KPK Tetapkan Ketua DPR Setya Novanto Tersangka Korupsi e-KTP

    1904

    Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang diduga merugikan negara Rp2,3 triliun.

    “KPK tetapkan saudara SN, anggota DPR RI sebagai tersangka karena diduga menguntungkan diri sendiri, atau korporasi, sehingga diduga merugikan negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/7).

    Setya sebelumnya telah diperiksa oleh KPK terkait dugaan korupsi e-KTP. Dia diduga memiliki peran dalam proses penganggaran atau pengadaan barang dan jasa. Ketua Umum Partai Golkar ini juga diduga telah mengkondisikan pemenang pengadaan e-KTP.

    Setya disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dalam kasus ini, KPK sebelumnya telah menetapkan dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

    Nama Setya muncul dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Ia disebut mendapat jatah 11 persen dari nilai proyek e-KTP sebesar Rp574 miliar. Setya juga disebut mengarahkan perusahaan pemenang proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

    Dari keterangan sejumlah saksi di persidangan, Setya memang disebut menjadi pemegang proyek e-KTP. Ia juga diduga orang dekat Andi Narogong.

    Setya sebelumnya bersumpah tidak menerima sepeserpun uang terkait dugaan korupsi e-KTP. Ia juga memastikan Golkar tak pernah menerima Rp150 miliar seperti yang disebut dalam dakwaan.

    Ketua DPR Pertama Jadi Tersangka

    Sejak dibentuk pada 2002, KPK sering menetapkan pimpinan lembaga negara sebagai tersangka. Dan catatan itu semakin lengkap setelah KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP. Ini untuk pertama kalinya Novanto ditetapkan sebagai tersangka.

    “KPK menetapkan Saudara SN, anggota DPR periode 2009-2014, sebagai tersangka terbaru kasus e-KTP,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta.

    Seperti disinggung di atas, ini merupakan pertama kalinya KPK menetapkan Ketua DPR sebagai tersangka. Lembaga antikorupsi ini memang beberapa kali menjerat pimpinan lembaga negara jadi tersangka, namun belum pernah DPR 1.

    Untuk diketahui, KPK pernah menjerat Ketua MK Akil Mochtar dan Ketua DPD Irman Gusman. Untuk kategori menteri, sudah cukup banyak menteri yang dibawa penyidik ke kursi pesakitan.

    Adapun untuk penegak hukum secara luas, penetapan Ketua DPR sebagai tersangka pernah dilakukan Kejagung. Saat itu penyidik Kejagung menetapkan Akbar Tandjung sebagai tersangka kasus Bulog. Akbar divonis bebas di tingkat kasasi.

    Selain itu, Agus mengatakan, Setya Novanto melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong juga berperan dalam proses penganggaran atau pengadaan barang dan jasa. “Saudara SN melalui AA diduga memiliki peran, baik dalam proses penganggaran atau pengadaan barang dan jasa,” ujar Agus.

    Agus mengatakan, pihaknya akan menjelaskan materi pemeriksaan terkait Setya Novanto di pengadilan. Dia enggan membeberkan alat bukti yang dipakai KPK untuk menetapkan politikus Partai Golkar itu sebagai tersangka.

    “Kami akan gelar di pengadilan, agar nanti pengadilan berjalan, kami akan buka semua bukti di pengadilan,” katanya.(mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Jasad Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan

    Metrobatam.com, Labuhan Batu - Sehari setelah hilang dalam kecelakaan kapal cepat, Wakapolres Labuhan Batu Kompol Andi Chandra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban dinyatakan...

    Yel-yel Teriakan Sabar Menang, Lis – Maya Lanjutkan

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ratusan pendukung pasangan Syahrul - Rahma (Sabar) dan Lis Darmansyah - Maya Suryani, begitu antusia ketika kedua Pasangan ini memasuki ke...

    Pelantikan Pengurus IOF Pengcab Batam dan Tanjungpinang Periode 2018-2022

    Metrobatam.com, Batam - Pelantikan pengurus Indonesia Off-Road Federation Pengcab Batam-Pengcab Tanjung Pinang di Hotel Planet Holiday, Sabtu (21/04/2018). Askar Kartiwa Ketua Umum PP IOF menerangkan,...

    Isu Kudeta, Fakta Dibalik Rentetan Tembakan di Istana Arab Saudi

    Riyadh - Sejumlah saksi mata yang berada di dekat Istana Arab Saudi mendengar rentetan tembakan di dalam kompleks istana. Kemudian suara tembakan ini dikaitkan...

    Presiden PKS Buka Kemungkinan Usung Capres Selain Prabowo

    Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka kemungkinan mengusung calon presiden (capres) selain Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan saat...

    Dilarang SBY Bicara, Roy Suryo Sebut Pembocor Info Berbahaya

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membenarkan kabar bahwa Ketua Umum Partai Demokat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarangnya untuk berbicara...

    Kapal Tenggelam, Wakapolres Pelabuhanbatu Hilang

    Metrobatam, Medan - Terjadi kecelakaan speed board (perahu) yang mengangkut rombongan personel Polri di Sungai Berombang, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara pada Sabtu 21 April...

    Bantai Sevila 5 – 0, Barcelona Juara Copa del Rey

    Madrid - Barcelona tak kesulitan meraih gelar juara Copa del Rey musim ini. Menghadapi Sevilla di final, Blaugrana menang amat telak: 5-0! Laga final Copa...

    Ketum PPP: Secara Rasional AHY Lebih Pilih Jokowi

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum PPP Romahurmuziy menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih baik bersama Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Romahurmuziy menyebut ini sebagai...

    Bandung Banjir, Tim Diskar PB Evakuasi Mobil yang Terjebak

    Metrobatam, Bandung - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak Sabtu (21/4) sore kembali membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir Cileuncang. Dinas Kebakaran dan...

    Menteri Yohana Sebut Jokowi Setujui Perppu Cegah Kawin Dini

    Metrobatam,Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan Presiden Joko Widodo menyetujui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Pencegahan Perkawinan Anak. "Jadi...

    Ancam Penyidik, Brigjen Gadungan Ditangkap di Banten

    Metrobatam, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria berinisial A yang berpura-pura menjadi Brigadir Jenderal setelah melakukan pengancaman terhadap penyidik yang menangani...
    BAGIKAN