Laut Natuna ini Diincar Pemburu Harta Karun

1162
KEY LARGO, FL - JULY 12: In this handout photo provided by the Florida Keys News Bureau, divers swim at the shipwreck Spiegel Grove in the Florida Keys National Marine Sanctuary July 12, 2005 in Key Largo, Florida. Since it was fully scuttled June 10, 2002, the decommissioned Navy Landing Ship Dock has rested on its starboard side. However, July 11, 2005 divers discovered the ship had rolled upright, likely due to waves produced by Hurricane Dennis off the southeast coast of Cuba, according to a National Weather Service official. The ship is the largest in the world ever scuttled to become an artificial reef. (Photo by Fraser Nivens/Florida Keys News Bureau via Getty Images)

Metrobatam.com, Natuna – Laut Natuna kembali jadi incaran. Setelah diklaim Tiongkok, perairan Natuna, tepatnya di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara diincar para pemburu harta karun. Diduga ada barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) bernilai tinggi yang tengah dicari di perairan tersebut.

Seorang nelayan di Kelarik mengatakan di perairan itu ada kapal asal Tiongkok yang tenggelam sekitar 700 tahun yang lalu. Sejumlah muatan kapal bernilai tinggi sehingga diincar para pemburu harta karun.

“Kalau menurut ceritanya, dulu pernah ada kapal kuno yang karam di Laut Kelarik. Pasti barang-barang yang dibawa kapal tersebut sangat mahal,”kata nelayan separuh baya tersebut, saat dihubungi via telepon, Jumat (8/4).

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hadisun mengakui sebelumnya memang sudah ada pihak perusahaan dari Jakarta  yang melakukan pertemuan dengan Bupati Natuna terkait akan adanya aktivitas penelitian.

“Kalau dari kegiatannya cuma penelitian. Kami nggak akan keluarkan rekomendasi kalau belum ada izin administrasi dari pusat,” ujar Hadisun.

Lanjut Hadisun, kegiatan terkait BMKT itu termasuk situs-situs benda berharga cagar budaya yang dijaga negara.

“Itu kan termasuk cagar budaya, jadi harus ada izin dari pusat terlebih dahulu. kalau ada izinnya dari pusat, ya nggak masalah mereka melakukan penelitian,” jelasnya.

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin menegaskan pihaknya sudah membentuk satgas untuk mengantisipasi tindakan-tindakan ilegal.

“Kami sudah bentuk Satgas BMKT yang terus menerus berada di lokasi yang dilaporkan ada kapal karam itu. Kami ingin pastikan tidak adanya pengangkatan atau penjarahan dan perusakan di lokasi tersebut. Kami sudah tempatkan KAL Sengiap,” kata Arif.

Dalam pengamanan BMKT ini, Lanal sudah menyiapkan beberapa unit kendaraan laut seperti KAL Sengiap, KAL Panda dan Sea Rider yang akan berpatroli di semua lokasi yang dilaporkan terdapat BMKT.

Sumber Haluan Kepri

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
BAGIKAN