Lega, Ikan Nila yang Mati Massal di Indonesia Negatif TiLV

1816

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menyatakan telah ada kasus kematian ikan nila massal di Indonesia, dengan gejala klinis seperti penyakit Tilapia Virus Lake (TiLV) yang telah mewabah di beberapa negara lain.

“Yang kita uji lab itu sampel dari kasus kematian massal di Waduk Malahayu Brebes Jawa Timur dan di Kabupaten Kampar, Riau,” tutur Kasubdit Hama dan Penyakit Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Mukti Sri Hastuti kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/7).

Penelitian tim Hastuti menemukan bahwa ikan-ikan nila yang mati secara massal tersebut memiliki kesamaan dengan ciri-ciri penyakit TiLV. “Badannya menghitam. Terus matanya katarak. Kemudian ada luka-luka di badannya,” kata Hastuti melanjutkan.

Ciri-ciri ikan nila yang mati karena TiLV sendiri antara lain, tubuh menghitam, erosi pada kulit, pembengkakan rongga perut, serta adanya selaput katarak pada bagian mata.

Meski punya ciri-ciri yang sama, Hastuti menyatakan ikan nila yang mati secara massal tersebut belum tentu positif mati karena penyakit TiLV. Untuk menentukan apakah ikan tersebut mati karena penyakit TiLV tidak bisa hanya melalui identifikasi kondisi fisik.

Kata Hastuti, itu juga harus melalui uji laboratorium. Menurut pengujian sampel ikan nila yang mati di Brebes dan Kampar, Hastuti bisa memastikan bahwa hasilnya negatif TiLV. “Jadi kalau dibilang mirip, ya mirip. Tetapi begitu kami uji lab ternyata negatif.”

Pengujian di laboratorium sendiri menggunakan metode dari para pakar di Thailand, negara di mana penyakit TiLV terakhir ditemukan setelah Israel, Mesir, Ekuador, dan Kolombia.

Ditemukan Juga di Lombok Barat

Sebelumnya, Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) KKP juga menemukan ikan nila yang mati secara massal di wilayah Lombok Barat. Ikan-ikan nila itu pun mirip seperti yang mati karena penyakit TiLV di Thailand. Namun lagi-lagi ikan itu negatif TiLV.

Itu disampaikan Kepala Bidang Pengkajian dan Manajemen Resiko BKIPM, Sugeng Sudiarto saat diwawancara CNNIndonesia.com di kantornya, Jakarta, Selasa (4/7). Sama seperti Hastuti, Sugeng juga menyatakan ikan nila yang mati itu hanya fisiknya yang mirip ikan dengan TiLV.

BKIPM pun berencana melakukan pengujian sesuai ciri-ciri penyakit TiLV terhadap benih dan ikan nila serta mujair yang siap dikonsumsi, khususnya di daerah seperti Kampar, Brebes, dan Lombok Barat yang sebelumnya sudah ada kasus banyak ikan nila mati mendadak.

“Bahasanya bukan melarang, tetapi memastikan bahwa ikan nila yang keluar dari Lombok tidak mengandung TiLV. Itu jadi target periksanya kawan-kawan karantina,” kata Sugeng. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Patkor Kastima Langkah Nyata Indonesia-Malaysia Jaga Selat Malaka

Metrobatam.com, Lumut, Malaysia – Direktorat Jenderal Bea Cukai bersama Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) secara kontinyu bersinergi dalam melakukan pengawasan di kawasan Selat Malaka....

Terima Laporan dan Desakan Masyarakat, Kabareskrim Lakukan Pembenahan Ini

Metrobatam.com, Jakarta - Menerima laporan dan desakan masyarakat agar lebih meningkatkan lagi kerja serta kinerja jajarannya, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri,...

Polisi Tangkap Pengunggah Video Penelanjangan Sejoli di Tangerang

Metrobatam, Tangerang - Satreskrim Polresta Tangerang menangkap pelaku pengunggah video penelanjangan pasangan kekasih di Cikupa, Tangerang. Tersangka GA (18) dibekuk di Jatiuwung, Tangerang. "Setelah melalui...

Bebas di Luar Penjara, Diduga Napi Narkoba Pesta Bareng Oknum Sipir Lapas

Metrobatam, Merangin - Beredarnya video pesta di lapas kelas II B bangko yang di lakukan oleh oknum lapas bangko dan para napi narkoba beredar...

Kecepatan Fortuner Setya Novanto Saat Tabrak Tiang 21 Km/Jam

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menganalisis kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim...

Tersebar di 7 Kabupaten, Ini yang Dibutuhkan Pengungsi Gunung Agung

Metrobatam, Karangasem - Pasca letusan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, yang terjadi pada Selasa, 21 November 2017, pukul 17:05 WIta. Letusan itu masuk...

Agung Laksono Khawatir Andai Munaslub Golkar Tak Digelar

Metrobatam, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono kecewa dengan hasil keputusan rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang tidak...

Liga Champions: Imbang Tanpa Gol dengan Juventus, Barcelona Lolos

Turin - Barcelona cuma mendapatkan hasil imbang 0-0 ketika bertandang ke kandang Juventus. Namun, hasil tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Blaugrana ke babak 16...

Maju Pilgub Jatim, Khofifah Segera Kirim Surat ke Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan segera membuat surat tertulis kepada Presiden Joko Widodo terkait pencalonannya sebagai bakal calon gubernur di...

Liga Champions: Kalahkan Roma, Atletico Buka Peluang Lolos

Madrid - Atletico Madrid menghidupkan asa untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Atletico menang 2-0 atas AS Roma berkat gol Antoine Griezmann...

Periksa Plt Sekjen DPR, KPK Dalami Surat Novanto soal Izin Presiden

Metrobatam, Jakarta - KPK memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen DPR Damayanti lebih dari 12 jam. Dia diperiksa soal tanda tangan yang dibubuhkan dalam absennya...

Pesawat di Australia Tabrak Elang dan… Seekor Kelinci

Melbourne - Malang betul nasib pesawat Virgin Australia ini. Pesawat tersebut gagal terbang gara-gara menabrak elang yang sedang terbang dan seekor kelinci. Kok bisa? Kejadian...
BAGIKAN