Materai Palsu Beredar, Inilah Cara Membedakannya

726

Metrobatam.com, Jakarta – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok baru saja mengungkap peredaran meterai palsu di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Wakil Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok Komisaris Ruly Wijayanto mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan jangan sampai terkecoh.

Ruly membeberkan cara membedakan meterai asli dan palsu dengan hanya melihat bentuk fisiknya. “Dari segi warna sudah jelas. Kalau meterai palsu, biasanya berwarna terang dan lebih cerah dari pada yang asli,” kata Ruly di Markas Komando Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu, 25 Mei 2016.

Selain itu, dari tekstur kertasnya sendiri, untuk meterai palsu cenderung lebih kasar jika dibandingkan dengan yang asli. Kertas meterai asli cenderung lebih tipis. Kemudian, pada meterai asli biasanya ada tanda khusus seperti serat tipis berwarna merah dan biru. Serat tersebut bisa dilihat dengan diterawang.

“Untuk mengungkap kasus peredaran meterai palsu ini, kepolisian sendiri meminta bantuan kepada ahlinya. Dalam hal ini khususnya adalah Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia),” kata Ruly.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Victor Inkiwirang mengingatkan bahwa biasanya modus yang digunakan pengedar meterai palsu adalah dengan menawarkan dan menjualnya di bawah harga resmi. “Masyarakat biasanya dikelabui kalau harga meterai bisa dijual murah karena diambil langsung dari distributor atau agen,” kata Victor.

Terungkapnya kasus peredaran meterai palsu ini berawal dari keresahan masyarakat di sekitar wilayah Tanjung Priok. Mereka menduga ada sekelompok orang yang mengedarkan atau menjual meterai dengan harga lebih rendah dari pasaran. “Peredaran meterai palsu ini sudah menjangkau seluruh Jakarta Utara dan Jakarta Timur,” kata Victor.

Kepolisian menduga ada jaringan besar yang melatarbelakangi peredaran meterai palsu tersebut. Saat ini, kepolisian masih akan menyelidiki lebih lanjut. Kasus diduga berbeda dari penangkapan kasus serupa yang pernah diungkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Polisi menyita setidaknya 1.950 keping meterai palsu dari pengungkapan kasus tersebut dari empat tersangka. Mereka kini dijerat dengan Pasal 257 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 253 KUHP dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang bea materai. Mereka diancam dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(MB/Tempo)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN