Kompol F Ngaku Tidak Menyesal Tembak Adik Iparnya dalam Keadaan Sadar

1190

Metrobatam, Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw menegaskan bahwa Kompol F (41) dalam keadaan sadar saat melepaskan tembakan yang menewaskan adik iparnya sendiri Jumingan (33). Peristiwa itu terjadi di rumah keluarga mereka di Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu 4 April 2018 malam.

“Kita sudah periksa kesehatannya, dan yang bersangkutan sehat serta tidak terpengaruh (narkoba) apa pun,” tegas Paulus saat memaparkan kasus tersebut di Mapolda Sumut, Kamis (5/4) petang.

Ia menyebutkan, saat diperiksa, Kompol F juga tidak menyesali perbuatannya. “Kita juga sudah periksa tersangka, dan dia mengatakan tidak menyesal melakukan perbuatan itu. Biasa saja katanya,” ungkapnya.

Usai menembak korban, lanjut Paulus, Kompol F –yang sempat menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan– langsung menyerahkan diri ke Polrestabes Medan. Ia didampingi ibu kandungnya yang melihat langsung penembakan itu.

“Iya benar, orangtuanya yang mengantar, ibunya. Ada juga beberapa anggota keluarganya. Ke Polrestabes Medan awalnya. Lalu kita limpahkan ke Polda Sumut,” tandas Paulus.

Sementara penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara masih mendalami motif di balik kasus penembakan yang diduga dilakukan mantan Wakapolres Lombok Tengah (sebelumnya ditulis masih menjabat Wakapolres Lombok Tengah) Kompol F (41) terhadap adik iparnya Jumingan (33).

Peristiwa itu terjadi di rumah keluarga mereka di Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu 4 April 2018 malam. Akibat penembakan tersebut, Jumingan tewas dengan enam luka tembak di badan dan kepala.

Sedangkan pihak keluarga menyatakan cukup terkejut dengan insiden penembakan yang dilakukan mantan Wakapolres Lombok Tengah, Kompol F (41), terhadap adik iparnya Jumingan (33). Insiden itu terjadi di rumah keluarga mereka di Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu 4 April 2018 malam.

Keterkejutan tersebut dikarenakan selama ini pihak keluarga mengenal Kompol F sebagai sosok

“Dia orangnya baik, orangnya bagus lah. Suka membantu dan banyak memberi sumbangan. Apalagi pas hari raya,” kata Teguh Wiyono, salah satu kerabatnya, Kamis (5/4).

Terkait hubungan Kompol F dengan sang ipar Jumingan selama ini diakui tidak ada masalah. “Bagus-bagus saja, enggak ada masalah,” sebut Slamet, kerabat lainnya yang tinggal tak jauh dari rumah korban.

Salah satu kerabat lainnya dari Kompol F berkata lain. Tersangka disebut berkarakter emosional. Itu diketahui dari sikap Kompol F yang pernah mengamuk di rumah sambil menenteng pistol. Tersangka disebut sempat akan membakar rumahnya.

“Waktu dia tugas di Medan pernah juga tiba-tiba mengamuk. Pegang senjata juga. Dia mengamuk mengeluarkan barang-barang, termasuk STNK, lalu membakarnya di samping rumah. Dia mau membakar rumah. Tapi, kami enggak tahu apa pemicunya,” ucap kerabat yang tak mau disebutkan namanya itu.

Saat dikonfirmasi kembali kepada Teguh dan Slamet terkait sifat emosional Kompol F, kedua kerabat tidak membantahnya. Namun, mereka enggan mengungkapkan cerita di balik amuk Kompol F saat itu (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN