Mantan Sekretaris MA Robek Dua Dokumen Sebelum Rumahnya Digeledah KPK

327

Metrobatam.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti fakta yang terungkap dalam sidang Doddy Aryanto Supeno dalam kasus dugaan suap pengajuan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK akan mendalami keterangan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Aburrachman‎, yang menjadi saksi dalam sidang tersebut.

Pada kesaksiannya, Nurhadi mengaku merobek dua dokumen, sebelum tim KPK menggeledah rumahnya. Berkas yang dimaksud adalah perkara Bank Danamon.

“Itu nanti biar dikroscek penyelidik kita yang pada waktu itu melakukan penggeledahan,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Namun, dia mengaku tak tahu detail dokumen yang disobek Nurhadi itu. Yang jelas, lanjut dia, KPK memang menemukan robekan kertas yang ditengarai merupakan berkas perkara saat penggeledahan.

“Ya saya, saya tidak tahu, detailnya saya tidak tahu,” ujar Agus.

Sebelumnya, dalam persidangan Doddy, Nurhadi mengaku telah menyobek dua dokumen dalam amplop yang berbeda. Keduanya merupakan foto copy berkas tanpa nama pengirim.

Namun, dia membantah telah menyobek berkas itu karena penyidik KPK akan menggeledah kediamannya, di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan.

Menurut dia, dua dokumen itu disobek pada 19 April 2016 malam. Sementara KPK menggeledah kediamannya pada 20 April 2016.

“19 April 2016 pada saat itu Rabu. Saya pulang kerja sekitar pukul 20.00 WIB di meja lantai dua ada dua dokumen beramplop cokelat. Satu tebal, satunya lagi tipis,” kata Nurhadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 15 Agustus 2016.‎

Dia mengaku tak mengetahui pengirim berkas itu. Dia membaca sepintas dokumen-dokumen tersebut. Dari situlah dia tahu dokumen itu merupakan berkas perkara Bank Danamon.

Kemudian, dia merobek kedua dokumen tersebut dan membuangnya ke tong sampah.

Pada kasus dugaan suap pengajuan PK di PN Jakpus ini, Nurhadi Abdurrachman sudah dicegah ke luar negeri bersama dua orang lainnya, yakni Royani yang disebut-sebut sebagai sopir sekaligus ajudan Nurhadi dan Chairman PT Paramount Enterprise International sekaligus eks Presiden Direktur Lippo Group, Eddy Sindoro.‎ Pencegahan dilakukan karena Nurhadi, Eddy serta Royani ditengarai kuat terlibat dalam kasus ini.

Sementara salah satu tersangka, yakni Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Do‎ddy Aryanto Supeno, sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor sebagai terdakwa. Sementara tersangka lain, Panitera/Sekretaris PN Jakpus, Edy Nasution masih menjalani pemeriksaan di KPK untuk pelengkapan berkas.

Doddy didakwa memberi suap Rp 150 juta kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution.‎ Uang Rp 150 juta tersebut diberikan agar Edy menunda aanmaning atau peringatan eksekusi terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) dan menerima pendaftaran PK PT Across Asia Limited (AAL). Padahal, waktu pengajuan PK tersebut telah melewati batas yang ditetapkan undang-undang.

Doddy yang juga Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga itu didakwa melakukan penyuapan secara bersama-sama dengan pegawai PT Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti, Presiden Direktur PT Paramount Enterprise Internasional Ervan Adi Nugroho, dan Chairman PT Paramount Enterprise Internasional sekaligus eks Presiden Komisaris Lippo Group Eddy Sindoro.

Mb/Liputan6

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN