Metrobatam, Jakarta – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sudah memutuskan sanksi diberikan kepada Direktur Penyidikan Brigadir Jenderal Aris Budiman, terkait kehadirannya dalam dengar pendapat dengan Panitia Khusus Hak Angket DPR terhadap KPK pada akhir Agustus 2017 lalu. Namun, belum diketahui bentuk sanksi bakal diterima Aris.

Pemberian sanksi kepada jenderal bintang satu itu akan diumumkan langsung oleh pimpinan KPK secepatnya.

   

“Sudah ada keputusan tentang pelanggaran. Tapi pelanggarannya di tingkat apa, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (10/4).

Menurut Febri, selain dugaan pelanggaran Aris hadir ke Pansus Angket DPR terhadap KPK, pimpinan lembaga antirasuah juga sudah memutuskan sanksi terkait surat elektronik (e-mail) dikirim Novel Baswedan selaku Ketua Wadah Pegawai KPK kepada Aris terkait rekrutmen penyidik dari Polri.

“Kita perlu ingat ada dua peristiwa yang terjadi saat itu. Yang pertama terkait dengan pengiriman email (Novel Baswedan ke Aris Budiman). Yang kedua terkait dengan kehadiran (Aris Budiman) di Pansus Angket,” ujar Febri.

Febri menyatakan, kedua peristiwa itu sudah diklarifikasi dan dilakukan pemeriksaan oleh Direktorat Pengawasan Internal (PI) KPK. Menurutnya, pemeriksaan PI adalah bagian penting dari struktur organisasi di KPK.

“Ini cara kami untuk menjaga proses pengawasan internal di dalam KPK. Selain pengawasan eksternal yang dilakukan oleh banyak pihak,” ujar Febri.

Febri mengatakan, keputusan pemberian sanksi kepada Aris ini tak ada hubungannya dengan rencana penarikan kembali mantan Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu oleh Polri.

Proses pemeriksaan dugaan pelanggaran Aris telah berjalan jauh sebelum Korps Bhayangkara memutuskan menarik perwira tingginya itu. “Sedangkan terkait proses penanganan internal itu proses yang terpisah,” kata Febri.

Lembaga antirasuah itu kembali menindaklanjuti pernyataan mantan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri kepada media pada Jumat pekan lalu.

Saat itu Aris mengaku mendapat e-mail kembali dari pegawai KPK lainnya terkait rencana dirinya merekrut anggota Polri sebagai penyidik KPK. Isi e-mail tersebut, kata Aris mendiskreditkan anggota Polri dengan sebutan ‘kuda troya’.

Aris dalam kesempatan itu juga menyebut ada kejanggalan dalam penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP. Menurut Aris, sebelum dirinya masuk ke KPK, penanganan kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu sempat jalan di tempat.

Tak hanya itu, penyidikan juga hanya fokus di proses pengadaan, tak masuk pada proses perencanaan proyek senilai Rp5,8 triliun tersebut. Menurut Aris, mendiang Johannes Marliem juga tak pernah diperiksa dan kantornya Biomorf Lone LLC yang ada di Jakarta tak pernah digeledah.

Aris sendiri bakal kembali ditarik oleh Polri. Namun, seleksi yang dilakukan KPK untuk mengisi posisi Direktur Penyidikan belum membuahkan hasil. KPK akan kembali melakukan seleksi ulang posisi Direktur Penyidikan, yang akan ditinggalkan Aris itu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pemeliharaan Jaringan Listrik, Ini Wilayah yang Dilakukan Pemadaman di Tanjungpinang dan Bintan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Wilayah cabang Kota Tanjungpinang berencana melakukan pemadaman di seluruh wilayah Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Pemandaman ini tertuang bertujuan...

Kominfo Humas Lingga Apresiasi Program KSP Diskominfo Kepri

Metrobatam.com, Lingga - Laju arus globalisasi dewasa ini semakin tak terbendung, hampir di semua lini kehidupan sudah terintegrasi dengan teknologi tak terkecuali di sektor...

Jangan Kaget, Daik Lingga Tak Ada Warnet

Metrobatam.com, Lingga - Tidak seperti kota lainnya, ibukota Daik Lingga memang terlihat nyaman dan tenteram. Dikategorikan sebagai daerah yang jauh dari hiruk pikuk layaknya kota-kota...

Besok, AJI Tanjungpinang Gelar Aksi Tolak Remisi Pembunuh Wartawan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang akan menggelar aksi menolak pemberian remisi pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, I...

#WelcomeBackBTP Merangsek Jadi Topik Terpopuler di Dunia

Metrobatam, Jakarta - Hastag atau tanda pagar (tagar) #WelcomeBackBTP sempat merangsek jadi topik yang hangat dibicarakan di media sosial skala dunia. Ya, hal ini...

Salam 3 Jari Ahok saat Bebas dari Penjara

Metrobatam, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah resmi bebas dari penjara. Dia melakukan salam tiga jari saat proses administrasi di Rutan Mako Brimob. Dilihat...

Ini 5 Fakta Mengerikan Pemerkosaan dan Pembakaran Inah di Palembang

Metrobatam, Jakarta - Malang nian nasib Inah Antimurti (20). Perempuan janda satu anak ini diperkosa lalu dibakar mayatnya gegara utang piutang. Mayat Inah awalnya ditemukan...

Polisi Tunggu Dewan Pers soal Tabloid Indonesia Barokah

Metrobatam, Jakarta - Polisi menyerahkan kasus beredarnya tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers lebih dahulu untuk sebelum melakukan penilaian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas...

Soal Pembebasan Ba’asyir, Pemuda Muhammadiyah: Jangan Perkeruh Suasana

Metrobatam, Jakarta - PP Pemuda Muhammadiyah meminta pemerintah menjelaskan secara jelas soal rencana pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, apalagi rencana pembebasan itu sudah diumumkan ke...

Kiai Sepuh NU Isyaratkan All Out Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Metrobatam, Surabaya - Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) bersilaturahmi dengan cawapres Ma'ruf Amin di Surabaya. Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar mengatakan kiai Ma'ruf...

KPK OTT Bupati Mesuji, Total 8 Orang Diamankan dan 1 Dus Uang

Metrobatam, Jakarta - Dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung, total ada delapan orang dan satu dus barang bukti berupa uang diamankan KPK. Salah...

Menhan Tegaskan Ba’asyir Harus Berikrar Setia NKRI

Metrobatam, Jakarta - Pembebasan bersyarat terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir belum diputuskan karena ketentuan yang belum terpenuhi, yakni ikrar setia kepada NKRI. Menteri Pertahanan...