Metrobatam, Jakarta – Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Ones Suhuniap menyebut sebanyak 132 orang ditangkap aparat keamanan saat hendak memperingati Hari HAM Sedunia. Penangkapan dilakukan terhadap 90 orang di Timika dan 42 lainnya di Merauke.

KNPB memperingati Hari HAM Sedunia bertema “Papua Zona Darurat HAM dan Demokrasi di Tanah Papua, Solusi Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua Melalui Referendum” pada Senin (10/12).

KNPB mengklaim telah mengoordinasikan kegiatan peringatan Hari HAM di seluruh wilayah Papua dari Sorong sampai Merauke.

“Di Timika, 90 orang ditangkap polisi pada pukul 08.00 lokasi di Timika Indah,” kata Ones melalui siaran pers.

Ones menjelaskan awalnya massa berkumpul di kantor KNPB Timika pada pukul 07.00 WIT. Setelah itu, massa bergerak menuju kantor DPRD Timika dengan berjalan kaki untuk melancarkan aksi unjuk rasa.

Di tengah perjalanan, kata Ones, aparat gabungan mengadang massa. Saat itulah 90 orang diamankan petugas kepolisian. Ones menyebut petugas turut menyita megaphone, pamflet, spanduk, ponsel dan perangkat aksi lainnya.

“Ada yang dipukul aparat kepolisian pada saat penangkapan,” ucap Ones.

Penangkapan juga dilakukan aparat terhadap 42 orang yang tengah memperingati Hari HAM Sedunia di wilayah Merauke. Ones mengatakan ada dua anak yang turut ditangkap petugas.

“Penangkapan terjadi pada pukul 09.20,” tutur Ones.

Menurut Ones, aparat telah memulangkan mereka yang ditangkap di Timika dan Merauke pada Senin sore.

Ones mengatakan peringatan Hari HAM Sedunia juga dikawal ketat oleh aparat di sejumlah tempat. Misalnya di Jayapura, Manokwari, dan Fak Fak. Ones menyayangkan sikap aparat tersebut.

“Peringati HAM Sedunia ini di Papua menunjukkan ruang demokrasi masih dibungkam dan lemah perlindungan HAM di tanah Papua,” kata Ones.

Sementara itu, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Martuwani Sormin mengatakan berdasarkan hasil pengecekan ke Polres Timika, massa melakukan long march dan unjuk rasa tanpa pemberitahuan kepada Polres.

Selain itu, di tengah barisan massa aksi, sejumlah orang juga membawa anak kecil, spanduk, dan tongkat kayu. “Mereka diimbau untuk membubarkan diri tetapi tidak bersedia,” kata Martuwani.

Massa kemudian dikumpulkan di lapangan Timika Indah dan diberikan pengarahan. Setelah itu, mereka dipulangkan dengan menggunakan kendaraan Polres Timika. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Liga Italia: Roma Atasi Bologna 2-1

Roma - AS Roma memetik poin penuh kala menjamu Bologna di lanjutan Liga Italia. Giallorossi menang tipis dengan skor 2-1 atas tim tamu. Dalam pertandingan...

Video Bajing Loncat Beraksi saat Siang Hari Jadi Viral

Metrobatam, Jakarta - Sebuah video memperlihatkan aksi kawanan bajing loncat tengah beraksi di siang bolong tertangkap kamera di Jalan Krenceng-Cigading, Cilegon, Banten. Dalam video yang...

Satu Keluarga Dibacok Tetangga, Ibu Hamil 7 Bulan Ikut Jadi Korban

Metrobatam, Palembang - Satu keluarga di Seberang Ulu 2 Palembang, Sumatera Selatan diserang oleh tetangganya sendiri. Akibatnya 5 orang mengalami luka, satu diantaranya sedang...

Piala FA: Babak I Chelsea Vs Man United 0-2

London - Paruh pertama laga babak kelima Piala FA antara Chelsea vs Manchester United sudah selesai. Untuk sementara, The Red Devils unggul 2-0. Dalam pertandingan...

Gelontorkan Insentif Ekspor Rp 57 T, RI Dapat Rp 90 T

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan insentif kepada pelaku industri berorientasi ekspor. Nilai insentif yang digelontorkan tercatat mencapai Rp 57,28 triliun...

Remaja Foto Tak Sopan di Depan Jenazah Neneknya, 10 Bulan Kemudian Meninggal

Pennsylvania - Pada Maret 2018 silam, wanita bernama Lexus Felton berfoto tak pantas di depan jenazah neneknya. Wanita asal Pennsylvania, AS itu foto tersenyum...

Bejat, Guru Agama Honorer Cabuli Belasan Murid

Metrobatam, Mamuju - Polisi menangkap pria berinisial AS (31) setelah diduga melakukan pencabulan terhadap belasan muridnya. AS merupakan guru agama dengan status tenaga honorer. "Tindak...

Debat Panas Jokowi Vs Prabowo, Ini Pemenangnya Menurut Netizen

Metrobatam, Jakarta - Debat pilpres kedua yang mempertemukan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto ramai dibahas para pengguna media sosial alias netizen. Siapa lebih...

KPU Pastikan Jokowi Tak Pakai Earpiece saat Debat Capres

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan membantah tudingan yang menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menggunakan alat...

SPP SMA/SMK di Jatim Gratis mulai Juli, Ini Rinciannya

Metrobatam, Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut SPP SMA/SMK Negeri di Jatim akan gratis mulai Juli 2019. Khofifah pun merinci bagaimana penggratisan tersebut. Gubernur...

Sempat Koma, Santri Korban Pengeroyokan di Pesantren Meninggal

Metrobatam, Padang - Robby Alhalim (18) santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang sempat koma setelah dikeroyok oleh temannya...

1.000 Militan ISIS Kabur dari Suriah Bawa Uang Tunai Rp 2,7 T

Damaskus - Lebih dari 1.000 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan kabur dari Suriah ke Irak dalam enam bulan terakhir. Militan-militan...