KPU: Lima Bakal Caleg Eks Koruptor Dikembalikan ke Parpol

    Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengembalikan berkas lima bakal calon anggota legislatif ke partai politik asalnya karena merupakan eks narapidana kasus korupsi.

    “Berdasarkan dokumen yang disampaikan partai politik, KPU menemukan lima bakal calon anggota legislatif yang pernah terkena tindak pidana korupsi,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Sabtu (21/7) malam, dikutip dari Antara.

    Dia enggan menyebutkan lima nama bakal caleg itu dan dari partai mana saja mereka berasal.

    Komisioner Ilham Saputra menambahkan bahwa status para bakal caleg mantan narapidana koruptor itu diketahui dari salinan putusan pengadilan di Mahkamah Agung maupun di KPK.

    Alhasil, pihaknya mengembalikan berkas para bakal caleg itu ke induknya. “Karena tidak sesuai PKPU, mantan narapidana korupsi itu dinyatakan tidak memenuhi syarat, TSM, berkasnya dikembalikan,” ucap dia.

    Meskipun demikian, KPU masih memberikan waktu bagi partai politik untuk mengganti bakal caleg tersebut selama masa perbaikan yakni 22-31 Juli 2018.

    Arief mengatakan proses pemeriksaan kelengkapan telah selesai dilaksanakan pada Jumat (20/7), sementara untuk pemeriksaan keabsahan telah selesai dilakukan Sabtu malam.

    “KPU RI selanjutnya mengeluarkan Berita Acara Hasil Penelitian atau BAHP per daerah pemilihan untuk diserahkan kepada masing-masing partai politik,” jelas dia.

    “Setelah perbaikan, kami akan melakukan verifikasi kembali selama tujuh hari pada 1-7 Agustus 2018,” imbuh dia.

    Selanjutnya, KPU RI akan menyusun dan menetapkan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kab/kota pada 8-12 Agustus 2018

    Pada 12-14 Agustus, KPU mengumumkan DCS tersebut kepada publik sekaligus melihat persentase keterwakilan perempuan didalamnya.

    Diketahui, PKPU Nomor 20 Tahun 2018 melarang eks narapidana kasus kejahatan seksual terhadap anak, bandar narkoba dan koruptor mendaftar sebagai calon legislatif.

    Sejumlah nama politikus eks napi koruptor diketahui mendaftar sebagai bakal caleg. Misalnya, Ketua DPD Golkar Aceh TM. Nurlif dan Ketua Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono.

    Nurlif merupakan mantan narapidana kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2014. Sementara, Iqbal merupakan mantan narapidana kasus dana bansos dan dana peningkatan pendidikan Jateng tahun 2008.

    Selain itu, ada nama eks napi kasus suap Wa Ode Nurhayati yang mendaftar sebagai bakal caleg lewat Partai Amanat Nasional (PAN).

    Adapula nama Ketua DPD Partai Gerindra DKI Mohamad Taufik yang pernah divonis 18 bulan penjara lantaran terbukti melakukan korupsi yang merugikan negara Rp488 juta terkait pengadaan barang dan alat peraga saat menjabat di KPU, 2004.

    Caleg Eks Koruptor Unggul Materi

    Partai-partai politik itu berkilah bahwa Peraturan KPU yang melarang eks napikor nyaleg masih dalam proses uji materi di Mahkamah Agung, sehingga bacaleg dengan rekam jejak kelam masih berhak maju.

    Ketua DPP Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily mengatakan ada dua eks koruptor yang menjadi bacaleg Golkar, yakni Ketua DPD Golkar Aceh TM. Nurlif dan Ketua Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif sempat mengonfirmasi bahwa Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik diusung partai untuk menempati kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

    Di sisi lain, PDI Perjuangan diketahui mendaftarkan seorang mantan napikor Sumi Harsono untuk menjadi bacaleg DPRD Sidoarjo, Jawa Timur. Sumi merupakan satu dari 44 anggota dewan periode 1999-2004 yang terjerat kasus korupsi anggaran Sumber Daya Manusia (SDM) DPRD periode 1999-2004 senilai Rp 21,4 miliar.

    Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati mengatakan kenekatan parpol untuk tetap mencalonkan para eks napi korupsi itu disebabkan oleh kebutuhan dana dan elektabilitas untuk partai, serta macetnya sistem kaderisasi di partai.

    “Saya pikir ini bisa dilihat dari dua perspektif transaksional. Yang pertama, partai butuh dana dan juga mengamankan elektabilitas partai untuk menguasai dapil tertentu sehingga eks koruptor dimajukan sebagai kandidat karena mereka punya sumber daya material yang kuat,” jelasnya, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/7).

    Akibatnya, sambung Wasisto, terjadi kemacetan kaderisasi. Sebab, parpol memilih mengusung kader lama meski koruptif daripada mendidik kader baru. Alasannya, kader lama sudah lebih memahami pola politik praktis dibanding pemula.

    Dihubungi terpisah, Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhani menyebut kader-kader eks koruptor itu punya posisi tinggi di partai. Sehingga, partai tak bisa sembarangan mencoret nama yang bersangkutan.

    “Menurut saya, partai juga enggak punya mekanisme dalam melakukan penyaringan kader. Nah, penyaringan artinya harusnya partai kan punya mekanisme sebelum mengajukan calon, semua persyaratan atau pengaturan yang tidak terpenuhi oleh calegnya,” lanjut Fadli.

    Fadli menyebut hal ini tak lepas dari sistem “mendadak caleg” alias sistem seleksi kader partai yang tidak berfungsi.

    “Saya pikir integritas lebih cuman sekedar isapan jempol karena kita tahu bahwa terjun di dunia politik praktis itu sudah siap dengan segenap praktik korupsi baik minor atau mayor,” cetusnya.

    Hasil survei yang diadakan LIPI menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung tidak memiliki preferensi parpol meski mengalami peningkatan positif dalam pemilihan terhadap sistem demokrasi.

    Survei itu dilakukan pada 19 April-5 Mei 2018 di 34 provinsi dengan melibatkan 2.100 responden.

    PDIP merupakan partai yang paling banyak disukai oleh responden dengan skor 24,1 persen, diikuti oleh Golkar 10,2 persen, dan Gerindra 9,1 persen.

    Namun skor ketiga parpol itu masih kalah dari responden yang tidak menjawab preferensi politik mereka, yakni sebesar 26,1 persen.

    KPU sendiri kemudian mengembalikan lima nama bacaleg yang merupakan eks napi kasus korupsi ke partainya masing-masing. Meskipun, identitasnya masih dirahasikan. (mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Wadanpasmar 3 Terima Kunjungan Irjenal di Mako Pasmar 3

    Metrobatam.com, Sorong - Wakil Komandan Pasmar 3 Kolonel Marinir Soeharijadi terima kunjungan Inspektur Jenderal Dan Perbendaharaan Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Djoko Erwan P,...

    BKN Tetapkan 5 Lokasi Tes CPNS di Wilayah Provinsi Kepri

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan 5 lokasi sebagai tempat tes CPNS tahun 2018 di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. "Penetapan kelima lokasi...

    Kapolres Karimun Beri Penghargaan 19 Personel Polres

    Metrobatam.com, Karimun, Kepri - Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya memberikan penghargaan kepada 19 personel Polres karena dinilai telah berhasil mengungkap sejumlah kasus criminal, mulai...

    Naik 8%, Ini Perkiraan UMP 2019 di 34 Provinsi

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2019 naik 8,03%. Kenaikan UMP di setiap provinsi akan diumumkan serentak...

    Prabowo ‘The Winter Soldier’, PKB: Mana Laku, Indonesia Tak Bersalju

    Metrobatam, Jakarta - PKB mengatakan capres Prabowo Subianto yang didoakan seperti 'The Winter Soldier' tak akan laku di Indonesia. Alasannya, tak pernah ada salju...

    Dapat Teguran Keras dari Jokowi, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

    Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi teguran keras pada BPJS Kesehatan karena dirinya harus mengurus langsung pembayaran utang rumah sakit dalam program...

    F1QR Lantamal IV Kembali Tangkap Terduga Pelaku Pencurian di Kapal SL. Lay Vessel 108

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV melalui Unit I Kejahatan dan Kekerasan di Laut (Jatanrasla)...

    Refleksi Hari Pangan Sedunia, Abdul Basyid Has Sebut Marwah Bangsa Indonesia

    Metrobatam.com, Batam - Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2018-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberi catatan kritis terkait...

    Tol Trans Jawa Ditargetkan Rampung Akhir November 2018

    Metrobatam, Solo - Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan ruas tol trans Jawa ditargetkan akan selesai pembangunan fisik akhir November 2018. Diharapkan akhir...

    Tabloid Bola Tutup, Netizen Kenang Saat Bokek hingga Taruhan

    Metrobatam, Jakarta - Warganet mencuitkan kesedihan mereka terkait dengan rencana penutupan Tabloid Bola pekan depan. #TerimaKasihTabloidBola pun menjadi cuitan yang banyak diperbincangkan di media...

    Miris, Bocah 7 Tahun Pengungsi Gempa Palu Dicabuli 3 Pemuda, Ini Kronologisnya

    Metrobatam, Makassar - Pencabulan anak di bawah umur menimpa, HS (7), bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD). Miris,...

    Kevin/Marcus Tambah Wakil Indonesia di Babak Kedua

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Indonesia di babak kedua Denmark Terbuka 2018 bertambah. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menambahnya dari nomor ganda putra. Kevin/Marcus mengalahkan pasangan...
    SHARE