Mahfudz Siddiq: PKS Zaman Now Menjelma Jadi Otoriter

Metrobatam, Jakarta – Politikus PKS Mahfudz Siddiq mendengar kabar dirinya dicoret dari daftar caleg PKS. Meski menegaskan tak pindah partai, Mahfudz mengkritik PKS.

Mahfudz awalnya menjawab isu yang menyebut dirinya pindah ke NasDem. Dia menegaskan tak pindah partai.

“Waduh ini kok tiba-tiba rame berita saya nyaleg NasDem? Nggak ah. Saya memang nggak nyaleg lagi 2019. Dicoret dari PKS. Dan nggak ke mana-mana,” ujar Mahfudz, Selasa (17/7).

Anggota Komisi II DPR ini mengaku tak mendapat pemberitahuan resmi dari PKS soal status pencalegannya. Kabar yang ia dengar, namanya sudah dicoret.

“Kabar jalanannya begitu. Karena sampai sekarang nggak pernah ada pemberitahuan resmi. Saya tetap berkiprah di tugas keumatan dan politik kebangsaan,” ujarnya.

Mahfudz pun melontarkan kritik ke PKS. Dia menyebut partainya kini menjadi otoriter.

“PKS itu lahir sebagai respons terhadap gelombang reformasi yang dimotori kaum muda. Semangat melawan otoriterianisme dan menyemai benih demokrasi. Tapi di usia 20 tahun, PKS ‘zaman now’ malah menjelma menjadi otoriter,” ujarnya mengkritik.

PKS Harus Cawapres

Sementara ketika menanggapi Safari politik Ketum Gerindra Prabowo Subianto ke tokoh-tokoh parpol lain, Mahfudz mengingatkan mulai ada suara miring terhadap Prabowo di lingkup internal PKS.

“PKS saya lihat berupaya memegang betul komitmen atau kesepahaman koalisi dengan Gerindra, sehingga membayangkan bahwa akan partner dengan partai lain itu kayak udah nggak ada ruang itu. Sementara kalau publik lihat, Pak prabowo juga membuka komunikasi lebih luas, bukan hanya PKS, tapi sama partai lain. Terus terang sebagian kalangan PKS ini emang jadi tanda tanya. Ini apakah Pak prabowo udah mulai nggak percaya sama PKS dan sudah mulai cari partner baru, ini emang jadi pertanyaan juga,” ujar Mahfudz saat diskusi di KedaIKOPI di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/7).

PKS, kata Mahfudz, harus memperkuat posisi tawar. Posisi cawapres pendamping Prabowo harus menjadi milik PKS.

“Saya belum tahu persis apa makna dari komunikasi politik Pak Prabwo yang ke partai-partai lain. Saya pikir ini yang harus jawab semuanya ini adalah PKS. Gimana jawabnya? Ya PKS harus perkuat posisi politiknya sehingga Pak Prabowo lebih mantap untuk meresmikan ‘tunangan’ antara Gerindra dan PKS,” ujarnya.

“Jadi saya ingin garisbawahi kenapa PKS harus ngotot kalau koalisi Gerindra dan PKS ini diresmikan, PKS harus dapat kursi cawapres, karena investasi sabar PKS sudah panjang. Pilpres 2014 udah sabar cawapres nggak dipakai, Pilgub DKI PKS sabar, gubernurnya udah ada tapi nggak dipilih, terus terakhir Pilkada Jabar itu udah sabar PKS dapat wakil. Saya pikir di 2019 ini ya saatnyalah PKS dapat dividen, dividen apa? Ya kursi, cawapres,” sambungnya.

Mahfudz juga mengungkapkan saat ini PKS juga telah mengerucutkan dua nama untuk Prabowo agar dijadikan cawapres.

“Kalau kita lihat tengahnya, 9 nama udah mengerucut 2 nama dan itu udah diakui, yaitu Aher dan Salim Segaf Aljufri, Ketua Majelis Syuro. Jadi sebenarnya bagi Pak Prabowo sudah berkurang pusingnya, dari 9 udah tinggal pilih 2,” ucap dia. (mbdetik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Grand Opening Warung’e Lara dengan Menu Sajian yang Enak

Metrobatam.com, Batam, Warung'e Lara, demikian nama rumah makan di Jalan Gatot Subroto Sidoarjo, Desa Larangan RT1, RW1, Candi Sidoarjo Jawa Timur, yang mulai beroperasi, Minggu (19/8/2018). Tempat...

Lebih Nyaman dan Aman, Capella Dinamik Nusantara Launching Honda CB150R StreetFire dan CBR250RR

Metrobatam.com, Batam - PT Capella Dinamik Nusantara kembali Launching Honda CB 150R StreetFire dan CBR 250 RR Minggu, ditempat di Auditorium Mega Mall Batam...

Jokowi Kalungkan Medali Emas untuk Lifter Eko Yuli

Metrobatam, Jakarta - Lifter Eko Uli Irawan berhasil meraih emas dalam cabang olahraga angkat besi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyaksikan pertandingan itu menyerahkan...

Timses Jokowi Disebut Ber-IQ 80, Golkar Peringatkan Mardani

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin ber-IQ 80 secara komunal. Partai Golkar mengingatkan Mardani untuk diam...

Ini Isi Lengkap Fatwa MUI Soal Vaksin MR yang Kontroversial

Metrobatam, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) mengandung babi dalam proses produksinya. Namun tetap memperbolehkan penggunaan vaksin...

Susi Musnahkan 125 Kapal Maling Ikan, 40 Ditenggelamkan di Natuna

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal maling ikan sebagai kado HUT ke-73 kemerdekaan Indonesia. Menurut catatan Susi kapal maling...

LSI Denny JA: Jokowi-Ma’ruf 52,2%, Prabowo-Sandi 29,5%

Metrobatam, Jakarta - Pascapendaftaran Pilpres 2019 periode awal Agustus 2018, Lingkaran Survei Indonesia menggelar survei elektabilitas dua pasangan calon. Siapa unggul? Survei digelar pada 12...

KPK Sita Mobil Camry dari Apartemen Staf Ahli Anggota F-PAN Sukiman

Metrobatam, Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PAN Sukiman memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus suap perimbangan dana RAPBN-P 2018. Pemanggilan ini yang kedua...

Dituduh Curi Uang Rp1,5 Juta, Eks Majikan Aniaya dan Gunduli Magfiroh

Metrobatam, Bogor - Polisi meyelidiki kasus penganiayaan dan penggulan terhadap Magfiroh (28) oleh eks majikannya, EA. Polisi melayangkan panggilan terhadap EA untuk diperiksa terkait...

Anggota Majelis Syuro PKS: Enak Aja Anies Jadi Kader Gerindra!

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman mengatakan posisi Wagub DKI akan menjadi milik PKS jika Anies Baswedan bergabung ke...

Mobil Ketua Panwaslu Dibakar OTK

Metrobatam, Kolaka - Mobil pribadi milik Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Juhardin diduga dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu...

Ridwan Kamil Ditabrak Pengemudi Motor yang Hindari Razia

Metrobatam, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ditabrak seorang pengemudi motor saat berangkat kerja. Pria yang karib disapa Emil itu ditabrak bikers yang...
BAGIKAN