Kutub Bumi Diduga Mulai Berbalik Arah

454

Metrobatam.com, Paris – Sepanjang sejarah, kutub magnetik bumi telah mengalami pembalikan arah hingga ratusan kali. Ilmuwan mengamati peristiwa pembalikan tersebut mulai terjadi lagi.

Kutub magnetik bumi dihasilkan atom-atom besi di inti bumi yang bersama-sama membentuk magnet raksasa. Batang magnet raksasa di tengah bumi inilah yang menyebabkan jarum kompas selalu mengarah ke Kutub Utara dan Selatan.

Namun catatan geologi dari tanah di dasar Samudra Atlantik menunjukkan kutub magnetik bisa berbalik arah dengan penyebab yang belum diketahui. Perubahan ini mengakibatkan jarum kompas berputar 180 derajat dari posisi saat ini.

Proses pembalikan arah memakan waktu tak singkat, sekitar 1.000-10.000 tahun. Selama waktu itu pula medan magnet bumi melemah. “Bumi akan memiliki lebih dari dua kutub magnet hingga inti mengumpulkan kekuatannya,” ujar Monika Korte, direktur ilmiah dari Niemegk Geomagnetic Observatory, di Jerman.

Pelemahan medan magnet selama proses pembalikan akan mempengaruhi kehidupan di bumi. Maklum saja, medan magnet merupakan tameng pelindung bumi dari serangan partikel kosmik berbahaya yang datang dari luar angkasa. Apakah pelemahan ini mengancam keselamatan manusia?

Profesor Geofisika dari University of Rochester, John Tarduno, mengatakan, tanpa medan magnet, bumi akan dengan mudah ditembus badai matahari. Partikel kosmik yang bereaksi dengan atmosfer menciptakan lubang ozon besar yang bertahan selama 1-10 tahun. “Kasus penyakit kanker kulit akan meningkat,” ujarnya. Pelemahan medan magnet seperti ini juga dikaitkan oleh ahli geologi dari Institute of Earth Physics of Paris, Jean-Pierre Valet, dengan penyusutan populasi manusia Neanderthal di masa lalu.

Namun Korte punya pendapat berbeda dengan dua peneliti sebelumnya untuk hal ini. Menurut dia, selama proses pembalikan, atmosfer bekerja sebagai tameng cadangan dan menepis partikel berbahaya. Karena itu, tak akan ada dampak berbahaya pada tubuh manusia.

Meski demikian, ia mengingatkan, teknologi komunikasi dan jaringan listrik menjadi rentan dirusak partikel kosmik. “Penting bagi manusia menemukan strategi mitigasi,” ucapnya.

Pembalikan medan magnetik bumi terakhir kali terjadi sekitar 780 ribu tahun silam ketika manusia berada di Zaman Batu. Dalam 160 tahun terakhir, ilmuwan mengamati tumbuhnya benih pembalikan medan magnetik di sekitar Brasil dan Atlantik selatan. “Pertumbuhan berada pada tingkat yang membahayakan,” kata Tarduno.(Mb/Tempo)

 

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Sindikat Saracen Punya Ribuan Akun untuk Sebar Kebencian dan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Mereka diketahui berbagi peran dalam melancarkan...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

Kemenhub: Ruangan Seorang Dirjen Disegel KPK

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan ruangan yang disegel KPK adalah ruangan seorang Direktur Jenderal (Dirjen). KPK diketahui melakukan penyegelan itu terkait operasi...

Whatsapp Punya Fitur Baru, Nantikan Akhir Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Whatsapp menerapkan fitur status dengan latar warna-warni ala Facebook. Dengan fitur baru ini, pengguna Whatsapp bisa memvariasikan status yang mereka poskan...

Kompolnas Minta Polisi Usut Tuntas Sindikat Penyebar Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Kompolotan ini memiliki ribuan akun. Komisi...

Bisakah RI Jadi Negara Besar? Ini Kata Sri Mulyani

Metrobatam, Yogyakarta - Menjadi negara besar dengan masyarakat adil dan makmur memang banyak tantangannya. Namun, Indonesia memiliki modal tersebut. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan, Sri...

Mendag Tegur India Soal Upaya Jegal Produk Kelapa Sawit RI

Metrobatam, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, telah menyampaikan perhatian Pemerintah Indonesia terkait kenaikan tarif bea masuk komoditas minyak kelapa sawit (crude palm...

MA Sebut Banyak Pihak Eksternal Campur Tangan Seleksi Hakim

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung (MA) Takdir Rahmadi mengatakan proses seleksi calon hakim pengadilan tingkat pertama tak sepenuhnya dilakukan pihaknya. Sejak awal...

Penyebar Kebencian dan Isu SARA, Sindikat Saracen Dibayar Puluhan Juta

Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap sindikat Saracen, yang kerap menyebarkan isu SARA di media sosial. Sindikat Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait...

Mendikbud: Madrasah Berkurang karena Islamic Full Day School

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa keberadaan Islamic Full Day School berpotensi mengurangi jumlah madrasah diniyah. "Ini yang menurut saya...

OTT Pejabat Kemenhub, KPK Amankan Dolar Amerika, Singapura hingga Rupiah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang berbentuk mata uang asing dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Ada...

Duh! Panitera yang Ditangkap KPK Punya Hubungan Keluarga dengan Hakim Agung

Metrobatam, Jakarta – Panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Tarmizi, dikabarkan mempunyai hubungan keluarga dengan salah...

Khofifah Klaim Kantongi ‘Tiket’ Parpol untuk Pilgub Jatim

Metrobatam, Jakarta - Nama Khofifah Indar Parawansa mencuat sebagai salah satu calon kontestan yang bakal maju dalam arena Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Menteri...