Lika-liku Menjadi Astronaut

162

Jakarta, Kamu tahu, untuk menjadi seorang astronaut itu tidak mudah lho. Berdasarkan catatan, untuk lolos tes dan menjadi astronaut itu 74 kali lebih sulit ketimbang masuk ke Universitas Harvard.

Sebagai contoh, untuk tahun depan ini Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah membuka kembali kelas astronaut. Kursi yang tersedia itu hanya 14 saja.

Sementara yang melamar itu ada 18.300 orang. Jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang melamar pada 1978, yaitu hanya 8.000 pelamar.

Nah, dari 14 taruna itu masih akan diseleksi lho. Menurut keterangan resmi NASA, mereka akan menjalani proses pendidikan selama 18 bulan dan hanya delapan yang bisa lolos jadi kandidat astronaut.

Seperti apa sih profesi yang satu ini? Berikut ini adalah cerita dari Kjell Lindgren, satu dari 47 astronaut aktif yang bekerja di NASA. Pada Desember lalu dia baru kembali dari penugasan di Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

1. Seleksinya sangat sulit
Seperti yang sudah dijabarkan di atas, seleksi untuk jadi astronaut itu sangat ketat. Aplikasimu harus dikirimkan ke website usajobs.gov. Syarat utama: warga negara Amerika Serikat; sarjana dari bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika; berpengalaman kerja profesional dan progresif setidaknya tiga tahun di bidang terkait; atau punya 1.000 jam terbang sebagai pilot pesawat jet. Lindgren sendiri sebelumnya bertugas di Angkatan Udara AS.

2. Training 18 bulan
Mereka dilatih di Johnson Space Center di Houston, Texas. Jam kerjanya seperti jam kerja umumnya, dan mereka beraktivitas selama lima hari per pekan. Di sana mereka diajari melakukan space walk, mengoperasikan lengan robotik, merespons kejadian darurat, dan melakukan eksperimen-eksperimen luar angkasa.

3. Misi ke Luar Angkasa
Setelah lulus pelatihan, para kandidat itu akan menjalani misi ke luar angkasa. Lindgren misalnya, menjalani penugasan ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dan bersedia diperpanjang waktunya. Di stasiun ini mereka akan bertemu dengan astronaut dari negara lain. Nah, sebelum berangkat biasanya mereka akan menjalani masa karantina untuk memastikan tak ada penyakit yang dibawa ke antariksa.

4. Di antariksa berbuat apa?
Di antariksa, para astronaut itu melakukan aktivitas harian rutin, antara lain berolahraga, melakukan riset, merawat dan memperbaiki kerusakan di sana, berkomunikasi ke Bumi, dan tidur.

5. Seperti apa rasanya di antariksa?
Mereka tidur dalam kantung tidur yang menempel di dinding. Para astronaut itu mengikat erat kantung tidurnya ke dinding supaya merasakan tekanan terhadap punggung, seperti rasanya tidur di Bumi. Soalnya, kalau tidak begitu, rasanya seperti tidur di awan, begitu kata Lundgren.

6. Mengisi waktu
Agar tak stres atau kangen keluarga di Bumi, para astronaut biasanya menyibukkan diri untuk mengisi waktu. Tapi mereka juga boleh kok menghubungi keluarga di Bumi untuk mengobati rindu.

7. Setelah pulang
Sesampainya di Bumi, para astronaut akan menjalani pemeriksaan medis, rekondisi, dan mengumpulkan data riset. Selanjutnya, mereka akan membahas segala sesuatu yang terjadi di antariksa dengan koleganya demi misi luar angkasa berikutnya. (ded/ded) CNN

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

‘Golkar Gali Kuburan Sendiri Jika Pilih Titiek Soeharto’

Metrobatam, Jakarta - Saat Partai Golkar ingin memperbaiki citra akibat terjeratnya Setya Novanto, sang ketua umum, menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP, Siti Hediyati Hariyadi...

60 Kader Golkar Galang Tanda Tangan Tolak Azis Jadi Ketua DPR

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang dukungan menolak penunjukan Azis Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Hal itu dilakukan...

Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket 2023, Timnas Butuh Pemain Naturalisasi

Metrobatam, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Fictor Gideon Roring, gembira dengan kepastian Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. Dia melemparkan wacana untuk...

Dipasang Garis Polisi, Istri Terduga Teroris dan Anaknya Mengurung Diri di Dalam Rumah

Metrobatam, Banyuasin - Tempat tinggal terduga teroris, AH di perumahan Griya Elok Permai, Kecamatan Kenten, Banyuasin, dipasang police line atau garis polisi dan dijaga...

Masyarakat Kota Batam Sambut Hangat Kedatangan KRI Bima Suci

Metrobatam.com, Batam - Kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci menarik perhatian masyarakat Batam. Kegiatan open ship yang berlangsung Kamis-Sabtu (7-9/12) dipadati warga. Bahkan...

Tahun 2018 Batam akan Gelar 60 Event Pariwisata

Metrobatam.com, Batam - Event merupakan salah satu pilar yang tak kalah penting dalam pengembangan pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota...

Masjid Asy Syuhadaa Tering Raya Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Metrobatam.com, Batam - Sebagai ummatnya sudah seharusnya kita senantiasa mencontoh dan mengikuti baginda Rasulullah SAW. Terlebih sebagai insan pilihan, pada Rasulluah memang ada contoh...

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

Metrobatam, Palembang – Selain menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, yaitu Abdul Qodir alias Yaziz dan M Suriadi, Detasemen Khusus...

Istri Mantan Sekretaris MA Jadi Staf Ahli MenPAN-RB, KPK Tak Dilibatkan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak diminta tanggapannya soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai Staf Ahli MenPAN-RB. Padahal, KPK biasanya dilibatkan untuk...

Ditemukan Jutaan Pil Zenith di Sampit, Mabes Polri Turun Tangan

Metrobatam, Sampit - Markas Besar (Mabes) Polri turun tangan membantu pengembangan penyelidikan temuan 3,7 juta butir carnophen atau zenith di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin...

IKLA Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Gadang

Metrobatam.com, Batam - Warga Luak Agam Kota Batam diajak untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersikap di kehidupan sehari-hari. Itu karena sikap Rasulullah...

Beroperasi Juni 2018, 5 Stasiun LRT Palembang Siap Digunakan

Metrobatam, Palembang - Progres pembangunan Light Rain Transit (LRT) Palembang telah memcapai 76 persen dan siap beroperasi pada Juni 2018 mendatang. Namun, hanya akan...
BAGIKAN