Krishna Mukti Ungkap Kronologis Pembunuhan Eno, Begini Ceritanya

1266
Kombes Krisna Mukti

Metrobatam.com, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap tiga tersangka pembunuhan Eno Parihah (18) yakni RAL alias A (16), RA (24) dan IH (24) bermotifkan dendam.

“Para tersangka tidak saling kenal namun ketiganya sakit hati dan dendam terhadap korban,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta Selasa.

Kombes Krishna menuturkan tersangka RAL dendam karena korban menolak berhubungan intim, RA merasa sakit hati karena kerap disebut jelek, sedangkan IH ditolak cintanya oleh korban.

Krishna menjelaskan kronologis kejadian berawal pada Kamis (12/5) sekitar pukul 23.30 WIB, RAL dengan korban janjian bertemu di kamar Eno milik Mess PT Polita Global Mandiri Kampung Jatimulya RT01/04 Desa Jatimulya Kosambi Tangerang, Banten.

RAL berbincang dengan Eno di mess itu selama 30 menit, selanjutnya kedua pasangan itu sempat bercumbu, tersangka berniat berhubungan intim namun korban menolak karena khawatir hamil.

Karena ditolak, RAL dalam kondisi kesal keluar mess namun bertemu dua orang teman kerja korban berinisial RA dan IH yang menanyakan maksud keberadaan tersangka RAH di mess korban.

RA dan IH sempat menegor RAL “ngapain lu di sini?lu pacarnya Indah (nama panggilan Eno)?”.

Tersangka RAL yang ketakutan menjawab “bukan bang, saya bukan pacarnya Indah,”, selanjutnya RA dan IH mengajak RAL bertemu Eno di kamar korban untuk memastikan ucapannya itu.

Saat berada di kamar korban, IH membekap wajah Eno menggunakan bantal dan menyuruh RAL mencari pisau di dapur.

Tersangka RAL keluar kamar mencari pisau namun menemukan dan mengambil cangkul, serta kembali ke dalam kamar dalam kondisi Eno dibekap IH, sedangkan RA memegang kaki korban.

Selanjutnya IH menyuruh RAL memukulkan cangkul yang mengenai wajah korban hingga tidak berdaya.

Diduga korban masih bernafas, IH dan RA menggulung korban menggunakan kain dan kasur, kemudian IH mengangkat kedua tangan Eno ke atas.

Sementara itu, RA menyuruh RAL mengangkat kedua kaki korban selanjutnya RA menancapkan gagang cangkul ke kemaluan korban Eno hingga meninggal dunia.

Usai melakukan aksinya, RAL mengambil telepon selular milik Eno dan menuju kamar mandi guna membersihkan bekas darah korban, sedangkan RA dan IH masih berada di kamar korban.

Kombes Krishna menyebutkan penyidik juga menyita satu potong kaos oblong warna hitam, celana pendek jeans, sepasang sandal jepit dan satu telepon selular milik RAL, serta satu telepon selular milik Eno.(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....

Setnov Bela Fahri Hamzah soal Tudingan Nazaruddin

Metrobatam, Jakarta - Terdakwa korupsi proyek e-KTP Setya Novanto membela Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dituding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin...

TKI di Taiwan Tewas Misterius, Sempat Tulis Surat Wasiat dan Siaran Live di Facebook

Metrobatam, Lampung - Seorang TKI pria yang bekerja di Taiwan dilaporkan tewas bunuh diri. Pria berinisial WY asal Lampung Timur itu dikabarkan nekat mengakhiri...
BAGIKAN