Kode di Balik Rekayasa Putusan Saipul Jamil: Bunda, Kang Mas dan Ibu

224

Metrobatam, Jakarta – KPK harus memutar otak untuk memecahkan berbagai kode dalam kasus rekayasa putusan Saipul Jamil. Setidaknya ada tiga kode yang masih menjadi tanda tanya yaitu ‘bunda’, ‘kang mas’, dan ‘ibu’.

Berdasarkan rangkuman detikcom, Jumat (16/9), tiga kata itu yang menjadi perdebatan di antara jaksa dan Rohadi. Dalam sadapan KPK, Rohadi menyebut pengacara Berthanatalia dengan sebutan Bunda.

Berikut percakapan via telepon Rohadi-Bertha pada 24 Mei 2016:

Rohadi: siap bunda
Bertha: iya, di kantor ya?
Rohadi: lagi di luar bunda
Bertha: oh gitu

Panggilan Bunda ini mengundang jaksa curiga. “Anda panggil Bunda. Bunda artinya dituakan, tapi anda kibuli?” cecar jaksa.

“Saya ngapusi. Saya menyesal pak,” elak Rohadi.

Rohadi membela diri menipu Betha bahwa ia mampu mempengaruhi majelis hakim dan meminta Rp 250 juta. Tapi jaksa KPK tidak percaya begitu saja karena muncul kata ‘Kang Mas’. Kata ‘Kang Mas’ muncul terkait aliran uang Rp 50 juta. KPK meyakini uang Rp 50 juta itu mengalir ke orang lain, bukan Rohadi.

“Rp 50 juta itu ada disebut Kang Mas?” tanya jaksa mengejar.

“Itu istilah Bu Berta kepada saya, uangnya tidak ke mana-mana, hanya untuk saya sendiri,” dalih Rohadi membela diri.

Nah, kata terakhir yang harus dipecahkan adalah kata ‘ibu’ dalam percakapan Rohadi dengan Bertha. Berikut percakapannya:

Bertha: haah, mauuu itu, kan saya kemarin dipanggil ibu, yang itu
Rohadi: he-eh, udah saya udah tahu, udah.

“Maksudnya apa?” tanya jaksa di persidangan.

“Sebetulnya saya tidak tahu,” jawab Rohadi.

Jaksa terus mengulik keterangan Rohadi dan berkali-kali mengingatkan bahwa ia telah disumpah. Harus memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

“Ibu Endang?” tanya jaksa.

“Tidak tahu,” jawab Rohadi.

“Ibu Ifa?” tanya jaksa mencecar.

“Tidak tahu,” jawab Rohadi.

Endang yang dimaksud adalah staf kepaniteraan di PN Jakarta Utara, sedangkan Ifa Sadewi adalah majelis ketua perkara Saipul Jamil.

Ditanya apakah pembicaraan tersebut terkait perkara Saipul, Rohadi lagi-lagi menjawab tidak tahu.

Tugas KPK masih panjang mengungkap rekayasa Saipul Jamil. Apalagi, KPK telah menetapkan sangkaan pencucian uang terhadap Rohadi.

25 Tahun lalu, Rohadi merupakan pegawai pengadilan yang tinggal di rumah petak. Tapi seiring waktu, kehidupannya membaik bahkan menjadi konglomerat. Ia memiliki 19 mobil, rumah sakit, 3 rumah, proyek real estate dan waterpark hingga kapal penangkap ikan. Padahal, ia hanyalah panitera pengganti (PP) dengan gaji Rp 8 jutaan per bulan.

Jejaknya ditangkap KPK usai menerima segepok uang dari pengacara Saipul Jamil yang diduga untuk mengurus kasus artis dangdut itu.

“Saya baru (sekali),” kata Rohadi mengelak semua pertanyaan jaksa.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan : Jelang Akhir Tahun, Stabilitas Harga dan Situasi Keamanan Harus Terkendali

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos meminta agar seluruh Jajaran OPD terkait segera melakukan langkah-langkah koordinasi dalam mengantisipasi kondisi terkini menjelang...

Rakerwil Lira Kepri tahun 2017 di Batam

Metrobatam.com, Batam - Gubernur Lira Kepri Budi Sudarmawan mengatakan, Lira Kepri 2017 ini adalah amanat undang-undang amanat anggaran dasar anggaran rumah tangga ini adalah...

Etape Pertama, Pembalap Jerman Juarai Tour de Singkarak 2017

Metrobatam.com, Padang - Pebalap Jerman, Robert Muller, menjuarai etape pertama balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017 dari Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar,...

Kelompok Kriminal Bersenjata Bakar Truck Freeport

Metrobatam.com, Papua - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Sabtu ini sekitar pukul 06.00 WIT membakar haul truck milik PT. Freeport di Lower Wanagon. Kapolda Papua Irjen...

Lawan Petugas, 2 Residivis Pelaku Curamor Ditembak Anggota Polsek Sekupang Batam

Metrobatam.com, Batam - Dua residivis pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), Rosita (31) dan Dani Cater (27), dihadiahi  timah panas (tembakan) oleh anggota Polisi Sektor...

Satgas Terpadu Bebaskan 344 Warga Sipil Korban “Penyanderaan” KKB di Tembagapura

Metrobatam, Timika - Wilayah yang dikuasai kelompok kriminal bersenjata (KKB), yakni Waa Banti, Utikini dan Kimbeli, Tembagapura, Kabupaten Mimika, berhasil diambil-alih satgas terpadu sekira...

Pasar Grosir Aur Kuning Bukittinggi Terbakar

Metrobatam, Bukittinggi – Kebakaran terjadi di pertokoan Pasar Grosir Aur Kuning Bukittinggi, yang merupakan pasar grosir terbesar di provinsi Sumbar, pada Jumat sekitar pukul...

Pemkab Bintan Berikan Pelayanan Lansia di Panti dan Luar Panti

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan berkomitmen untuk memfokuskan kembali pelayanan kepada kaum Lansia yang selama ini dinilai masih kurang maksimal. Oleh karena itu,...

Jokowi Minta Setnov Patuhi Hukum Soal Kasus Korupsi e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum yang menjeratnya. Ia yakin proses hukum yang berjalan sudah sesuai...

Densus 88 Tangkap 2 Anggota Jaringan Pembakar Polres Dharmasraya

Metrobatam, Bungo - Densus 88 Mabes Polri dan Polres Bungo mengamankan anggota jaringan pelaku pembakaran Polres Dharmasraya, Sumatera Barat. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan...

Ronaldo Ingin Punya Tujuh Anak, Tujuh Ballon d’Or

Madrid - Cristiano Ronaldo punya nomor punggung 7 dan dijuluki CR7. Mungkin agar lebih identik dengan nomor tujuh, Ronaldo juga ingin punya tujuh anak...

Wartawan ‘Sopir’ Setnov Jadi Tersangka, Metro TV: Kami Tugaskan Hilman Bawa Novanto ke Studio

Metrobatam, Jakarta - Polisi menetapkan Hilman Mattauch, wartawan salah satu stasiun televisi swasta yang mengemudikan mobil Setya Novanto saat kecelakaan, sebagai tersangka. Ia dinilai...
BAGIKAN