Metrobatam, Jakarta – Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di inner circle Habib Rizieq Syihab malah dicalonkan partai politik yang berseberangan yaitu PDIP.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang dikomandoi Rizieq pun bersikap. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyebut Rizieq telah memberikan instruksi: tenggelamkan banteng.

“Instruksi Habib Rizieq Syihab jelas: gulingkan, tenggelamkan banteng. Kini semakin jelas mana yang taat dan mana yang khianat,” kata Slamet.

Slamet tidak menuturkan lebih lanjut ‘banteng’ apa yang dimaksudkannya, tetapi banteng identik dengan PDIP yang memang lambangnya kepala banteng bermoncong putih. Terlepas dari itu, Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis menyebut ada perintah lainnya. Apa itu?

“Para ulama telah menginstruksikan untuk menjauhi dan memutus hubungan dengan partai-partai (NasDem, Perindo, Hanura, PPP, Golkar, PKB, dan lain-lain) pendukung penista agama,” kata Damai Hari Lubis, hari ini.

Partai-partai politik itu pun satu per satu bersuara. Ada yang tak percaya, ada pula yang menyindir. Berikut reaksi partai-partai politik seperti dirangkum detikcom:

1. PDIP

PDIP sangsi akan ucapan Slamet tersebut. Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menyebut PDIP merupakan partai pro-Pancasila yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. “Saya nggak percaya Pak Slamet,” kata Eva.

“Yang paling bagus tanya Ampera, yang jelas berkas pencalegan yang bersangkutan ada di DPP PDIP. PDIP partai terbuka, asal pro-Pancasila monggo gabung,” imbuhnya.

2. Hanura

Hanura lebih merasa heran terkait ucapan Slamet serta Damai. Menurut Hanura, tidak lazim bila ada ulama yang memerintahkan untuk memutus tali silaturahmi. “Apakah ini perintah dari seseorang yang mengaku dirinya ulama?” ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir.

“Tentunya sangat tidak biasa jika ada perintah memutus silaturahmi demi syahwat politik semata,” imbuhnya.

3. PPP

Sekjen PPP Arsul Sani menilai niat PA 212 itu tak berlandaskan ajaran Islam. Menurut Arsul, semangat PA 212 jauh dari perjuangan demi kepentingan Islam dan umat. Buktinya, isu agama hanya digunakan untuk ‘menyerang’ PPP.

“Niat seperti itu bukan niat berlandaskan ajaran Islam, tapi lebih pada upaya segelintir orang yang punya kepentingan politik pribadi dan kelompok dengan menggunakan baju ajaran Islam,” kata Arsul.

“Mereka tidak berangkat dari niat memperjuangkan kepentingan Islam dan umat Islam secara keseluruhan. Buktinya, isu agama hanya dipakai terhadap PPP saja, tapi mereka diam saja ketika misalnya cagub Gerindra dan PAN di Kalbar di pilgub bulan lalu adalah seorang nonmuslim, meski mayoritas penduduk Kalbar adalah umat Islam,” imbuhnya.

4. Golkar

Golkar yakin tak akan dijauhi. Bukan tanpa sebab Golkar meyakini partainya tak akan dijauhi. Sebab, selama berkiprah di dunia perpolitikan Indonesia, sudah banyak yang diperbuat partainya untuk bangsa Indonesia, terutama bagi kemajuan umat Islam.

“Saya yakin Golkar tidak akan dijauhi,” kata Wasekjen Golkar M Sarmuji.

“Di hati mereka, nama Golkar tetap tertanam. Bahkan pendiri dan pendukung Golkar banyak yang berbasis pegiat agama,” imbuh Sarmuji.

5. PKB

PKB juga heran dengan sikap PA 212. Selama ini PKB merasa memperjuangkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat Islam di Indonesia. “Bagaimana mungkin memutus hubungan dan silaturahmi?” ujar Wasekjen PKB Daniel Johan.

“PKB akan menjadi sahabat semuanya, termasuk 212. Apalagi peserta 212 juga banyak nahdliyin. PKB akan tetap menjaga ukhuwah sesuai fondasi keislaman dan Pancasila,” imbuh Daniel.

6. Perindo

Partai Perindo menjadi salah satu partai yang dijauhi dan akan ditenggelamkan PA 212. Perindo heran atas sikap PA 212 itu. Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menyinggung dukungan Perindo terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kok ditenggelamkan, kayak kapal saja. Kalau mau melihat keberpihakan Perindo terhadap PA 212, kurang apa coba? Perindo juga dukung Anies,” ujar Rofiq.

Dia menambahkan Perindo menghindari isu-isu SARA. Soal dukungan Perindo kepada Presiden Joko Widodo, Rofiq mengatakan itu hanya salah satu cara untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya.

“Perindo itu yang mendukung Jokowi. Bukan mendukung partai yang lain. Jadi posisi Perindo dengan partai-partai lain itu bersaing dalam rangka mencari dukungan sebanyak-banyaknya,” ujar Rofiq

“Soal presiden, kami sesuai rapimnas mendukung Jokowi. Ini pilihan untuk bangsa dan negara. Jadi Indonesia jangan sampai dibelah dengan isu SARA. Itu akan merugikan masa depan demokrasi kita,” imbuh Rofiq.

7. NasDem

Anggota Dewan Pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi tak percaya perintah itu datang dari Rizieq. Dia punya alasan atas dugaannya. Sebab menurut Taufiqulhadi, Rizieq adalah seorang ulama besar.

“Saya salah seorang yang tidak percaya sama sekali terhadap hal tersebut. Tidak pernah Habib Rizieq memerintahkan seperti itu. Itu pernyataan mengada-ada dan bohong,” kata Taufiqulhadi kepada wartawan, Kamis (19/7).

Taufiqulhadi pun menantang orang yang mengeluarkan pernyataan itu bersumpah di atas Al-Quran. “Tidak ada perintah dari Habib Rizieq. Kalau tidak percaya suruh dia bersumpah dengan Al-Quran di atas kepalanya apabila ada perintah itu,” sebutnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua

Metrobatam.com, Batam - Harmidi Umar Husen, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam yang juga sebagai Pengusul Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua. Ia...

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan 205,2 Gram Sabu

Metrobatam.com, Batam - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri memusnahkan barang bukti jenis sabu seberat 205,2 gram. Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin Kasubdit II Dit...

Sekda Kota Batam Jefridin : Gunakan Medsos untuk Promosikan Batam

Metrobatam.com, Batam - Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin berpesan kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Batam untuk bijak gunakan media sosial. Ia berharap sarana...

KPK Rekomendasikan Percepatan Perubahan Status Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan rekomendasi untuk mempercepat perubahan status free trade zone (FTZ) Kota Batam. Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad...

PBNU Sebut Kelompok Penggempur NU Sudah Merambah Musala

Metrobatam, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud menduga kelompok yang kerap memojokkan dan menggempur NU dari segi ibadah serta keyakinan...

Diterjang Banjir Bandang, Akses 4 Desa di Merangin Jambi Putus

Metrobatam, Merangin - Banjir Bandang kembali melanda Kabupaten Merangin, Jambi. Kali ini banjir bandang menerjang Kecamatan Jangkat, pada Senin 18 Maret 2019 malam. Akibat banjir...

DPRD Batam Setuju Revisi Perda Kenaikan PPJU

Metrobatam.com, Batam - Kenaikan tarif Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah dinilai harus segera...

Polisi Tangkap Pembajak yang Bawa Mobil Tangki Pertamina ke Istana!

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menangkap pelaku pembajakan mobil tangki Pertamina yang dibawa dari Ancol ke depan Istana, Jakarta Pusat. Rencananya, polisi merilis kasus...

Perangkat Desa Akan Beri Jokowi Gelar Bapak Pembangunan Desa

Metrobatam, Jakarta - Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan, Pemberdayaan dan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD) bakal memberikan penghargaan berupa gelar 'Bapak Pembangunan Desa' kepada Presiden...

Sri Mulyani: Masa Kita Pakai UU Zaman Hindia Belanda?

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bergerak cepat dalam memperbaharui aturan tentang lelang lewat rancangan undang-undang...

BPN Sindir ‘Romahurmuziy Dijebak Jabatan Politik’, KPK: Itu Debatable

Metrobatam, Jakarta - KPK menanggapi penyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang menyebut eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) dijebak jabatan politik dalam kasus...

Nagita Slavina Tertawa saat Raffi Ahmad Ajak Salat, Lho Kok?

Metrobatam, Jakarta - Raffi Ahmad kini mengikuti jejak Irwansyah hingga Teuku Wisnu untuk hijrah. Beberapa waktu lalu, Raffi, menggelar kajian dengan mengundang teman-temannya tersebut...