Kominfo: Pemblokiran Telegram untuk Kedaulatan Negara

2008

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian yang cukup lama hingga akhirnya memblokir 11 DNS Telegram pada Jumat (14/7).

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan Senin (17/7), Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan, menerangkan bahwa Kominfo telah berkirim surel dengan pihak Telegram sebanyak enam kali dan tidak mendapatkan respons sama sekali.

Di sisi lain, Telegram mengakui bahwa pihaknya telat dalam merespon permintaan pemerintah. Oleh sebab itu, CEO Telegram Pavel Durov sempat meminta maaf kepada Menkominfo Rudiantara.

“Kalau bisa saya katakan kita sudah mengkaji dan memonitor ini sejak Maret. Tapi dari pihak Telegram memang mengakui mereka merespon terlambat permintaan kita… Kita sudah berkirim surel hingga enam kali, tapi nggak ada jawabannya ya. Nah ternyata dari metodenya mereka berbeda. Mereka pakai metode sistem. Nah tapi kita nggak tahu, kita ini didengar atau tidak? Tidak ada feedback,” terang Samuel kepada awak media.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa Kominfo terpaksa menutup situs Telegram terlebih dahulu karena layanan melalui website memungkinkan pengguna berkirim informasi dalam jumlah yang lebih besar dan dalam bentuk yang lebih beragam. Pemblokiran tersebut juga sebagai peringatan keras dan cara pemerintah untuk menegakkan kedaulatan negara.

“Ini sebagai peringatan keras [untuk penyelenggara OTT], makanya kita buat ini. ‘Tolong dong berkoordinasi dong untuk masalah yang berbahaya ini’. Kami juga tidak ingin memantau masyarakat. Kita hanya ingin memantau yang punya niat ingin merusak tatanan dan keamanan negara dan kita ingin menegakkan kedaulatan saja,” lanjut Semuel.

Sementara itu, ia berharap komunikasi dengan Telegram bisa semakin intens agar terjalin pengertian dua arah yang baik. Sehingga, pemerintah tak harus menutup aplikasi chat yang terakhir diketahui memiliki 100 juta pengguna di seluruh dunia tersebut.

Semuel berharap Telegram mau menghargai peraturan-peraturan yang diterapkan ‘tuan rumah’ di Indonesia.

Sekadar informasi, Kominfo melakukan pemblokiran setelah berkoordinasi dengan BNN dan BNPT terkait konten bernada radikalisme dan terorisme. Menurut temuan kedua lembaga tersebut, Telegram hampir selalu digunakan oleh pelaku terorisme di Indonesia yang sudah tertangkap.

“Ini adalah kejadian-kejadian teroris yang terjadi pada 2015-2017,” ujar Semuel sambil menunjukkan insiden terorisme di slide-nya.

“Ini adalah kejadian yang sudah kita tangani, ini mereka semua pelakunya menggunakan aplikasi ini. Hanya dua dari tersangka yang tertangkap ini yang tidak menggunakan telegram.” (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Gagasan dari Urban Nexus ke 7 untuk Pemko Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Berakhir sudah kegiatan Regional Workshop Ke 7 Urban nexus yang dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang selama 3 hari. Oleh Deutsche Gesellschaft...

Tim Patroli Laut KPU BC Tipe B Batam Tangkap Kapal Penyeludup Ribuaan Burung Kacer...

Metrobatam.com, Batam - Tim Patroli Laut KPU BC Tipe B Batam gagalkan penyeludupan ribuaan Burung Kacer dari Malaysia di Pelabuhan Tikus, Tiban Mentarau, Sekupang...

Wako Tanjungpinang Lis Darmansyah Tunggu Keputusan Menpan RB Terkait Kurangnya Tenaga Pengajar

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyebutkan bahwa Kota Tanjungpinang saat ini masih kekurangan 465 guru SD maupun SMP. "Setelah kita evaluasi secara total,...

‘Presidential Threshold’ Untungkan Parpol Rugikan Capres 2019

Metrobatam, Jakarta - Undang-undang yang bakal mengatur Penyelenggaraan Pemilu akhirnya disahkan, Jumat (21/7) dini hari WIB. Namun, pengesahan UU Pemilu itu tak terjadi dengan lancar....

Ada Lagi Ormas Terindikasi Anti-Pancasila, Siapa Dia?

Metrobatam, Jakarta - Pasca-pembubaran HTI, Polri menemukan ada indikasi ormas-ormas anti-Pancasila. Ormas itu sedang diawasi. Siapa mereka? Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul...

Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur, Bek Sriwijaya FC Ditahan

Metrobatam, Jakarta - Bek Sriwijaya FC, Marco Sandy Meraudje, ditahan Kepolisian Resor Kota Palembang setelah diduga menganiaya dan memperkosa anak di bawah umur, Kamis...

Sita 1.161 Ton Beras, Kapolri: Negara Rugi Ratusan Triliun Rupiah

Metrobatam, Bekasi - Sebanyak 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU) di Kabupaten Bekasi disita Satgas Pangan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian...

Penundaan Gaji PNS ke-13 jadi Biang Kerok Pelemahan Daya Beli

Metrobatam, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pelemahan daya beli masyarakat selama Juni 2017. Inilah yang menjadi salah satu bahan pertimbangan BI dalam memutuskan...

Gunung Sinabung Terus Bergejolak, Pemerintah Daerah Tunggu Arahan BNPB

Metrobatam, Medan - Sudah hampir 1 bulan terakhir Gunung Api Sinabung kembali bergejolak. Bahkan Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Sinabung setiap...

Trump Mengklaim ISIS Jatuh Sangat Cepat

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mulai runtuh. Klaim ini disampaikan...

BNN Bersama GANN Kota Batam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional

Metrobatam.com, Batam - GANN adalah singkatan dari Generasi Anti Narkotika Nasional, yaitu sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat berbasis massa yang lahir dan berangkat dari keprihatinan...

41 Rumah Terbakar di Medan, BPBD Dirikan Posko Pengungsian di Masjid

Metrobatam, Medan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mendirikan posko untuk ratusan korban kebakaran yang terjadi pada Kamis (20/7/2017) malam hingga Jumat...