Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta – Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di inner circle Habib Rizieq Syihab malah dicalonkan partai politik yang berseberangan yaitu PDIP.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang dikomandoi Rizieq pun bersikap. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyebut Rizieq telah memberikan instruksi: tenggelamkan banteng.

“Instruksi Habib Rizieq Syihab jelas: gulingkan, tenggelamkan banteng. Kini semakin jelas mana yang taat dan mana yang khianat,” kata Slamet.

Slamet tidak menuturkan lebih lanjut ‘banteng’ apa yang dimaksudkannya, tetapi banteng identik dengan PDIP yang memang lambangnya kepala banteng bermoncong putih. Terlepas dari itu, Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis menyebut ada perintah lainnya. Apa itu?

“Para ulama telah menginstruksikan untuk menjauhi dan memutus hubungan dengan partai-partai (NasDem, Perindo, Hanura, PPP, Golkar, PKB, dan lain-lain) pendukung penista agama,” kata Damai Hari Lubis, hari ini.

Partai-partai politik itu pun satu per satu bersuara. Ada yang tak percaya, ada pula yang menyindir. Berikut reaksi partai-partai politik seperti dirangkum detikcom:

1. PDIP

PDIP sangsi akan ucapan Slamet tersebut. Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menyebut PDIP merupakan partai pro-Pancasila yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. “Saya nggak percaya Pak Slamet,” kata Eva.

“Yang paling bagus tanya Ampera, yang jelas berkas pencalegan yang bersangkutan ada di DPP PDIP. PDIP partai terbuka, asal pro-Pancasila monggo gabung,” imbuhnya.

2. Hanura

Hanura lebih merasa heran terkait ucapan Slamet serta Damai. Menurut Hanura, tidak lazim bila ada ulama yang memerintahkan untuk memutus tali silaturahmi. “Apakah ini perintah dari seseorang yang mengaku dirinya ulama?” ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir.

“Tentunya sangat tidak biasa jika ada perintah memutus silaturahmi demi syahwat politik semata,” imbuhnya.

3. PPP

Sekjen PPP Arsul Sani menilai niat PA 212 itu tak berlandaskan ajaran Islam. Menurut Arsul, semangat PA 212 jauh dari perjuangan demi kepentingan Islam dan umat. Buktinya, isu agama hanya digunakan untuk ‘menyerang’ PPP.

“Niat seperti itu bukan niat berlandaskan ajaran Islam, tapi lebih pada upaya segelintir orang yang punya kepentingan politik pribadi dan kelompok dengan menggunakan baju ajaran Islam,” kata Arsul.

“Mereka tidak berangkat dari niat memperjuangkan kepentingan Islam dan umat Islam secara keseluruhan. Buktinya, isu agama hanya dipakai terhadap PPP saja, tapi mereka diam saja ketika misalnya cagub Gerindra dan PAN di Kalbar di pilgub bulan lalu adalah seorang nonmuslim, meski mayoritas penduduk Kalbar adalah umat Islam,” imbuhnya.

4. Golkar

Golkar yakin tak akan dijauhi. Bukan tanpa sebab Golkar meyakini partainya tak akan dijauhi. Sebab, selama berkiprah di dunia perpolitikan Indonesia, sudah banyak yang diperbuat partainya untuk bangsa Indonesia, terutama bagi kemajuan umat Islam.

“Saya yakin Golkar tidak akan dijauhi,” kata Wasekjen Golkar M Sarmuji.

“Di hati mereka, nama Golkar tetap tertanam. Bahkan pendiri dan pendukung Golkar banyak yang berbasis pegiat agama,” imbuh Sarmuji.

5. PKB

PKB juga heran dengan sikap PA 212. Selama ini PKB merasa memperjuangkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat Islam di Indonesia. “Bagaimana mungkin memutus hubungan dan silaturahmi?” ujar Wasekjen PKB Daniel Johan.

“PKB akan menjadi sahabat semuanya, termasuk 212. Apalagi peserta 212 juga banyak nahdliyin. PKB akan tetap menjaga ukhuwah sesuai fondasi keislaman dan Pancasila,” imbuh Daniel.

6. Perindo

Partai Perindo menjadi salah satu partai yang dijauhi dan akan ditenggelamkan PA 212. Perindo heran atas sikap PA 212 itu. Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menyinggung dukungan Perindo terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kok ditenggelamkan, kayak kapal saja. Kalau mau melihat keberpihakan Perindo terhadap PA 212, kurang apa coba? Perindo juga dukung Anies,” ujar Rofiq.

Dia menambahkan Perindo menghindari isu-isu SARA. Soal dukungan Perindo kepada Presiden Joko Widodo, Rofiq mengatakan itu hanya salah satu cara untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya.

“Perindo itu yang mendukung Jokowi. Bukan mendukung partai yang lain. Jadi posisi Perindo dengan partai-partai lain itu bersaing dalam rangka mencari dukungan sebanyak-banyaknya,” ujar Rofiq

“Soal presiden, kami sesuai rapimnas mendukung Jokowi. Ini pilihan untuk bangsa dan negara. Jadi Indonesia jangan sampai dibelah dengan isu SARA. Itu akan merugikan masa depan demokrasi kita,” imbuh Rofiq.

7. NasDem

Anggota Dewan Pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi tak percaya perintah itu datang dari Rizieq. Dia punya alasan atas dugaannya. Sebab menurut Taufiqulhadi, Rizieq adalah seorang ulama besar.

“Saya salah seorang yang tidak percaya sama sekali terhadap hal tersebut. Tidak pernah Habib Rizieq memerintahkan seperti itu. Itu pernyataan mengada-ada dan bohong,” kata Taufiqulhadi kepada wartawan, Kamis (19/7).

Taufiqulhadi pun menantang orang yang mengeluarkan pernyataan itu bersumpah di atas Al-Quran. “Tidak ada perintah dari Habib Rizieq. Kalau tidak percaya suruh dia bersumpah dengan Al-Quran di atas kepalanya apabila ada perintah itu,” sebutnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Peneliti LIPI: Gempa Lombok 6,9 SR Berasal dari Segmen Timur

Metrobatam, Jakarta – Rentetan gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menimbulkan banyak korban jiwa. Pada Minggu 19 Agustus 2019, gempa...

Trump: Solusi Satu Negara Lahirkan PM Israel Bernama Mohammad

Metrobatam, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menyatakan kepada Raja Yordania, Raja Abdullah bahwa solusi satu negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina bisa...

Nagih Utang ke Saudara, Penarik Bentor Malah Tewas Ditusuk

Metrobatam, Makassar - Seorang penarik becak motor (bentor) bernama Azis Duma alias Cama (56) di Makassar ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Sinasara Kelurahan...

Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita Sabu 5 Kg

Metrobatam, Jambi – Aksi kejar-kejaran antara petugas Ditresnarkoba Polda Jambi dengan pengedar narkoba di Simpang 35, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi,...

Mendikbud: Indonesia Raya Lirik dan Aransemennya Tak Boleh Diubah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai Lagu Indonesia Raya tak boleh diubah. Menurutnya, pengubahan tak boleh dilakukan baik untuk...

Jokowi Hadiahi Joni Sepeda dan Rumah, Bonus Main ke Dufan dan TMII

Metrobatam, Jakarta - Yohanes Ande Kala alias Joni yang memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Vaksin MR Bisa Dipakai Meski Haram, MUI: Fleksibilitas Hukum Islam

Metrobatam, Jakarta - MUI mengizinkan penggunaan vaksin imunisasi campak (measles) dan rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII) meski mengandung babi. Izin tersebut...

Dorong Ekspor dan Perekonomian Nasional, OJK Terbitkan Paket Kebijakan

Metrobatam, Jakarta - Demi terus mendorong ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan paket kebijakan Otoritas Jasa Keuangan Agustus 2018. Ketua Dewan Komisioner...

Tolak Genjatan Senjata, Taliban Sandera 200 Penumpang Bus Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Taliban menolak tawaran gencatan senjata dari pemerintah Afghanistan dan tetap melakukan serangan. Gerilyawan Taliban menyergap tiga bus dengan hampir 200 penumpang...

Asian Games 2018: Kalahkan Hong Kong 3 – 1, Indonesia Juara Grup

Metrobatam, Jakarta - Tim nasional Indonesia U-23 memastikan lolos sebagai juara Grup A sepakbola Asian Games 2018. 'Garuda Muda' menang 3-1 atas Hong Kong...

Anggota DPRD Langkat F-NasDem Jadi Tersangka Kasus Sabu 3 Karung

Metrobatam, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan anggota Fraksi NasDem DPRD Langkat Ibrahim Hasan bersama enam orang lain sebagai tersangka kepemilikan narkotika. Mereka...

Sri Mulyani Beberkan Alasan Pemerintah Setop Impor 500 Komoditas

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah akan menghentikan impor 500 komoditas. Tujuannya untuk menjaga transaksi berjalan tak makin defisit. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) merilis data defisit neraca...
BAGIKAN