Krishna Mukti Ungkap Kronologis Pembunuhan Eno, Begini Ceritanya

1259
Kombes Krisna Mukti

Metrobatam.com, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap tiga tersangka pembunuhan Eno Parihah (18) yakni RAL alias A (16), RA (24) dan IH (24) bermotifkan dendam.

“Para tersangka tidak saling kenal namun ketiganya sakit hati dan dendam terhadap korban,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta Selasa.

Kombes Krishna menuturkan tersangka RAL dendam karena korban menolak berhubungan intim, RA merasa sakit hati karena kerap disebut jelek, sedangkan IH ditolak cintanya oleh korban.

Krishna menjelaskan kronologis kejadian berawal pada Kamis (12/5) sekitar pukul 23.30 WIB, RAL dengan korban janjian bertemu di kamar Eno milik Mess PT Polita Global Mandiri Kampung Jatimulya RT01/04 Desa Jatimulya Kosambi Tangerang, Banten.

RAL berbincang dengan Eno di mess itu selama 30 menit, selanjutnya kedua pasangan itu sempat bercumbu, tersangka berniat berhubungan intim namun korban menolak karena khawatir hamil.

Karena ditolak, RAL dalam kondisi kesal keluar mess namun bertemu dua orang teman kerja korban berinisial RA dan IH yang menanyakan maksud keberadaan tersangka RAH di mess korban.

RA dan IH sempat menegor RAL “ngapain lu di sini?lu pacarnya Indah (nama panggilan Eno)?”.

Tersangka RAL yang ketakutan menjawab “bukan bang, saya bukan pacarnya Indah,”, selanjutnya RA dan IH mengajak RAL bertemu Eno di kamar korban untuk memastikan ucapannya itu.

Saat berada di kamar korban, IH membekap wajah Eno menggunakan bantal dan menyuruh RAL mencari pisau di dapur.

Tersangka RAL keluar kamar mencari pisau namun menemukan dan mengambil cangkul, serta kembali ke dalam kamar dalam kondisi Eno dibekap IH, sedangkan RA memegang kaki korban.

Selanjutnya IH menyuruh RAL memukulkan cangkul yang mengenai wajah korban hingga tidak berdaya.

Diduga korban masih bernafas, IH dan RA menggulung korban menggunakan kain dan kasur, kemudian IH mengangkat kedua tangan Eno ke atas.

Sementara itu, RA menyuruh RAL mengangkat kedua kaki korban selanjutnya RA menancapkan gagang cangkul ke kemaluan korban Eno hingga meninggal dunia.

Usai melakukan aksinya, RAL mengambil telepon selular milik Eno dan menuju kamar mandi guna membersihkan bekas darah korban, sedangkan RA dan IH masih berada di kamar korban.

Kombes Krishna menyebutkan penyidik juga menyita satu potong kaos oblong warna hitam, celana pendek jeans, sepasang sandal jepit dan satu telepon selular milik RAL, serta satu telepon selular milik Eno.(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

90 Kapal Maling Ikan Antre Ditenggelamkan Susi

Metrobatam, Jakarta - Penenggelaman kapal merupakan salah satu kebijakan tegas yang dilakukan pemerintah guna melawan pencurian ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia. Per Agustus...

BBM Satu Harga Tekan Harga Solar di Natuna

Metrobatam, Natuna - Program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menuai hasil. Beberapa wilayah di Indonesia timur...

Negara Lain Mulai Lirik Cara Susi Berantas Maling Ikan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, selama ini gencar memberantas maling ikan di. Mulai dari menyita hingga menenggelamkan kapal maling ikan...

Penyelundupan Pil Koplo Dalam Tahu Goreng Berhasil Digagalkan

Metrobatam, Blitar - Petugas Lapas Kls 2B Blitar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pil koplo. Pil koplo ditemukan di dalam tahu goreng yang dikirim pembesuk. "Insting...

Memalukan! Belasan Oknum Polisi Keroyok Siswa SMA Gara-Gara Rebutan Cewek

Metrobatam, Serang - Aksi penganiayaan menimpa salah seorang siswa SMK di Kota Serang bernama AS (17). Penganiayaan diduga dilakukan oleh belasan oknum anggota Polda...

Curi Kulit Manis di Kebun Mendagri, Arief Dihajar dan Motornya Dibakar

Metrobatam, Merangin - Aksi pencurian yang dilakukan oleh tiga pemuda di perkebunan kulit manis milik Mendagri (39) warga Desa Nilo Dingin kecamatan Lembah Masurai,...

Jokowi Dinilai Berhasil, PDIP Kawal Hingga Habis Masa Jabatan

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) mengklaim Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla berhasil merombak perekonomian Indonesia menjadi lebih kompetitif. Pasangan itu...

Bahas Perppu Ormas Bersama DPR, Mendagri: Ini Soal Kedaulatan Negara

Metrobatam, Jakarta - Komisi II DPR menggelar rapat lanjutan membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Agenda rapat kali...

Sipol Dianggap Bermasalah, KPU: Kita Rutin Maintenance

Metrobatam, Jakarta - Partai Idaman, PKPI dan PBB, berencana akan melaporkan KPU ke Bawaslu, terkait Sipol yang kerap mengalami masalah. Komisioner KPU Pramono Ubaid...

Kasus Gratifikasi, Mantan Asintel Kejati Bengkulu Dijebloskan ke Penjara

Metrobatam, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menahan mantan Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Edi Sumarno dalam kasus gratifikasi pengumpulan bahan dan keterangan...

Koarmabar Lantamal IV Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional di Karimun

Nmetrobatam, Jakarta - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Lantamal IV menggagalkan narkoba jaringan Internasional, di Perairan Tanjung...

Kepergok Bolos Ngajar, 9 Guru PNS Dipanggil Satpol PP

Metrobatam, Banjarnegara - Sebanyak 9 guru SD yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Banjarnegara tertunduk malu saat dipanggil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol...
BAGIKAN