Metrobatam.com , Batam – Wakil Ketua (Waketum) II Komisi Nasional (Komnas) Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Amri Abdi Piliang mengatakan, pungli visa ketenagakerjaan terhadap TKI yang dilakukan oleh oknum PT. Omni Sarana Cipta (OSC), Bestinet Sdn Bhd dan Immigration Security Clearance ISC (pengurusan dokumen) dinilai haram.Ketiga perusahaan tersebut, adalah produk Malaysia di Indonesia yang melakukan pungli terhadap para TKI yang hendak bekerja ke Malaysia. Antara lain, produk haram itu oleh PT OSC sebagai pelaku pungli pengurusan visa. Sedangkan perusahaan Bestinet FWCMS pelaku pungli

Sebab Pemerintah dan Keadilan, surat edaran ini hanyalah sebatas himbauan / pengumuman saja agar terlihat seolah-olah ada reaksi, namun tidak ada aksi.

Seharusnya Kepala BNP2TKI menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia / Moratorium terkait pungli yg dilakukan Malaysia di dalam wilayah kedaulatan NKRI.

Karena product ISC merupakan product ketiga yg sebelumnya telah masuk pungli sejenis namun hanya beda nama yaitu Bestinet / FWCMS, serta pungli yg melalui PT. Omni Sarana Cipta yg telah 2 tahun lebih aman dan nyaman melakukan pungli di wilayah kedaulatan NKRI Tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan instansi terkait, hal ini menimbulkan pertanyaan besar pada masyarakat, apakah pungli yg dilakukan Malaysia ini diduga ada bagi2 kue kepada petinggi2 yg mempunyai kekuasaan dibidang Ketenagakerjaan dan BNP2TKI .

Sebaiknya Aspataki membuat laporan juga kepada PPATK agar dapat ditelusuri aliran dana dari pungli tersebut masuk ke rekening mana saja..

Kita semua teriak2 seolah peduli terhadap TKI, ingin melindungi TKI, namun kenyataannya *NOL BESAR* TKI kita diperas di negeri sendiri oleh bangsa asing hanya mampu. agar segera barang haram yang di letakkandi setiap Clinic medical check up dan perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) anggota dari Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) untuk menghentikan kegiatan haram itu, agar tidak beroperasi kembali, hentikan pungutan liar itu terhadap TKI,” ujar Waketum II Komnas LP-KPK, kepada metro batam, Sabtu (6/5)

Terkait perlindungan negara Baik luar negeri dan dalam negeri wajib dilindungi warga nya UUD 39 pasal 76 ayat 1. Yang boleh PT OSC, lanjutnya, sudah memungut uang TKI sebesar Rp887 ribu / orang, selama 2 tahun lebih di Indonesia, tinggal dikalikan saja pertahunnya sekitar 450.000 TKI yang berangkat. Sudah berapa miliar perusahaan asal Malaysia tersebut melakukan pungli diindonesia. Sementara, pungutan yang dilakukan perusahaan Bestinet sebesar US.$.30 sekitar Rp400 ribu. Ditambah dengan munculnya perusahaan ISC turut memungut lebih kurang Rp400, padahal fungsinya sama dengan Bestinet

Karena proses rumit, berbelit-belit dan menyulitkan, tak heran membuat TKI mengambil jalan pintas (TKI Ilegal), sebab TKI tentu memikirkan perut dan keluarganya.“Seharusnya pemerintah cukup menetapkan upah minimum dan potongan maksimum.

Toni Simamora

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kapolda Kepri Tinjau Langsung Pengamanan Penghitungan Surat Suara di PPK

Metrobatam.com, Batam - Kapolda Kepri mengunjungi lokasi penghitungan suara di PPK Batam Kota, PPK Sagulung dan PPK Sekupang dalam rangka meninjau langsung pengamanan penghitungan...

40 WNA Asal Tiongkok dan Taiwan Sindikat Penipuan Ditangkap di Semarang

Metrobatam.com, Semarang - Sebanyak 40 warga negara asing asal Tiongkok dan Taiwan yang merupakan anggota sindikat penipuan internasional ditangkap petugas keimigrasian di sebuah rumah...

Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Ikut Antarkan Jenasah Wak Tole ke TPU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dandim 0315/Bintan Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa melalui Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Serda Marsiin ikut mengantarkan Jenasah Musran. Pria...

Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasukan di Ruangan Pembeku di Kulkas

Metrobatam.com, (Mb) - Freezer membuat bahan makanan jadi awet lebih lama sehingga bisa dikonsumsi kapan pun Anda inginkan. Makanan yang dimasak bisa disimpan untuk...

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kelurahan Tanjungpinang Barat

Metrobtam.com, Tanjungpinang - Musran (64) Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di Kediaman adik ipar di Jalan Usman Harun plantar Hasan Awang, RT 3...

Dapil Tanjungpinang Timur dari Partai Demokrat, Rina Febriani Raih Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Rina Febriani, Calon Anggota Legislatif Caleg nomor urut 9 dari Partai Demokrat, dipastikan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilhan...

Jusri Sabri Berpeluang dapat Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tanjungpinang, dari PDIP, Jusri Sabri, berpeluang mendapatkan kursi dewan kota. Hasil penghitungan suara sementara, pria penggiat...

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...

KPU : 2.249 TPS akan Melaksanakan Pemungutan Suara Susulan

Metrobatam.com, Jakarta - KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala...

Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

Metrobatam.com, Bintan - Usai menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Jalan Alumina, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan, Rabu (17/4) pagi, Bupati...