Korban Biro Perjalanan First Travel 35 Ribu Orang, Uang di Rekening Tinggal Rp1,3 Juta

    Metrobatam, Jakarta – Bareskrim Mabes Polri hanya menemukan uang Rp1,3 juta dari rekening resmi PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Hery Rudolf Nahak mengatakan First Travel merupakan biro perjalanan yang berhasil menipu ribuan jemaah dengan modus ongkos umrah murah.

    Kini pihak kepolisian telah melakukan pemblokiran rekening perusahaan tersebut, namun hanya terdapat temuan yang sebesar Rp1,3 juta.

    “Rekening yang kita blokir terakhir sisa Rp1,3 juta atas nama perusahaan, nanti kita akan cek dengan yang lain,” katanya kepada wartawan di Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur. Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

    Padahal, menurut Nahak, perusahaan yang dipimpin oleh pasangan suami istri Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan ini meraup keuntungan dari para jemaah yang tertipu sebesar kurang lebih Rp500 miliar.

    “Total jemaah yang telah melunasi 70 ribu, tapi sekitar 35 ribu tidak berangkat dengan berbagai alasan. Jadi kalau hitung kerugian, satu orang Rp14,3 juta dikali 35 ribu maka kerugian mencapai Rp550 miliar,” tuturnya.

    Karena itu, pihaknya akan terus menulusuri aset-aset milik Firt Travel yang memiliki hubungan dengan dana umrah para jemaah yang hingga saat ini belum berangkat ke tanah suci.

    “Kami akan melakukan tracking pada rekening-rekening, dana-dana yang kemudian lari ke mana, dan aset. Itu pasti kami lakukan dan perkembangan akan diberitahukan,” tutupnya.

    Kini perusahaan tersebut sudah dicabut izinnya oleh Kementerian Agama lantaran dianggap bermasalah. Pihak kepolisian juga telah menetap tersangka terhadap pasutri tersebut yang juga menjabat sebagai direktur First Travel.

    Bentuk Crisis Center

    Setelah bos PT First Anugerah Karya Wisata ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri kemarin, ribuan jemaah terkatung-katung untuk mendapatkan informasi terkait biro perjalanan tersebut.

    Kepala satuan tugas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pembentukan posko pengaduan.

    “Posko crisis center ini sangat perlu dibentuk sebagai tempat untuk jemaah, kami akan koordinasikan dengan Bareskrim dan Kemenag agar bisa segera dibentuk,” kata Tongam saat dihubungi detikFinance, Jumat (11/8).

    Dia mengatakan, saat ini kasusnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan pihak satgas serta Kemenag menyerahkan seluruh proses ke penyidik.

    “Koordinasi kami tetap ada. Dalam penanganan kasus ini, satgas koordinasi dengan penyidik dalam penyediaan ahli,” ujar dia.

    Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama RI, Mastuki mengatakan penangkapan Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari sudah sesuai dengan proses hukum.

    “Penangkapan itu pasti sudah diperhitungkan oleh polisi. Mereka sudah memiliki bukti-bukti yang cukup. Kami menghormati proses hukum tersebut,” ujar dia.

    Geledah Kantor First Travel

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri mengeledah kantor First Travel di Jakarta Selatan selama sekitar 3,5 jam. Penyidik membawa beberapa dokumen dan satu buah CPU yang berisi data para jemaah.

    “Beberapa dokumen dan satu CPU yang mana setelah kita buka ada data-data jemaah yang sudah berangkat maupun yang belum,” kata Kasubdit V/Jatanwil Dit Tipiudum Bareskrim Kombes Dwi Irianto di Kantor First Travel Lantai 16 GKM Green Tower, Jalan TB Simatupang Kav. 896, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

    Dwi menambahkan nantinya hasil dari pengeledahan tersebut akan menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut. Dwi juga tak menampik akan melakukan pengeledahan di tempat lain.

    “kemungkinan ya (geledah tempat lain), kita pelajari dulu berkas-berkas yang kita dapati sekarang,” kata Dwi.

    Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri mendatangi kantor First Travel di Jakarta Selatan. Mereka tiba di GKM Green Tower, Jalan TB Simatupang Kav. 896, Jakarta Selatan, Kamis (10/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 22.30 WIB, penggeledahan selesai dilakukan.

    Polisi juga telah menetapkan pemilik First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, sebagai tersangka dengan pasal penipuan dan penggelapan. Dirtipidum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak menjelaskan cara First Travel merayu jemaah agar tertarik menggunakan jasa travel-nya.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

    Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

    Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

    Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

    Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

    Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

    Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

    Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

    Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

    Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

    Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

    Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

    3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

    Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

    Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

    Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

    Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

    Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

    Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

    Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

    Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

    Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
    BAGIKAN