KontraS Kritik Wacana Pelegalan Aksi Tembak Bandar Narkotik

2231

Metrobatam, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik gagasan pelegalan aksi tembak bandar narkoba.

Menurut lembaga swadaya masyarakat advokasi kemanusiaan tersebut ada pelanggaran hukum yang dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum andai itu diterapkan. Bukan hanya itu, penembakan bandar narkoba itu pun dinilai tak bakal menyelesaikan persoalan peredaran obat-obatan terlarang.

“Kita tak pernah tahu derajat keterlibatan mereka seperti apa ketika dieksekusi mati. Artinya, negara membenarkan proses pembunuhan di luar proses [hukum],” ujar Wakil Koordinator Bidang Advokasi KontraS, Putri Kanesia di kantornya, Jakarta, Selasa (10/10).

Putri Kanesia pun memaparkan catatan pihaknya bahwa telah ada 107 peristiwa penembakan menggunakan senjata api yang menimpa pelaku kejahatan narkoba selama Januari-September 2017. Korban jiwa atas penembakan itu sebanyak 106 orang, dan 36 orang menderita luka-luka.

Dari penembakan-penembakan tersebut, KontraS pun mendata sebanyak 41 orang di antaranya adalah bandar narkoba. Sisanya, ada pengedar (34 orang), kurir (19 orang), dan pemakai (19 orang).

“Ketika ada usulan tembak mati berarti ada proses hukum yang dilanggar karena tidak perlu lagi itu berarti ada proses hukum yang dilakukan terhadap mereka diduga terlibat,” ujar Putri Kanesia.

Penembakan pelaku kejahatan narkoba oleh aparat keamanan juga dianggap dapat memutus penyidikan rantai pasokan narkoba.

“Itu yang menyebabkan kenapa sampai hari ini kita tidak pernah sampai (penyidikan) ke level bandar,” duga Putri Kanesia.

Sementara itu di tempat terpisah, pada hari yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso meminta peradilan Indonesia memberi hukuman lebih keras terhadap pelaku kejahatan narkoba terutama bandar. Mantan Kepala Bareskrim Polri itu mengaku kesal dengan ulah bandar narkotik yang tak jera meski telah diancam hukuman mati.

“Kalau perlu dicincang saja sekalian, tidak perlu ditembak. Tunjukin biar mereka jera,” ujar Budi dalam konferensi pers di gedung BNN, Jakarta, Selasa (10/10).

Budi tak peduli dengan berbagai kritikan dari sejumlah pihak yang menilai hukuman mati melanggar hak asasi manusia. Jenderal bintang tiga itu menilai, peredaran narkotik saat ini sudah masuk sebagai kejahatan luar biasa yang membahayakan dan tak bisa dibiarkan.

Budi pun menyindir pengelolaan lembaga pemasyarakatan (lapas) karena masih marak napi yang mengendalikan peredaran narkotik dari dalam kurungan. Itu semua, kata Buwas, tak lepas dari peran oknum-oknum lapas yang bekerja sama dengan para pelaku.

“Kami tahu ada oknum di lapas yang pungut biaya, minta bayaran, supaya napi bisa komunikasi dengan pihak luar,” ujar pria yang dikenal publik dengan sapaan Buwas itu.

Bahkan, sambung Budi, para napi tersebut bebas keluar masuk karena bantuan oknum-oknum lapas. Terkait permainan menyangkut orang dalam lapas, Budi berulang kali melontarkan gagasan satire agar lapas dijaga buaya agar tak ada lagi oknum.

“Selama masih dijaga manusia dengan integritas tidak jelas dan sistemnya tidak mau diperbaiki, ya akan terus terjadi,” ujar Budi kembali mengulang gagasan satirenya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Antisipasi Gejala DBD, Bupati Bintan Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan Bersih

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, disaat...

Terkait Praperadilan Setnov, KPK Tunggu Hasil Pemeriksaan Bawas MA Terhadap Hakim Cepi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) terhadap hakim Cepi Iskandar, yang menangani praperadilan Ketua...

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Haryani Kecewa

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum menuntut politikus Hanura Miryam S Haryani delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan. Miryam...

Kebakaran Hutan Landa 4 Kecamatan di Aceh Barat

Metrobatam, Aceh Barat - Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat, Aceh, terus menyebar. Hingga saat ini, ada empat kecamatan yang mengalami kebakaran terparah,...

Setelah 20 Tahun, Penyelundupan Miras dari Malaysia dan Singapura ke Batam Akhirnya Terungkap

Metrobatam, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan KWK, F, dan S telah menyelundupkan...

Pimpinan KPK Rembukan Nasib Aris Budiman dan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menggodok hasil pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK soal dugaan pelanggaran etik Direktur Penyidikan...

Berikan Arahan, Hari Ini Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Seluruh Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan seluruh gubernur, bupati dan wali kota di...

Kisah Polisi Fiji yang Jabat Posisi Penting Berkat Pendidikan Kepolisian di Indonesia

Metrobatam, Bandung - Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak hanya sukses mencetak pimpinan lembaga kepolisian dalam negeri, namun juga berhasil...

AS Beri Lampu Hijau, Panglima TNI Tunggu Instruksi Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih belum memutuskan untuk kembali berangkat ke Amerika Serikat setelah insiden penolakan sesaat sebelum bertolak, Sabtu...

Ini Rapor Kualitas Transportasi RI di Tingkat Dunia, Memuaskan?

Metrobatam, Jakarta - Sustainable Mobility for All (SuM4All) sebuah lembaga yang dibentuk atas inisiasi Bank Dunia (The World Bank) baru saja merilis publikasi 'Global...

Laporkan KPU ke Bawaslu, Rhoma Singgung Partainya Tommy dan PSI

Metrobatam, Jakarta - Ketum Partai Idaman Rhoma Irama melaporkan KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gara-gara pendaftaran partainya sebagai peserta Pemilu 2019 ditolak. Rhoma...

Kagetkan Warga, 3 Tornado Waterspout Muncul di Kepulauan Seribu

Metrobatam, Jakarta - Kemunculan angin tornado waterspout mengagetkan warga Kepulauan Seribu. Hal ini dialami oleh warga Pulau Tidung, Hilmansyah, yang tengah menuju Pulau Kelapa. "Tadi...
BAGIKAN