lebih 100 Orang Tewas di India, Akibat Gelombang Panas

244

Metrobatam.com, India – Lebih dari 100 orang di India dikhawatirkan tewas akibat gelombang panas pada awal musim panas, yang memaksa sekolah tutup dan menghentikan pekerjaan luar ruang, seperti, bangunan, kata pernyataan pemerintah setempat, Kamis.

Negara tetangganya, Pakistan, yang mengalami keadaan terpanas dalam satu dasawarsa pada tahun lalu, berencana membuka 500 pusat tanggap darurat untuk menyediakan penampungan dan air dingin bagi masyarakat jika peringatan gelombang panas dikeluarkan, kata pernyataan pejabat pemerintah.

Tidak ada korban tewas akibat hawa panas tersebut.

Bulan terpanas di India adalah Mei dan Juni, namun beberapa negara bagian sudah menunjukkan suhu udara melampaui 40 derajat Celsius sehingga memaksa pihak berwenang mengambil langkah darurat.

Di negara bagian Telangana, India selatan, 45 orang tewas akibat terpapar gelombang panas dan 17 lagi di Andhra Pradesh, kata beberapa petugas.

Sekitar 43 orang diyakini telah tewas di negara tetangga Odisha, meskipun pejabat daerah setempat menyatakan bahwa setiap kematian itu masih dalam penyelidikan.

Direktur Departemen Meteorologi India, YK Reddy, menyatakan bahwa di Telangana telah tercatat suhu udara tertinggi pada bulan April sejak 2006.

Reddy menambahkan bahwa kekhawatiran korban tewas di Telangana makin mengemuka dan departemennya telah mengeluarkan peringatan gelombang panas untuk mengimbau masyarakat setempat tetap tinggal di dalam rumah atau ruangan.

Beberapa sekolah di Telangana ditutup pekan lalu atau dua pekan menjelang liburan musim panas para siswa. Demi alasan tindakan kegawatdaruratan, pemerintah Odisha memerintahkan beberapa sekolah tetap diliburkan hingga 26 April dan melawang pekerja konstruksi selama beberapa hari gelombang terpanas.

Beberapa usaha berskala kecil sudah terkena dampaknya.

“Saya menutup toko saya sebelum tengah hari karena terlalu panas,” kata Tulu Sahu, pedagang grosir kecil di Kota Bhubaneswar, Odisha, “Anda tidak boleh tinggal di dalam toko.”

Pakistan –yang gelombang panasnya menewaskan lebih dari 1.000 orang selama bulan Ramadhan tahun lalu– mulai bersiap mengatasi setiap ada peningkatan pasien mendadak melaporkan adanya penyakit yang berhubungan dengan gelombang panas.

“Kami punya persediaan yang cukup dan staf untuk mengatasi segala kemungkinan,” kata Kepala Departemen Bencana dan Kegawatdaruratan Pakistan Seemin Jamali di Rumah Sakit Jinnah, Karachi.

Pada pertengahan tahun lalu, gelombang panas di Andhra Pradesh, India, yang suhunya mencapai 47 derajat Celsius menewaskan sedikit-dikitnya 825 orang. Demikian laporan Reuters.(antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Desa Toapaya Selatan dan Kelurahan Toapaya Asri Raih Juara III Terbaik Tingkat Nasional

Metrobatam.com, Bintan - Desa Toapaya Selatan dan Kelurahan Toapaya Asri Kabupaten Bintan berhasil meraih Juara III Lomba Desa Tingkat Nasional Regional Wilayah 1 Sumatera...

Pensiunan PNS Dapat THR Tahun Depan

Metrobatam.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, gaji pokok untuk pegawai negeri sipil ( PNS) tidak mengalami kenaikan pada tahun 2018. Namun demikian,...

Anak-anak Gaza Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia 2017

Metrobatam.com, Palestina - Genap 72 tahun Indonesia menikmati manisnya kemerdekaan. Genap 72 tahun yang lalu pula ucapan 'Selamat Kemerdekaan' datang dari Mufti Besar Palestina,...

Upacara Peringatan HUT RI ke 72 Polda Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirgahayu Republik Indonesia. Hari ini tepat pada tanggal 17 Agustus 2017 adalah hari  Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 72 tahun. Seluruh...

Panguyuban Punggowo akan Gelar Silaturahmi Bersama Warga Jawa di Dataran Engku Putri

Metrobatam.com, Batam - Paguyuban Among Wargo Jowo (Punggowo) berencana akan menggelar Halal Bihalal bersama warga Jawa yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/8)...

Perusahaan Asal Singapura Investasi Rp50 Miliar di Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Fagioli Indonesia Corp, perusahaan asal Singapura berinvestasi sebesar Rp50 miliar di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dengan memanfaatkan...

25 Orang Atlet Olahraga Air Lantamal IV Dilepas Danlantamal IV

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksma TNI R. Eko Suyatno melepas 25 orang Atlet kontingen Olahraga Air yang terdiri...

Pemkab Bintan Anugerahi Satyalancana Karya Satya Kepada ASN

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan menganugrahi Satyalencana Karya Satya X tahun kepada 281 orang, Satyalencana Karya Satya XX tahun berjumlah 98 orang, dan...

Jokowi Tegaskan Dukung Penguatan KPK

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan, keputusan pemerintah untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi tidak pernah berubah. Jokowi bahkan menegaskan, pemerintahannya akan terus mendukung...

Berhasil Ledakkan Bom Kimia di Istana Negara, Teroris Bandung akan ‘Jihad’ ke Marawi

Metrobatam, Bandung - Densus 88 Antiteror menangkap lima orang terduga teroris di Bandung, Jawa Barat, kemarin. Mereka diduga ingin berangkat ke Marawi, Filipina untuk...

Pejabat Kemendes Saweran Duit Suap ke Auditor BPK, Ini Rinciannya

Metrobatam, Jakarta - Duit suap yang diberikan Irjen Kementerian Desa PDTT Sugito ke auditor BPK Rochmadi Saptogiri disebut jaksa pada KPK berasal dari saweran...

Ayah Menangis Histeris Gendong Anaknya yang Tewas, Warga Malah Cuek Menonton

Metrobatam, Batam - Sangat mengherankan fenomena sosial yang terjadi di sebuah ruas jalan di Kota Batam ini. Belum lama ini beredar sebuah video yang...