Kode di Balik Rekayasa Putusan Saipul Jamil: Bunda, Kang Mas dan Ibu

228

Metrobatam, Jakarta – KPK harus memutar otak untuk memecahkan berbagai kode dalam kasus rekayasa putusan Saipul Jamil. Setidaknya ada tiga kode yang masih menjadi tanda tanya yaitu ‘bunda’, ‘kang mas’, dan ‘ibu’.

Berdasarkan rangkuman detikcom, Jumat (16/9), tiga kata itu yang menjadi perdebatan di antara jaksa dan Rohadi. Dalam sadapan KPK, Rohadi menyebut pengacara Berthanatalia dengan sebutan Bunda.

Berikut percakapan via telepon Rohadi-Bertha pada 24 Mei 2016:

Rohadi: siap bunda
Bertha: iya, di kantor ya?
Rohadi: lagi di luar bunda
Bertha: oh gitu

Panggilan Bunda ini mengundang jaksa curiga. “Anda panggil Bunda. Bunda artinya dituakan, tapi anda kibuli?” cecar jaksa.

“Saya ngapusi. Saya menyesal pak,” elak Rohadi.

Rohadi membela diri menipu Betha bahwa ia mampu mempengaruhi majelis hakim dan meminta Rp 250 juta. Tapi jaksa KPK tidak percaya begitu saja karena muncul kata ‘Kang Mas’. Kata ‘Kang Mas’ muncul terkait aliran uang Rp 50 juta. KPK meyakini uang Rp 50 juta itu mengalir ke orang lain, bukan Rohadi.

“Rp 50 juta itu ada disebut Kang Mas?” tanya jaksa mengejar.

“Itu istilah Bu Berta kepada saya, uangnya tidak ke mana-mana, hanya untuk saya sendiri,” dalih Rohadi membela diri.

Nah, kata terakhir yang harus dipecahkan adalah kata ‘ibu’ dalam percakapan Rohadi dengan Bertha. Berikut percakapannya:

Bertha: haah, mauuu itu, kan saya kemarin dipanggil ibu, yang itu
Rohadi: he-eh, udah saya udah tahu, udah.

“Maksudnya apa?” tanya jaksa di persidangan.

“Sebetulnya saya tidak tahu,” jawab Rohadi.

Jaksa terus mengulik keterangan Rohadi dan berkali-kali mengingatkan bahwa ia telah disumpah. Harus memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

“Ibu Endang?” tanya jaksa.

“Tidak tahu,” jawab Rohadi.

“Ibu Ifa?” tanya jaksa mencecar.

“Tidak tahu,” jawab Rohadi.

Endang yang dimaksud adalah staf kepaniteraan di PN Jakarta Utara, sedangkan Ifa Sadewi adalah majelis ketua perkara Saipul Jamil.

Ditanya apakah pembicaraan tersebut terkait perkara Saipul, Rohadi lagi-lagi menjawab tidak tahu.

Tugas KPK masih panjang mengungkap rekayasa Saipul Jamil. Apalagi, KPK telah menetapkan sangkaan pencucian uang terhadap Rohadi.

25 Tahun lalu, Rohadi merupakan pegawai pengadilan yang tinggal di rumah petak. Tapi seiring waktu, kehidupannya membaik bahkan menjadi konglomerat. Ia memiliki 19 mobil, rumah sakit, 3 rumah, proyek real estate dan waterpark hingga kapal penangkap ikan. Padahal, ia hanyalah panitera pengganti (PP) dengan gaji Rp 8 jutaan per bulan.

Jejaknya ditangkap KPK usai menerima segepok uang dari pengacara Saipul Jamil yang diduga untuk mengurus kasus artis dangdut itu.

“Saya baru (sekali),” kata Rohadi mengelak semua pertanyaan jaksa.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...

Golkar Bakal Cabut Dukungan Bagi Kader yang Terlibat Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Golkar menggelar rapat konsultasi dengan seluruh pengurus Golkar, termasuk mereka yang menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah....

Sebut KPU Ketakutan PBB Jadi Partai Radikal, Yusril akan Pidanakan Komisioner

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menduga Komisi Pemilihan Umum (KPU) takut untuk meloloskan partainya ke Pemilu 2019...

KPK Tahan Bupati Kebumen

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai diperiksa selaku tersangka suap. Yahya diduga menerima jatah dari...

Abu Vulkanik Sinabung Meluas ke Aceh, Warga Diimbau Waspada

Metrobatam, Lhokseumawe - Semburan abu vulkanik berasal dari letusan Gunung Sinabung, Sumut, terus meluas ke sejumlah daerah di Aceh. Abu vulkanik meluas ke Aceh...
BAGIKAN