Masyarakat Diminta Jangan Panik Sikapi Informasi Potensi Tsunami

1759

Metrobatam, Jakarta – Keluarga Alumni Teknik Sipil Gadjah Mada menggelar civil talk “Ancaman Tsunami Menelan Pulau Jawa ‘Fakta atau Hoax'”. Diskusi digelar di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Diskusi ini menghadirkan Peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko, Dosen UGM Radianta Triatmadja, dan Direktur Paramadina Abdul Rahman.

Peneliti Tsunami, Widjo Kongko dalam paparannya, memaparkan enam skenario potensi tsunami di Jawa Barat. Skenario tersebut, berupa kajian awal yang dituangkan dalam simulasi model komputer yang masih perlu dikaji lagi, untuk keperluan antisipasi dan mitigasi bencana.

Baca juga: Kajian BPPT Ilmiah, Tak Bisa Dipidana

“Saya buat beberapa skenario. Segmen 1 (Enggano) terjadi gempa bagaimana, dua (Selat Sunda) bagaimana, tiga (Jawa Barat-Tengah) bagaimana, satu dua (Enggano dan Selat Sunda) bagaimana, dua tiga (Selat Sunda dan Jawa Barat-Tengah) bagaimana, satu dua tiga (Enggano, Selat Sunda, dan Jawa Barat-Tengah) bagaimana. Totalnya ada enam,” ujar Widjo, di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (10/4).

Dari enam skenario tersebut, simulasi model menunjukkan hasil adanya sejumlah potensi tsunami di beberapa wilayah di Jawa Barat. Mulai dari Bekasi, Lebak Banten, Pandeglang, hingga Ciamis Jawa Barat.

“Ini rata-rata bisa 30 meter lebih di pinggir pantai. Memang ada yang kemudian sangat tinggi. Ini di atas 50 meter. Tapi itu hasil model ya, saya sebenernya juga nggak terlalu percaya. Tapi model mengatakan seperti itu,” paparnya.

Radianta Triatmadja kemudian menanggapi hasil simulasi data Widjo yang menunjukkan potensi tsunami dengan ketinggian di atas 50 meter itu memungkinkan. Sebab, dalam pengetahuan tsunami, terjadinya tsunami dikatakannya ada yang masih samar-samar, namun juga ada yang sangat jelas.

“Yang samar-samar itu karena tsunami itu pasti didahului oleh gempa. Nah gempa itu nggak ada yang bisa memprediksi kapan terjadi gempa. Belum ada teknologi dan pengetahuan yang bisa memprediksi gempa. Kalau kita nggak memprediksi gempa ya kita nggak bisa memprediksi tsunami,” tuturnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk menyikapi informasi terkait potensi tsunami tidak dengan kepanikan. Informasi yang disampaikan, seharusnya menjadi acuan masyarakat untuk lebih waspada akan potensi tsunami di wilayahnya.

“Masyarakat mestinya menyikapinya tidak dengan panik. Kan itu hanya potensi bukan prediksi. Itu potensi. Sehingga sikapi dengan baik, mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujar Radianta.

Radianta menjelaskan, potensi tsunami bukanlah prediksi akan terjadinya tsunami. Sebab, bencana alam tsunami tidak dapat diprediksi kapan, di mana, dan berapa skala besaran tsunami.

Baca juga: BPPT Minta Maaf soal Pemodelan Tsunami 57 Meter

“Gempa bumi tidak bisa diprediksi. Tapi saya mengutip Robert J Geller, ilmuwan dari Tokyo University. Riset prediksi gempa bumi sudah dilakukan lebih dari 100 tahun, tapi belum ada satupun yang berhasil,” ujarnya.

Ia pun berharap, dengan adanya informasi adanya potensi tsunami ataupun bencana lainnya, pemerintah dan masyarakat lebih siap dan siaga. Di antaranya dengan menanamkan pendidikan evakuasi sejak dini, pembangunan jalur evakuasi yang baik, dan mitigasi yang baik.

“Pendidikan kesiapsiagaan keluarga itu (juga) harus ada,” ungkap Radianta.

Sementara, Abdul Rahman, menyampaikan, komunikasi bencana sesuai standar operasional prosedur (SOP) secara efektif juga perlu dilakukan. Agar nantinya, informasi dari adanya potensi bencana tidak menimbulkan kecemasan melainkan dapat menyelamatkan.

“Gempa itu memang nggak bisa diprediksi. Gempa aja nggak bisa apalagi tsunami yang diawali gempa. Pasti juga tidak bisa diprediksi. Yang bisa dilakukan adalah pada saat terjadi gempa, maka informasi itu seperti yang sudah ada juga SOP nya di BMKG,” tutur Abdul Rahman.

“Harus segera mungkin disampaikan informasinya melalui media yang paling cepat, termasuk potensi tsunami atau nggak. Selama ini juga sudah dijalankan. Kalau ternyata dalam beberapa waktu tidak terjadi tsunami maka harus diupdate informasinya, bahwa tsunami tidak terjadi supaya sekali lagi kecemasan tidak terjadi,” lanjutnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN