KPK: Pemenang Pilkada Biasanya Punya Kekayaan Berlimpah

2127

Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penelitian dalam pelaksanaan dua pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak yang terakhir. Hasil penelitian dalam Pilkada serentak 2015 dan 2017 itu menunjukkan praktik politik transaksional belum bisa dilepaskan dari pesta demokrasi lima tahunan itu.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan penelitian tersebut dilakukan usai gelaran Pilkada serentak 2015 dan 2017. Dia mengaku bertekad untuk mengubah pola-pola politik transaksional yang ujung-ujungnya duit dalam tiap gelaran pilkada.

“Kesimpulan kami bahwa memang sulit sekali kita untuk bisa lepas dari jeratan transaksional ini. Tapi ini negara kita, kita harus ubah itu,” kata Saut dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10).

KPK sendiri menggelar pertemuan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pencegahan politik transaksional dalam gelaran Pilkada serentak 2018 serta Pemilu 2019. Lembaga antirasuah ingin fokus pada kegiatan pencegahan dalam bekerja sama dengan Bawaslu.

Selain masih banyaknya praktik politik transaksional dalam gelaran pemilihan umum tingkat daerah itu, KPK juga menemukan fakta bahwa pihak yang menang biasanya mereka yang memiliki kekayaan dan harta berlimpah sebagaimana tertuang dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Ada yang menarik untuk diskusikan, yang menang LHKPN-nya lebih besar, yang kalah itu asetnya malah minim, banyak utang,” tuturnya.

Menurut Saut, dari data penelitian tersebut menunjukkan adanya indikasi besarnya modal para calon kepala daerah, baik untuk dana kampanye, sumbangan ataupun mahar politik untuk yang bersangkutan maju pemilihan.

“KPK tidak bisa masuk, jika di sana tidak ada penyelenggara dan kerugian negara,” ujarnya.

Untuk itu, Saut menambahkan, KPK lebih mendorong pada kegiatan pencegahan dalam pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia ini. Bahkan, ada usulan dari Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan agar langsung mendiskualifikasi pasangan yang melakukan politik transaksional.

“Mari kita coba pelan-pelan memgubahnya. Pertama sharing informasi. Mungkin banyak indikasi yang bisa ditindaklanjuti dengan pencegahan,” kata Saut. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...

Lagi, Polda Sumut Tangkap Perwira Polisi Karena Narkoba

Metrobatam, Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap perwira polisi berpangkkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di kawasan Mariendal, Kecamatan Patumbak,...

Selingkuh di Hotel Bersama Pria Idaman, Seorang Janda Tersedak Kondom

Metrobatam, Madiun – Kabar heboh sekaligus menggelitik gegerkan seisi rumah sakit. Pasalnya, dokter yang menangani pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi sebuah...

KPK Terbantu Dokter RSCM dan IDI Dalam Hadapi ‘Drama’ Setya Novanto

Metrobata, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎, Febri Diansyah mengakui pihaknya cukup terbantu peran dari tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)...

Polisi Ciduk 33 Orang dalam Razia Kampung Narkoba di Tanah Kusir

Metrobatam, Jakarta - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan melakukan razia narkoba di Kampung Peninggaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebanyak 33 orang diamankan polisi untuk dimintai...

Sah! MK Bolehkan Pegawai Nikah dengan Teman 1 Kantor

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kebahagiaan bagi karyawan yang ingin menikahi pasangannya dalam 1 kantor. MK memperbolehkan pernikahan antar-rekan satu kantor karena...

Gara-Gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Salim Stres Lalu Gantung Diri

Metrobatam, Padangsidimmpuan - Salim Batu Bara (21), warga Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara nekat gantung diri di areal kebun cokelat...

Mohamed Salah: Raja Mesir yang Membumi

Liverpool - Orang-orang di Liverpool menjuluki The King Of Egypt. Usai jadi pahlawan Mesir ke Piala Dunia dan bikin banyak gol di Liverpool, Mohamed...

Kutai Barat di Kaltim, Bakal Calon Ibu Kota Baru RI yang Masih “Sepi”

Metrobatam, Jakarta - Wacana pemindahan ibu kota negara semakin mencuat. Beberapa kota disebut-sebut akan menjadi ibu kota baru Negara Indonesia. Salah satunya ialah Kabupaten...

Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil

Metrobatam, Jakarta - Hidup Siti Saidah alias Nindya dan Indria Kameswari berakhir tragis. Perempuan cantik ini tewas di tangan suami mereka gara-gara minta dibelikan...
BAGIKAN