Mahasiswa AS Tewas, Trump Sebut Rezim Kim Jong-un Brutal

1589

Metrobata, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam dan menganggap Korea Utara sebagai “rezim brutal” menyusul kematian mahasiswa asal negaranya, Otto Warmbier, yang baru-baru ini dibebaskan dari Pyongyang setelah sempat ditahan selama 17 bulan di negara paling terisolasi itu.

[Korut] ini adalah rezim yang brutal. Hal buruk telah terjadi tapi setidaknya kami sempat membawanya [Warmbier] pulang kepada orang tuanya,” tutur Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, Selasa (20/6).

AS sekali lagi mengutuk kebrutalan rezim Korut menyusul munculnya korban terakhir [dari pemerintah tersebut],” ujarnya menambahkan.

Dalam pernyataan terpisah, taipan real estate itu juga mengungkapkan bela sungkawa dan duka citanya kepada keluarga atas “kepergian Warmbier yang terlalu cepat.”

Tidak ada yang lebih tragis bagi orang tua yang kehilangan anaknya. Pikiran dan doa kami selalu bersama Otto, keluarga, dan kerabat yang mencintainya,” tutur Trump seperti dikutip AFP.

Dalam kesempatan itu, Trump juga bersumpah untuk mencegah tragedi semacam ini kembali menimpa warganya. Dia bahkan menyebut pemerintahan Kim Jong-un sebagai rezim “yang tidak menghormati peraturan hukum dan norma kemanusiaan.”

Sebelum meninggal, Otto dipulangkan dari Korut dalam kondisi koma pada Rabu (14/6). Dokter yang memeriksa Warmbier di AS menyebut dia menderita kerusakan otak parah dan tidak responsif terhadap pengobatan.

Otto bahkan disebut sudah berada dalam kondisi koma selama lebih dari setahun. Ayah Otto, Fred, meyakini bahwa putranya mendapat perlakuan semena-mena selama menjadi tahanan di negara itu.

Mahasiswa 22 tahun itu akhirnya meninggal pada Senin sekitar pukul 14.20 waktu setempat. Dia dikelilingi oleh keluarganya di Rumah Sakit University of Cincinnati, Ohio.

Pemerintah Korut sempat menahan Warmbier lantaran dirinya diduga mencuri spanduk propaganda ketika berkunjung ke negara itu sekitar Februari 2016 lalu.

Setelah diplomasi panjang, Pyongyang akhirnya mau membebaskan Warmbier dari hukuman penjara dan kerja paksa selama 15 tahun atas dasar “kemanusian.”

Selama ini Washington menuding Pyongyang memanfaatkan tahanan warga AS sebagai instrumen politik. Hingga kini, masih ada tiga warga AS yang ditahan di Korut.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
BAGIKAN