Maria, Alogojo Tembak Mati Gembong Narkoba di Filipina

271

Metrobata, Manila – Sebut saja namanya Maria, perempuan yang dibayar pemerintah Filipina untuk menjadi algojo penembak mati para gembong narkoba. Jika di film-film, perempuan seperti Maria digambarkan menjalankan pekerjaan dengan cara-cara yang keren dan untuk tujuan mulia. Kenyataannya jelas berbeda 180 derajat.

Maria berasal dari kalangan miskin. Jasanya disewa seharga 330 poundsterling atau Rp5,7 juta sekali membunuh. Bayaran yang cukup besar untuk bisa menghidupi keluarga dan anak-anaknya.

Pada mulanya, dia menerima bayaran itu karena ingin keluar dari kemiskinan. Suaminya adalah petugas di kepolisian. Selain itu, dia dipandang ahli mendekati korbannya tanpa ketahuan.

“Waktu itu, mereka (pemerintah) bilang sedang membutuhkan (penegak hukum) perempuan. Suami mendorong saya untuk mengisi lowongan itu. Saya diperintahkan membunuh seorang pria. Setelah saya berhasil mendekatinya (tanpa disadari), saya menembaknya,” tutur Maria, seperti diulas Mirror, Sabtu (27/8).

Namun kini setelah membunuh lima orang, melihat apa yang terjadi pada orang-orang yang ditinggalkan korbannya, dia menyesal. Maria ingin berhenti, tetapi tersangkut pada sebuah kontrak.

Ia bahkan harus hidup dalam pelarian. Berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Sekarang dia mengungkapkan diri ke publik untuk mengurangi sedikit rasa bersalahnya. Meski begitu, dia mengaku masih hidup dalam ketakutan.

Tidak berani mengaku dosa kepada pendeta sekali pun. Dia juga terus dirundung kekhawatiran bahwa keluarga para korbannya suatu hari akan mengejar dia untuk menuntut pembalasan.

“Saya begitu ketakutan, gemetar karena itu pertama kalinya (saya membunuh). Tapi saya pikir, ini saya lakukan untuk putraku. Saya merasa sangat bersalah, sulit rasanya (menerima kenyataan),” ujarnya.

Maria hanyalah satu di antara para perempuan yang terjerumus ke dalam aksi di luar hukum ini. Demi uang mereka rela mematikan perasaan manusiawi itu. Senator Leila de Lima telah memimpin pengusutan tuntas kasus penembakan para tersangka narkoba di jalan.

Hampir 2.000 orang telah dibunuh sejak Rodrigo Duterte dinobatkan sebagai Presiden Filipina pada Juni lalu. Sekira 700 ribu pecandu dan pengedar narkoba kelas teri juga terpaksa menyerahkan diri, daripada mengambil risiko kehilangan nyawanya.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelopor Pertama di Kepri, Perangkat Desa di Bintan Terproteksi BPJS

Metrobatam.com, Bintan - Kabupaten Bintan menjadi pelopor pertama di Provinsi Kepri. Seluruh perangkat Desa hingga Jajaran RT/RW diproteksi oleh BPJS. Hal tersebut, ditandai dengan...

Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Apri-Dalmasri, Menyongsong Bintan Gemilang Tahun 2025

Metrobatam.com, Bintan - Kepemimpinan Bupati terpilih H. Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Drs. H. Dalmasri Syam, MM genap berusia dua tahun dalam mengemban...

Danlantamal IV Pimpin Upacara HUT KE-72 Pomal

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya upacara peringatan Hari...

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Bupati Bintan Hadiri Panen Raya Padi di Kawasan Pertanian Poyotomo

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos kembali panen raya padi di lahan kawasan pertanian Poyotomo, Desa Sri Bintan , Kec Teluk...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...
BAGIKAN