Korupsi e-KTP, Andi Narogong Dituntut 8 Tahun Penjara

1138

Metrobatam, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa korupsi e-KTP, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier enam bulan kurungan.

Andi dinilai terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun.

“Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai Pasal 3 UU Tipikor,” ujar jaksa Mufti Nur Irawan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12).

Lihat juga: Setnov Disebut Terima Jutaan Dolar di Tuntutan Andi Narogong

Jaksa juga menetapkan Andi sebagai justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Andi dinilai memenuhi persyaratan sebagai JC, karena bersikap kooperatif dengan mengungkap pihak-pihak yang berperan penting dalam proyek e-KTP di muka persidangan.

“Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan pimpinan KPK pada 5 Desember 2017,” ujar jaksa.

Jaksa juga menuntut Andi membayar uang pengganti sebesar US$ 2,15 juta dan Rp1,1 miliar. Dari jumlah tersebut, kata jaksa, Andi telah mengembalikan uang sebesar US$350 ribu ke KPK.

“Pengembalian uang tersebut harus dihitung untuk mengurangi kewajiban pembayaran uang pengganti,” ucap jaksa.

Dalam pertimbangannya, jaksa menyatakan perbuatan Andi berdampak masif pada pengelolaan data kependudukan yang berakibat hingga saat ini.

Andi juga dianggap menyalahgunakan wewenang dan kedudukan sejumlah pejabat yakni Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPR, mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemdagri Irman, Pejabat Pembuat Komitmen proyek e-KTP Sugiharto, dan Sekretaris Jenderal Kemdagri Diah Anggraeni.

“Terdakwa menggunakan pengaruh dan wewenang untuk mengarahkan proses pengadaan dan anggaran,” kata jaksa.

Penyalahgunaan wewenang ini, lanjut jaksa, dilakukan dengan mengintervensi pembentukan tiga konsorsium peserta lelang proyek e-KTP yakni Murakabi, Astra Graphia, dan PNRI. Andi kemudian berperan dalam membantu kemenangan salah satu konsorsium yakni PNRI setelah berkoordinasi dengan Setnov dan pejabat Kemdagri.

Andi sebelumnya didakwa melakukan korupsi proyek e-KTP dengan memperkaya sejumlah pihak. Sejumlah nama mulai dari pejabat Kemdagri, panitia proyek, hingga anggota DPR disebut menerima jatah tersebut.

Andi juga didakwa memperkaya korporasi yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Arthaputra, PT Sucofindo, dan manajemen bersama konsorsium PNRI dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Masjid Asy Syuhadaa Tering Raya Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Metrobatam.com, Batam - Sebagai ummatnya sudah seharusnya kita senantiasa mencontoh dan mengikuti baginda Rasulullah SAW. Terlebih sebagai insan pilihan, pada Rasulluah memang ada contoh...

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

Metrobatam, Palembang – Selain menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, yaitu Abdul Qodir alias Yaziz dan M Suriadi, Detasemen Khusus...

Istri Mantan Sekretaris MA Jadi Staf Ahli MenPAN-RB, KPK Tak Dilibatkan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak diminta tanggapannya soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai Staf Ahli MenPAN-RB. Padahal, KPK biasanya dilibatkan untuk...

Ditemukan Jutaan Pil Zenith di Sampit, Mabes Polri Turun Tangan

Metrobatam, Sampit - Markas Besar (Mabes) Polri turun tangan membantu pengembangan penyelidikan temuan 3,7 juta butir carnophen atau zenith di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin...

IKLA Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Gadang

Metrobatam.com, Batam - Warga Luak Agam Kota Batam diajak untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersikap di kehidupan sehari-hari. Itu karena sikap Rasulullah...

Beroperasi Juni 2018, 5 Stasiun LRT Palembang Siap Digunakan

Metrobatam, Palembang - Progres pembangunan Light Rain Transit (LRT) Palembang telah memcapai 76 persen dan siap beroperasi pada Juni 2018 mendatang. Namun, hanya akan...

Densus 88 Tangkap Seorang Warga di Kalbar, Ini Alasannya

Metrobatam, Pontianak - Akibat sering melakukan postingan tentang jihad selama kurang lebih 3 tahun, KT (45) warga Kabupaten Landak, Kalbar yang ditangkap Tim Densus...

Presiden Prancis Minta Israel Hentikan Pembangunan di Yerusalem

Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Paris. Dalam pertemuan tersebut Macron meminta Israel menghentikan pembangunan di...

Barcelona Kalahkan Sepuluh Pemain Villarreal 2-0

Metrobatam, Jakarta - Barcelona sukses mengalahkan Villarreal 2-0 di jornada ke-15 La Liga Spanyol. Blaugrana menang usai The Yellow Submarine bermain dengan sepuluh orang...

Kapolda Sumsel Benarkan 2 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

Metrobatam, Pelembang - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Inspektur Jenderal (Irjen) Zulkarnain Adinegara membenarkan adanya penangkapan dua orang warga Ogan Ilir diduga terlibat kasus terorisme. "Ya...

Guardiola Heran Mourinho Selalu Mengeluhkan Wasit

Manchester - Musim lalu protes Jose Mourinho soal wasit mengiring kekalahan Manchester United di laga derby. Hal yang sama baru saja terulang dan di...

Banjir Bandang Terjang Solok, 1 Orang Hilang Tertimbun Longsor

Metrobatam, Solok - Dua kecamatan wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan tanah longsor Sabtu 9 Desember 2017 malam. Akibat bencana tersebut...
BAGIKAN