KPK: Gubernur Bengkulu Dijanjikan Fee Rp4,7 Miliar

    2669

    Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Gubernur Bengkulu diduga dijanjikan mendapatkan uang Rp4,7 miliar terkait dengan kemenangan perusahaan dalam proyek di provinsi tersebut.

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyegelan kantor Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti sekaligus rumahnya untuk kepentingan penyidikan. Pihaknya juga sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap itu.

    Menurutnya, ada dugaan pemberian fee dalam kasus itu kepada gubernur sebesar Rp4,7 miliar. “Diduga pemberian uang terkait dengan proyek yang dimenangkan PT SMS. Fee dijanjika Rp4,7 miliar,” kata Alexander dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (21/6).

    Nama-nama tersangka dalam kasus itu adalah Ridwan Mukti, isterinya Lili Madari dan Rico Diansari alias Rico Can, bos PT RPS, yang diduga berperan sebagai penerima. Lainnya adalah Jhoni Wijaya, Direktur PT SMS sebagai pemberi.

    Pihak pemberi dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang Undang Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan penerima adalah dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi.

    Sementara Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, OTT dilakukan di rumah gubernur dan di kantor perusahaan.

    Selasa ada pemberi ke RDS, antarkan ke rumah gubernur Bengkulu RM, sekitar pukul 9.30. Sekitar pukul 10.00, KPK amankan RDS di jalan. KPK bawa kembali ke rumah RD. Ketemu istri, di rumah tersebut diamankan uang Rp1 miliar,” kata Saut dalam jumpa pers di Gedung KPK, Rabu (21/6).

    Ridwan Mukti Mundur

    Partai Golkar mengapresiasi langkah Ridwan Mukti mundur dari kursi Gubernur dan Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu.

    “Saya telah menyaksikan di Metro TV beliau menyampaikan permintaan maaf kepada segenap warga masyarakat atas kekhilafan yang telah dilakukannya sampai terjadi OTT istrinya Lily Martiani oleh KPK di rumahnya di Bengkulu. Sekaligus menyatakan pengunduran dirinya sebagai Gubernur Provinsi Bengkulu dan sekaligus mundur dari jabatan Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu,” kata Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono dalam siaran pers, Rabu (21/6).

    Sebagai Ketua Dewan Pakar, Agung mengapresiasi pengunduran diri Ridwan Mukti. Namun ia juga merasa prihatin terhadap kasus yang menjerat koleganya di Golkar dan Kosgoro itu.

    “Sebagai sesama kader Partai Golkar dan kader Kosgoro 1957 kita prihatin atas dugaan korupsi yang dilakukan beliau namun disisi lain saya sangat bangga dan terharu atas responnya sebagai bentuk pertanggung jawaban bung RH yang luar biasa kepada publik,” katanya.

    Ia kemudian menyatakan mendukung proses hukum yang adil, objektif tanpa ada unsur politisasi dan intervensi pihak manapun.

    “Kejadian ini sekaligus juga merupakan peringatan kepada kita semua terutama kaders Partai Golkar untuk segera menghentikan dan menghindarkan diri dari segala keterlibatan dalam praktik-praktik Korupsi. Semoga Allah swt senantiasa melindungi kita semua,” pungkasnya.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Tinjau GBK, Menteri Basuki: Ini Dibangun Pakai Pajak Kok Dirusak?

    Metrobatam, Jakarta - Sejumlah fasilitas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) rusak usai final Piala Presiden 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...

    Ketua DPR Minta Motif Penyerangan Pemuka Agama Diusut Tuntas

    Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta polisi bergerak cepat mengusut tuntas kekerasan terhadap Kiai Hakam Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Karangasem Paciran,...

    Usai Pesta Miras, Pemuda Ini Ditemukan Mengambang di Sungai

    Metrobatam, Lumajang - Usai pesta miras bersama teman-temannya, Muhamad Saiful Rizal (19) ditemukan tewas mengambang di tepi sungai Kali Mujur, Dusun Parasgoang, Desa Pandanarum,...

    Bos First Travel Jalani Sidang Perdana

    Metrobatam, Jakarta - Bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Depok. Ketiganya didakwa dalam kasus...

    Tersebar Inisial Artis Lain Diduga Pengguna Narkoba, Ini Kata Polisi

    Metrobatam, Jakarta - Siapa sangka, tiga artis diciduk dalam satu minggu kemarin karena narkoba. Setelah Fachri Albar, Roro Fitria, dan Dhawiya, tersebar inisial artis...

    Pesawat Iran Jatuh, KBRI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban

    Metrobatam, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran memastikan tidak ada penumpang WNI dalam daftar penumpang atau manifest pesawat yang jatuh di pusat...

    Gunung Sinabung Erupsi 5 Km, Warga Diminta Waspada

    Metrobatam, Jakarta - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 5 kilometer. Warga diminta waspada dengan erupsi...

    Mabes Polri Bahas Kepulangan Rizieq Shihab

    Metrobatam, Jakarta - Mabes Polri akan menggelar rapat membahas antisipasi kepulangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab, Senin (19/2). Berdasarkan Surat Telegram...

    Setelah Parpol Dapat Nomor Urut, Ini Tahapan Pemilu 2019

    Metrobatam, Jakarta - Sebanyak 14 parpol lolos dan mendapat nomor urut untuk Pemilu 2019. Bagaimana tahapan selanjutnya untuk Pemilu serentak? Sebelumnya, ada 14 parpol yang...

    PKS Tetap Dukung Tersangka KPK Mustafa di Pilkada Lampung

    Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mendukung pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Lampung Mustafa-Ahmad Jajuli, meskipun Mustafa telah berstatus tersangka dan...

    Anies Dicegah ke Podium karena Namanya Tak Dicatat Panitia, Fahri Sewot

    Metrobatam, Jakarta - Media sosial hari Minggu diramaikan dengan video Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) jelang pemberian piala oleh...

    Indonesia Segera Punya Pasar Ikan Modern di Muara Baru

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia akan memiliki pasar ikan modern. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah melakukan pembangunan Pasar Ikan Muara Baru...
    BAGIKAN