Manuver Pansus Angket ‘Ganggu’ KPK, DPR Kerja Nyata Saja

Metrobatam, Jakarta – Panitia khusus (pansus) angket terhadap KPK mulai menunjukkan manuver-manuver. Kunjungan ke BPK, Mabes Polri, hingga berencana mendatangi para narapidana (napi) kasus korupsi dilakukan.

Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono, menyebut manuver pansus angket menunjukkan disorientasi yang malah mengganggu kinerja lembaga antirasuah tersebut. Bayu menyebut manuver pansus angket bisa saja berujung pada pembubaran KPK.

“Semakin menunjukkan bahwa pansus angket agendanya sesungguhnya tunggal yaitu mencari-cari kesalahan KPK untuk kemudian pada akhirnya ingin melemahkan atau paling ekstrem membubarkan KPK,” ucap Bayu kepada wartawan, Rabu (5/7).

Bayu juga mengatakan agenda kunjungan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk mewawancarai para napi juga tidak ada dalam dokumen alasan diusulkannya hak angket. Padahal, menurut Bayu, dalam Pasal 199 ayat (2) Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), pengusulan hak angket harus disertai dokumen yang memuat alasan-alasan penyelidikan yang jelas.

Berikut bunyi pasal tersebut: Pengusulan hak angket sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan dokumen yang memuat paling sedikit: a. materi kebijakan dan/atau pelaksanaan undang-undang yang akan diselidiki; dan b. alasan penyelidikan.

“Manuver pansus angket KPK seperti mengunjungi para koruptor di lapas untuk mencari keterangan perlakuan KPK selama menangani perkara mereka jelas tidak ada dalam dokumen alasan diusulkannya hak angket oleh beberapa anggota DPR waktu itu. Padahal panitia angket dalam menjalankan tugasnya terikat pada dokumen awal pengusulan hak angket tersebut. Dengan demikian manuver pansus angket KPK seperti ke lapas tersebut tersebut bertentangan dengan Pasal 199 ayat (2) UU MD3,” kata Bayu.

Selain itu, Bayu juga menyebut kunjungan tersebut menunjukkan bila anggota DPR Tak memahami arti pemberantasan korupsi. Menurut Bayu, para napi korupsi itu telah sah dinyatakan bersalah dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap.

“Kunjungan ke lapas untuk menemui para koruptor juga menunjukkan tidak sensitifnya para anggota DPR perihal perang terhadap pemberantasan korupsi mengingat hampir mayoritas koruptor di lapas tersebut telah melalui persidangan baik itu tingkat pertama sampai dengan kasasi di MA yang semuanya menyatakan mereka bersalah. Artinya proses pengadilan membenarkan penyidikan dan penuntutan KPK terhadap para koruptor di lapas tersebut,” sebut Bayu.

Bayu pun berharap sebaiknya DPR menghentikan manuver tersebut lantaran bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap DPR. Bayu meminta sebaiknya DPR melakukan kerja nyata saja untuk membereskan persoalan di masyarakat.

“Untuk itu ketimbang melakukan aktivitas dan manuver yang semakin menurunkan kepercayaan publik ke DPR, sebaiknya DPR segera menghentikan pansus angket KPK dan melakukan kerja nyata untuk mengatasi persoalan nyata di masyarakat,” kata Bayu.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bangun Tol di Lampung dan Sumsel, Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,041 T

Metrobatam, Jakarta - Bank Mandiri terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa. Salah satu...

Kontroversi Prabowo Teriak Pemerintah Ugal-ugalan

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pemerintahan Kabinet Kerja ugal-ugalan dalam mengelola negara. Kabinet Kerja...

Polisi Tegaskan Peluru Nyasar di DPR Bukan Dilepaskan Sniper

Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menegaskan peluru yang menyasar ke ruang kerja dua anggota DPR...

Demokrat Bela Andi Arief soal Cuitan ke Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat membela kadernya yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terkait kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu. Dalam kicaunya Andi...

Surabaya Punya Sesar Aktif, Risma Siapkan Antisipasi Gempa

Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara menanggapi adanya dua sesar aktif di yang berada di Kota Surabaya. Risma mengaku dirinya...

Anies Bongkar 4 Poin Perda Tibum untuk Legalkan Becak di Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Salah satu janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah kembali membolehkan becak beroperasi di kawasan tertentu. Buat memuluskan niatnya, dia mengajukan...

Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Djarot: Maklum Belum Ada Pengalaman

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan mimpi Indonesia jaya luntur akibat negara dikelola secara ugal-ugalan. Anggota Tim Kampanye Daerah Joko...

Tahun 2019, Kepala Daerah yang Tidak Menaikkan UMP Bakal Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan...

Timses Jokowi Pilih Kampanye Kreatif Ketimbang Negatif

Metrobatam, Jakarta - Direktur Informasi dan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto menyatakan tim sukses (Timses) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan mengikuti...

Karena Miskin, Satu Keluarga di Pelalawan Riau Tinggal di Hutan

Metrobatam, Pekanbaru - Satu keluarga dikabarkan tinggal di sebuah hutan di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka terpaksa tinggal di...

Prabowo Tuding Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan Kelola Negara

Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola...

JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...
SHARE