Kritik Jokowi, PAN Disebut Sedang Bangun Posisi Tawar

1267

Metrobatam, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai Partai Amanat Nasional (PAN) tengah membangun posisi tawar kepada Presiden Joko Widodo dengan cara terus melontarkan kritik.

Hal itu menanggapi pernyataan Anggota Dewan Pembina PAN Drajad Wibowo yang menyebut rasio gini lahan tertinggi terjadi saat rezim Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz (2001-2004).

“PAN ini sedang dalam membangun posisi tawar dengan cara melakukan kritik,” ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/3).

Ia mengaku PDIP enggan merespon berlebihan soal sejumlah manuver PAN dalam membangun posisi tawar tersebut. Ia khawatir respon berlebih nantinya akan berdampak buruk pagi PDIP.

Terkait penggunaan data presentasi Megawati Institute, Hendrawan menyesalkan Drajad tidak menelaah terlebih dahulu data tersebut. Sebab, data yang digunakan dalam materi presentasi itu masih temuan awal yang perlu ditindaklanjuti.

Dalam diskusi yang diikuti sejumlah media massa atas data itu pada Desember 2017, Hendrawan menyampaikan sempat terjadi perdebatan. Ia yang menjadi salah satu sumber merasa data tersebut tidak valid.

Bahkan, ia menyarankan pengukuran kepemilikan lahan tidak menggunakan rasio gini, melainkan menggunakan rasio palma karena dianggap lebih komprehensif.

“Waktu itu diperdebatkan. Kami mengusulkan bukan indeks gini, tapi Indeks Palma. Jadi intinya itu masih barang mentah,” ujarnya, yang juga merupakan anggota Tim Ahli Megawati Institute.

Diketahui, Indeks Palma (Palma Index) merupakan alternatif dari Rasio Gini dalam perhitungan ketimpangan. Penghitungan indeks ini dilakukan dengan memfokuskan pada penduduk kaya (10% penduduk kelompok atas) dan 40% penduduk kelompok bawah. Sementara, penduduk kelompok menengah diabaikan.

Hendrawan melanjutkan bahwa Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta juga menyesalkan hal tersebut karena data awal itu dinilai sebagai data akhir oleh PAN.

“Pak Arif Budimanta juga sangat menyesal sekarang. Karena ternyata yang dia maksudkan sebagai ongoing research seakan-akan dinilai sebagai hasil akhir,” ujar Hendrawan.

Atas penjelasannya itu, Hendrawan mengaku PDIP tidak merasa tersudut. Hendrawan justru tertawa mendengar Drajad menggunakan itu untuk membenarkan pernyataan Amien Rais bahwa lahan di Indonesia saat ini dikuasai oleh kelompok tertentu.

Lebih dari itu, ia meminta semua pihak untuk mengedepankan kaidah keilmuan yang benar sebelum menyampaikan pernyataan atas sebuah data. Hal itu dianggap perlu agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Tolong kalau menggunakan data dilihat akurasi dan metodologi mengapa data itu datang. Seorang peneliti yang baik, suatu pandangan atau pernyataannya yang objektif itu harus pakai check and recheck,” tandasnya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN