KontraS Kritik Wacana Pelegalan Aksi Tembak Bandar Narkotik

2242

Metrobatam, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik gagasan pelegalan aksi tembak bandar narkoba.

Menurut lembaga swadaya masyarakat advokasi kemanusiaan tersebut ada pelanggaran hukum yang dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum andai itu diterapkan. Bukan hanya itu, penembakan bandar narkoba itu pun dinilai tak bakal menyelesaikan persoalan peredaran obat-obatan terlarang.

“Kita tak pernah tahu derajat keterlibatan mereka seperti apa ketika dieksekusi mati. Artinya, negara membenarkan proses pembunuhan di luar proses [hukum],” ujar Wakil Koordinator Bidang Advokasi KontraS, Putri Kanesia di kantornya, Jakarta, Selasa (10/10).

Putri Kanesia pun memaparkan catatan pihaknya bahwa telah ada 107 peristiwa penembakan menggunakan senjata api yang menimpa pelaku kejahatan narkoba selama Januari-September 2017. Korban jiwa atas penembakan itu sebanyak 106 orang, dan 36 orang menderita luka-luka.

Dari penembakan-penembakan tersebut, KontraS pun mendata sebanyak 41 orang di antaranya adalah bandar narkoba. Sisanya, ada pengedar (34 orang), kurir (19 orang), dan pemakai (19 orang).

“Ketika ada usulan tembak mati berarti ada proses hukum yang dilanggar karena tidak perlu lagi itu berarti ada proses hukum yang dilakukan terhadap mereka diduga terlibat,” ujar Putri Kanesia.

Penembakan pelaku kejahatan narkoba oleh aparat keamanan juga dianggap dapat memutus penyidikan rantai pasokan narkoba.

“Itu yang menyebabkan kenapa sampai hari ini kita tidak pernah sampai (penyidikan) ke level bandar,” duga Putri Kanesia.

Sementara itu di tempat terpisah, pada hari yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso meminta peradilan Indonesia memberi hukuman lebih keras terhadap pelaku kejahatan narkoba terutama bandar. Mantan Kepala Bareskrim Polri itu mengaku kesal dengan ulah bandar narkotik yang tak jera meski telah diancam hukuman mati.

“Kalau perlu dicincang saja sekalian, tidak perlu ditembak. Tunjukin biar mereka jera,” ujar Budi dalam konferensi pers di gedung BNN, Jakarta, Selasa (10/10).

Budi tak peduli dengan berbagai kritikan dari sejumlah pihak yang menilai hukuman mati melanggar hak asasi manusia. Jenderal bintang tiga itu menilai, peredaran narkotik saat ini sudah masuk sebagai kejahatan luar biasa yang membahayakan dan tak bisa dibiarkan.

Budi pun menyindir pengelolaan lembaga pemasyarakatan (lapas) karena masih marak napi yang mengendalikan peredaran narkotik dari dalam kurungan. Itu semua, kata Buwas, tak lepas dari peran oknum-oknum lapas yang bekerja sama dengan para pelaku.

“Kami tahu ada oknum di lapas yang pungut biaya, minta bayaran, supaya napi bisa komunikasi dengan pihak luar,” ujar pria yang dikenal publik dengan sapaan Buwas itu.

Bahkan, sambung Budi, para napi tersebut bebas keluar masuk karena bantuan oknum-oknum lapas. Terkait permainan menyangkut orang dalam lapas, Budi berulang kali melontarkan gagasan satire agar lapas dijaga buaya agar tak ada lagi oknum.

“Selama masih dijaga manusia dengan integritas tidak jelas dan sistemnya tidak mau diperbaiki, ya akan terus terjadi,” ujar Budi kembali mengulang gagasan satirenya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...

Golkar Bakal Cabut Dukungan Bagi Kader yang Terlibat Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Golkar menggelar rapat konsultasi dengan seluruh pengurus Golkar, termasuk mereka yang menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah....

Sebut KPU Ketakutan PBB Jadi Partai Radikal, Yusril akan Pidanakan Komisioner

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menduga Komisi Pemilihan Umum (KPU) takut untuk meloloskan partainya ke Pemilu 2019...

KPK Tahan Bupati Kebumen

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai diperiksa selaku tersangka suap. Yahya diduga menerima jatah dari...

Abu Vulkanik Sinabung Meluas ke Aceh, Warga Diimbau Waspada

Metrobatam, Lhokseumawe - Semburan abu vulkanik berasal dari letusan Gunung Sinabung, Sumut, terus meluas ke sejumlah daerah di Aceh. Abu vulkanik meluas ke Aceh...

ManCity Tersingkir, Guardiola Ribut dengan Manajer Wigan

Metrobatam, Jakarta - Laga Manchester City menghadapi Wigan Athletic menyisakan kegetiran bagi sang manajer, Pep Guardiola. The Citizens tersingkir di babak keempat Piala FA...

Di Gowa Seorang Remaja ‘Bertelur’, Ini Penjelasannya

Metrobatam, Jakarta, Viralnya Akmal, remaja lelaki asal Gowa, Sulawesi Selatan yang kembali 'bertelur' meninggalkan banyak tanda tanya pada netizen. Bagaimana mungkin manusia yang merupakan...

Tiang Girder Tol Becakayu Ambruk, Polisi Selidiki Penyebabnya

Metrobatam, Jakarta - Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu di Kebon Nanas, Jaktim. Kejadian itu membuat 7 pekerja mengalami luka...

Marak Peredaran Narkoba, BNN Harus Segera Dibentuk di Perbatasan Sambas-Malaysia

Metrobatam, Sambas – Seringnya pengungkapan upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Kalimantan Barat membuat semua pihak geram. Seperti baru-baru ini terungkap di perbatasan Dusun...

Produksi Ekstasi dari Bedak Gatal, Pasutri di Medan Diciduk Polisi

Metrobatam, Medan - Pasangan suami-istri, HP dan DN, bersama 7 rekannya dibekuk polisi lantaran memproduksi narkotika jenis ekstasi. Mereka membuat ekstasi tersebut menggunakan bahan...
BAGIKAN