Mahfudz Siddiq: Perpecahan di PKS Tak Bisa Dihindari

Metrobatam, Jakarta – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menyebut perpecahan di tubuh partainya sudah tidak bisa dihindari lagi. Mahfudz mengatakan hal itu disebabkan banyak calon legislatif PKS yang mulai berguguran, baik caleg untuk DPR maupun DPRD.

“Saya menduga perpecahan itu enggak bisa dihindari. Karena sebagai contoh sekarang ini saya mendengar bahwa dan dapat laporan juga mulai banyak caleg-caleg PKS yang mundur,” ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/7).

Banyaknya caleg PKS yang mengundurkan diri itu, kata Mahfudz, disebabkan beredarnya dua surat pernyataan pengunduran diri.

DPP PKS membuat persyaratan untuk bakal calon anggota dewan di semua tingkatan yang mendaftar lewat PKS. Hal itu tercantum dalam surat DPP PKS tertanggal 29 Juni 2019. Isi perjanjian tersebut meminta bakal caleg PKS mengisi dan menandatangani surat pernyataan bersedia mengundurkan diri bertanggal kosong. Menurut Mahfudz, para caleg, menganggap surat tersebut melanggar Undang-Undang.

“Ini jadi polemik di bawah dan mulai banyak caleg yang merasa tidak yakin, merasa tidak ada kepastian, menganggap dua surat ini menabrak perundang-undangan,” ujarnya.

Selain di level kader, kata Mahfudz, perpecahan di tubuh PKS juga terlihat di level petingginya. Hal itu menurut dia terlihat dari sikap PKS yang menghalang-halangi Anis Matta untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dari PKS.

Padahal, ujar Mahfudz, Anis masuk dalam sembilan nama yang ditetapkan oleh Majelis Syuro PKS untuk diusung sebagai capres atau cawapres.

Mahfudz mengatakan Anis dituding ingin membuat partai baru karena melakukan sosialisasi visinya di berbagai daerah.

“Di dalam PKS ada pihak yang menuding, bukan hanya menuding, bahkan sudah mendiskriminasi tudingannya secara masif bahwa Pak Anis matta ingin membuat partai baru,” ujarnya.

Belum Tentukan Capres

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, PKS belum menentukan calon presiden yang akan diusung untuk pemilu 2019. Meskipun, Presiden PKS Sohibul Iman telah menyebut Anies Baswedan lebih pantas disodorkan menjadi capres dibandingkan cawapres.

Mardani menegaskan, sikap partai akan diputuskan dalam rapat majelis syuro PKS. Meskipun demikian, kata Mardani, tidak dipungkiri bahwa peluang Anies diusung PKS menjadi lebih besar. Pasalnya nama Anies telah disampaikan Pimpinan PKS.

“Kalau pak Iman yang mengemukakan, mestinya posisinya sih kuat,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Secara pribadi, Mardani mengaku tidak setuju jika PKS mendukung Anies sebagai calon presiden. Sebab, Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan banyak janjinya kepada warga Jakarta yang belum dipenuhi. Oleh karena itu, menurut dia, meskipun Anies mendapat banyak dukungan tetapi lebih baik tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Sebaiknya tetap, tapi kalau ternyata publik meminta Anies maju, kan itu bukan maunya saya, tapi maunya publik,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Jokowi: Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan, Merasa Benar Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang ke-54. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan tentang berpolitik yang...

Hasil Inter Vs AC Milan: Dramatis! Gol Injury Time Menangkan Nerazzurri

Milan - Inter Milan berhasil memenangi laga dramatis kontra AC Milan dengan skor 1-0. Gol semata wayang dibuat Mauro Icardi di masa injury time...

Kerugian dan Kerusakan Gempa di Sulteng Capai Rp13,82 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkap bahwa dampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dan...

KKB Sandera 16 Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma Papua

Metrobatam, Jayapura - 16 orang Guru dan Tenaga medis yang bertugas di Mapenduma, kabupaten Nduga, Papua disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Selama...

Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno...

Kevin/Marcus Rebut Gelar Juara Denmark Terbuka!

Odense - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menyabet gelar juara Denmark Terbuka 2018. Di final, Kevin/Marcus menumpas ganda Jepang. Bermain di Odense Sports Park,...

Bos Sawit Dirampok di Riau, Uang-Emas Senilai Rp 500 Juta Raib

Metrobatam, Pekanbaru - Aksi perampokan terjadi di Desa Sumber Jaya, Kuansing, Riau. Korbannya ialah pengusaha sawit yang mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. "Korban selama...

Cari Kapolres Muba, Seorang Pria Serang Petugas Jaga Mapolres

Metrobatam, Palembang - Seorang pria menyerang petugas jaga Polres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (21/10). Pria bernama Arison itu diduga mengalami gangguan Jiwa. Kejadian bermula...

Bima Arya Sambut Baik Rencana Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan

Metrobatam, Bogor - Presiden Jokowi berencana mencairkan dana kelurahan pada 2019. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menyambut baik rencana tersebut karena penting untuk...

Mayoritas Pengusaha HIPMI dan KADIN Diklaim Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyebut mayoritas pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)...

Disebut Sudah Nikah dengan Rossa, Afgan Banjir Ucapan Selamat

Metrobatam, Jakarta - Afgan disebut sudah menikah dengan Rossa. Hal itu diungkapkan oleh sahabat mereka, Bubah Alfian, saat ia melakukan Instagram live. Karena hal itu,...

Soal Gempa Sulteng, BNPB: 2.113 Orang Tewas, 1.309 Hilang

Metrobatam, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Tengah yang ditemukan mencapai 2.113 orang. 22 hari...
SHARE