KPK Tolak Hadirkan Miryam, Pansus DPR: Kami Kirim Panggilan Kedua

    1746

    Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menolak menghadirkan Miryam S Haryani ke Pansus Angket KPK di DPR RI. Anggota Pansus Angket KPK Bambang Soesatyo menegaskan bahwa pemanggilan Miryam ini bukan soal diberi izin atau tidak.

    Pemanggilan Miryam, kata Bambang lebih kepada tugas pelaksanaan undang-undang dalam suatu proses penggunaan hak penyelidikan oleh DPR yang dalam konstitusi UUD 1945 dan UUMD3 disebut Hak Angket.

    “Saya mendengar bahwa KPK akan mengirim surat tidak bisa menghadirkan Miryam. Ya, tidak apa-apa. Santai saja. Surat itu pasti akan kita bacakan dalam persidangan hak angket dan kemudian tentu saja kami akan kirimkan lagi pemanggilan yang kedua,” kata Bambang melalui keterangan tertulisnya, Senin (19/6).

    Politikus Partai Golkar yang juga Ketua Komisi III DPR RI itu belum bisa memastikan untuk jadwal pemanggilan kedua. Bisa saja Miryam dipanggil pada 22 Juni ini atau setelah hari raya Idul Fitri.

    “Apakah pemanggilan kedua itu akan jatuh pada tanggal 22 Juni ini, atau usai liburan hari raya Idul Fitri, tergantung keputusan sidang Hak Angket,” kata Bambang.

    “Sekali lagi, Pansus tidak ambil pusing. Pansus hanya melaksanakan tugas berdasarkan konstitusi UUD 1945 dan UUM D3. Bagi yang tidak setuju, ya silakan amandemen UUD 1945 dan revisi UUMD3,” tambah Bambang.

    Menurut Bambang, perintah soal pemanggilan paksa terhadap seseorang yang dibutuhkan oleh Pansus Angket itu sangat jelas. Selain diatur dalam konstitusi UUD 1945 juga tercantum di dalam Undang-undang MD3 Pasal 204.

    “Di situ dinyatakan secara tegas bahwa WNI atau WNA yang dipanggil panitia angket wajib memenuhi panggilan. Jika tidak memenuhi panggilan 3 kali berturut-turut, maka panitia angket bisa meminta bantuan Polri untuk memanggil paksa,” tegas Bambang.

    Sebelumnya Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan bahwa keputusan menolak permintaan Pansus Angket KPK untuk menghadirkan Miryam ini dibahas dalam ekspose bersama tim penyidik.

    “Kami sudah ekspose bersama dan keputusannya kita tidak mengizinkan Miryam Haryani,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (19/6).

    Ekspose bersama penyidik, menurut Alexander, dilakukan karena kewenangan penahanan Miryam, tersangka pemberian keterangan palsu, berada di tangan penyidik. Selain itu, KPK menegaskan tidak akan membuka materi penyidikan Miryam dalam pansus angket.

    Pansus Hak Angket KPK di DPR akan menjemput paksa Miryam S Haryani jika KPK tak menghadirkan yang bersangkutan sebanyak tiga kali. Wakil Ketua Pansus Angket KPK, Teuku Taufiqulhadi menyebut aturan penjemputan paksa itu sesuai konstitusi.

    Taufiqulhadi mengatakan Pansus akan mengacu pada Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) soal penjemputan paksa Miryam. Pasal 204 UU MD3 jelas mengatur hal tersebut.

    “UU yang berlaku tentang MD3 No 17 tahun 2014. Salah satu pasal 204 mengatakan kalau tiga kali dipanggil tak hadir akan dipanggil paksa dengan meminta polisi mengambil paksa. Apakah akan memberikan atau tidak memberikan, akan berlaku UU seperti itu,” kata Taufiqulhadi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6).

    Menurut Taufiqulhadi, penjemputan paksa Miryam akan dilakukan oleh pihak Polri. Polri sendiri tak dapat menolak untuk menjemput Miryam karena bukan lagi permintaan Pansus namun sudah ke UU. “Ya. Itu otomatis. Kalau sudah tiga kali, polisi harus bersiap-siap,” sebutnya.

    Taufiq membantah akan ada upaya mengadu antara institusi Polri dengan KPK. “Kalau ada asumsi (Polri diadu dengan KPK) itu salah karena itu amanat UU kecuali kalau kita menolak UU itu. Jangan berasumsi seperti itu,” imbuhnya.

    Sementara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, KPK wajib memenuhi perintah Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk menghadirkan tersangka dugaan memberikan keterangan palsu, Miryam S. Haryani. Pemanggilan oleh Pansus Angket diklaim berlaku bagi semua warga negara, tanpa terkecuali.

    “Selama dia (Miryam) masih hidup, bisa dipanggil oleh DPR. Karena jangankan Miryam, Presiden pun boleh dipanggil oleh angket,” ujar Fahri.(mb/detik/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    10 Planet Mirip Bumi Ditemukan

    Metrobatam.com, AS - Bumi tak bisa dihuni selamanya oleh manusia. Maka, ilmuwan terus berusaha menemukan dunia baru. Kabar baik datang dari Badan Penerbangan dan Antariksa...

    Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama Tiba di Bali

    Metrobatam.com, Bali - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama beserta istri dan kedua putrinya telah tiba di Bali. Mereka menggunakan pesawat jet jenis Gulfstream. Obama...

    Pemudik Padati Bandara Hang Nadim Batam

    Metrobatam.com, Batam - Manajemen Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyatakan pemudik tujuan berbagai daerah mulai memadati bandara sejak Kamis pagi. "Sejak pagi sudah padat. Hari...

    Meriahkan Malam Idul Fitri, Pemko Batam Gelar Pawai Takbir

    Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam,  Kepulauan Riau akan mnggelar pawai takbir Idul Fitri 1438 Hijriah pada Sabtu (24/6) malam. Kepala Bagian Humas Pemkot Bata...

    Perkumpulan Marga Tan Kota Batam adakan Pertemuan

    Metrobatam.com, Batam - Perkumpulan Marga Tan kota Batam mengadakan pertemuaan di Restaurant 933 Golden Prawn, Bengkong Laut, pada tanggal, (23/06/17). Ketua umum perkumpulan Marga Tan,...

    8 Tips Mudik untuk Orangtua yang Bawa Bayi

    Metrobatam.com, (Mb) - Ketika belum memiliki anak, mudik mungkin adalah hal yang mudah dilakukan. Melihat kemacetan sekaligus menikmatinya bisa menjadi kegiatan 'menyenangkan' Anda bersama...

    Hingga Juni 2017, Penerimaan Bea dan Cukai Capai Rp57,59 triliun

    Metrobatam.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan bea dan cukai hingga pertengahan Juni 2017 mencapai Rp57,59 triliun atau sekitar...

    Barrack Obama akan ‘Mudik’ ke Indonesia Hari Ini

    Metrobatam.com, Bali - Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barrack Obama direncanakan mengunjungi Indonesia pada (23/6) hingga (1/7) mendatang. Rencananya, Obama akan berlibur di Bali hari...

    Kepala Penjara: Keselamatan Ahok Terancam di Cipinang

    Metrobatam, Jakarta - Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur Abdul Ghani menyebut keselamatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terancam jika ditahan di...

    Soal SMS Bernada Ancaman, Hary Tanoe Ditetapkan Jadi Tersangka

    Metrobatam, Jakarta - Kepala Subdirektorat Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto mengaku sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan SMS...

    NasDem Tolak Usulan Boikot Anggaran KPK-Polri

    Metrobatam, Jakarta - Fraksi Partai NasDem menyatakan tidak ingin ikut campur atas usulan anggota panitia khusus hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi, Muhammad Misbakhun, yang...

    Terbukti Gelapkan Pajak, Angel Di Maria Dikenakan Hukuman Kurungan

    Madrid - Eks pemain Real Madrid Angel Di Maria dihukum lantaran terbukti menggelapkan pajak di Spanyol. Ia dikenakan hukuman kurungan plus denda. Diberitakan BBC, Di...