuhan yang terjadi pada 13 hingga 15 Mei 1998 tak meluas. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Barcode akan Gantikan Tanda Tangan Pejabat di Kartu Keluarga

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil siapkan peralatan pendukung untuk menerapkan tanda tangan digital berbasis kode batang (Barcode) pada Kartu Keluarga. Kepala...

KPU Kota Batam Temukan 2.028 Lembar Surat Suara Rusak

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam temukan 2.028 lembar surat suara rusak dari hasil pelipatan yang berakhir Senin (18/3) lalu. Komisioner...

Kejari Batam Serahkan Uang Hasil Tindak Pidana Korupsi SMPN 10 ke Wali Murid

Metrobatam.com, Batam - Kejaksaan Negeri Batam menyerahkan uang hasil tindak pidana korupsi yang terjadi di SMP Negeri 10 Kota Batam. Lima terpidana tersebut telah...

Inilah Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’

Metrobatam, Jakarta - Pilot pesawat Lion Air JT 610 bernomor PK-LQP dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bhavye Suneja, hanya terdiam sesaat sebelum pesawat yang...

Eksepsinya Ditolak Hakim, Bahar bin Smith: Saya Terima

Metrobatam, Bandung - Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Bahar bin Smith melalui tim kuasa hukumnya. Habib Bahar mengaku menerima seluruh...

Suami Pergoki Istri Selingkuh di Kamar Mandi, Golok Melayang

Metrobatam, Brebes - Seorang suami di Brebes, Jateng, tak bisa menahan emosinya setelah mengetahui istrinya usai melakukan hubungan intim dengan pria lain di kamar...

Pengamat: Gagasan Ma’ruf Lebih Konkret dari Sandi Dalam Debat

Metrobatam, Jakarta - Pengamat politik Emrus Sihombing menyatakan cawapres 01 Ma'ruf Amin mengungguli cawapres 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres Pilpres 2019. Ia menilai...

Ini 5 Fakta Terduga Teroris Wanita Y: Rakit Bom Mobil hingga Bunuh Diri

Metrobatam, Jakarta - Sepak terjang terduga teroris wanita asal Klaten, Jawa Tengah, Y alias Khodijah, terungkap. Y yang ditangkap Densus 88 Antiteror ini diduga...

Pengemis di Bogor Punya Sopir Pribadi, Sehari Raup Rp1,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Herman alias Enur setiap harinya biasa mangkal di simpang lampu merah Yasmin Kota Bogor, Jawa Barat. Tak ada yang menyangka pengemis paruh...

Danau Sentani Meluap Sebabkan Sampah dan Jenazah Hanyut

Metrobatam, Sentani - Tak hanya Banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat aman, meluapnya air Danau Sentani yang naik setinggi 2 meter...

Uni Eropa Denda Google Rp 23 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Uni Eropa menjatuhkan denda USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23,9 triliun pada raksasa internet Google. Ini adalah ketiga kalinya...

Wulan Andarini Cabut Laporan Setelah Mimi Minta Maaf

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Mimi, Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tanjungpinang yang diduga telah mencemarkan nama baik Wulan Andarini salah satu karyawan CK Tanjungpinang melalui...