Krishna Mukti Ungkap Kronologis Pembunuhan Eno, Begini Ceritanya

Kombes Krisna Mukti

Metrobatam.com, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap tiga tersangka pembunuhan Eno Parihah (18) yakni RAL alias A (16), RA (24) dan IH (24) bermotifkan dendam.

“Para tersangka tidak saling kenal namun ketiganya sakit hati dan dendam terhadap korban,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta Selasa.

Kombes Krishna menuturkan tersangka RAL dendam karena korban menolak berhubungan intim, RA merasa sakit hati karena kerap disebut jelek, sedangkan IH ditolak cintanya oleh korban.

Krishna menjelaskan kronologis kejadian berawal pada Kamis (12/5) sekitar pukul 23.30 WIB, RAL dengan korban janjian bertemu di kamar Eno milik Mess PT Polita Global Mandiri Kampung Jatimulya RT01/04 Desa Jatimulya Kosambi Tangerang, Banten.

RAL berbincang dengan Eno di mess itu selama 30 menit, selanjutnya kedua pasangan itu sempat bercumbu, tersangka berniat berhubungan intim namun korban menolak karena khawatir hamil.

Karena ditolak, RAL dalam kondisi kesal keluar mess namun bertemu dua orang teman kerja korban berinisial RA dan IH yang menanyakan maksud keberadaan tersangka RAH di mess korban.

RA dan IH sempat menegor RAL “ngapain lu di sini?lu pacarnya Indah (nama panggilan Eno)?”.

Tersangka RAL yang ketakutan menjawab “bukan bang, saya bukan pacarnya Indah,”, selanjutnya RA dan IH mengajak RAL bertemu Eno di kamar korban untuk memastikan ucapannya itu.

Saat berada di kamar korban, IH membekap wajah Eno menggunakan bantal dan menyuruh RAL mencari pisau di dapur.

Tersangka RAL keluar kamar mencari pisau namun menemukan dan mengambil cangkul, serta kembali ke dalam kamar dalam kondisi Eno dibekap IH, sedangkan RA memegang kaki korban.

Selanjutnya IH menyuruh RAL memukulkan cangkul yang mengenai wajah korban hingga tidak berdaya.

Diduga korban masih bernafas, IH dan RA menggulung korban menggunakan kain dan kasur, kemudian IH mengangkat kedua tangan Eno ke atas.

Sementara itu, RA menyuruh RAL mengangkat kedua kaki korban selanjutnya RA menancapkan gagang cangkul ke kemaluan korban Eno hingga meninggal dunia.

Usai melakukan aksinya, RAL mengambil telepon selular milik Eno dan menuju kamar mandi guna membersihkan bekas darah korban, sedangkan RA dan IH masih berada di kamar korban.

Kombes Krishna menyebutkan penyidik juga menyita satu potong kaos oblong warna hitam, celana pendek jeans, sepasang sandal jepit dan satu telepon selular milik RAL, serta satu telepon selular milik Eno.(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
BAGIKAN